NSPK

Beranda Produk Rekapitulasi NSPK
Beranda Produk Rekapitulasi NSPK

Rekapitulasi NSPK

A. Norma

  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2013 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol
  7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2017 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol
  9. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah
  10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1978 Tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Dalam Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) Di Bidang Pengelolaan, Pemeliharaan, Dan Pengadaan Jaringan Jalan Tol, Serta Ketentuan-Ketentuan P
  11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam Dan Kawasan Pelestarian Alam
  12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2013 Tentang Jaringan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan
  13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam Dan Kawasan Pelestarian Alam
  14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
  16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kehutanan
  18. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
  2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2017 Tentang Penugasan Kepada PT Hutama Karya (Persero) Untuk Mengusahakan Jalan Tol Ruas Tanjung Priok
  3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengujian Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi dan Peraturan Perundang-Undangan di Bawah Undang-Undang di Mahkamah Agung Oleh Pemerintah
  4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 117 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 Tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera
  5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2016 Tentang Pendanaan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional
  6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
  7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura
  8. Peraturan Presiden RI Nomor 30 Tahun 2015 Tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
  9. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2020 Tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  10. Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 Tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur
  11. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2010 Tentang Pengesahan Intergovernmental Agreement On The Asian Highway Network (Persetujuan Antar Negara tentang Jaringan Jalan Asia)
  12. Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
  13. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
  14. Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
  15. Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2014 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
  16. Peraturan Presiden Nomor 148 Tahun 2015 Tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
  17. Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional
  1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 01/PRT/M/2017 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Untuk Pengusahaan jalan Tol
  2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10/PRT/M/2018 Tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan Pada Jalan Tol
  3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.06/2017 Tentang Tata Cara Pendanaan Pengadaan Tanah Bagi Proyek Strategis Nasional dan Pengelolaan Aset Hasil Pengadaan Tanah Oleh Lembaga Manajemen Aset Negara
  4. Peraturan Menteri PU Nomor 15/PRT/M/2014 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 295/PRT/M/2005 Tentang Badan Pengatur Jalan Tol
  5. Peraturan Menteri PU Nomor 16/PRT/M/2014 Tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol
  6. Peraturan Menteri PUPR No. 43/PRT/M/2015 Tentang Badan Pengatur Jalan Tol
  7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pengadaan Pengusahaan Jalan Tol
  8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 295 Tahun 2005 Tentang Badan Pengatur Jalan Tol
  9. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh di Jalan Tol
  10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 01/PRT/M/2017 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha untuk Pengusahaan Jalan Tol
  11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 13 Tahun 2011 Tentang Pemeliharaan dan Penilikan Jalan
  12. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 19/PRT/M/2011 Tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Kriteria Perencanaan Teknis Jalan
  13. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 20/PRT/M/2010 Tentang Pedoman Pemanfaatan Dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan
  14. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup
  15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.02/2013 Tentang Biaya Operasional Dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara
  16. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.27/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2018 Tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan
  17. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.44/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.85/MENHUT-II/2014 tentang Tata Cara Kerja Sama Penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Ala
  18. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.38/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2019 Tentang Jenis Rencana Usaha dan /atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
  19. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.85/Menhut-II/2014 Tentang Tata Cara Kerjasama Penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam
  20. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10/PMK.02/2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.02/2013 Tentang Biaya Operasional Dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Yang Bersumber Dar
  21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2012 Tentang Biaya Operasional Dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah
  22. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 392/PRT/M/2005 Tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol
  23. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2007 tentang Petunjuk Teknis Pemeliharaan Jalan Tol dan Jalan Penghubung
  24. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Umum Jaringan Jalan
  25. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 04/PRT/M/2012 Tentang Tata Cara Pengawasan Jalan
  26. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penetapan Fungsi Jalan Dan Status Jalan
  27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 04/PRT/M/2013 Tentang Pedoman Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum Bidang Pendanaan Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol
  28. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2010 Tentang Pedoman Evaluasi Penerusan Pengusahaan Jalan Tol
  29. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2012 Tentang Pedoman Penanaman Pohon Pada Sistem Jaringan Jalan
  30. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11/PRT/M/2010 Tentang Tata Cara Dan Persyaratan Laik Fungsi Jalan
  31. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11/PRT/M/2011 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Jalan Khusus
  32. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 27/PRT/M/2008 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.295/PRT/M/2005 tentang Badan Pengatur Jalan Tol
  33. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
  34. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 05/PRT/M/2018 Tentang Penetapan Kelas Jalan Berdasarkan Fungsi Dan Intensitas Lalu Lintas Serta Daya Dukung Menerima Muatan Sumbu Terberat Dan Dimensi Kendaraan Bermotor
  35. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 09/PRT/M/2018 Tentang Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Di Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
  36. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia
  37. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 18/PRT/M/2018 tentang Penggunaan Aspal Buton Untuk Pembangunan Dan Preservasi Jalan
  38. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21/PRT/M/2019 Tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
  39. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Stimulus Dalam Pengusahaan Jalan Tol Yang Terdampak Pandemi CORONA VIRUS DISEASE 2019
  40. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 81 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Penata Kelola Jalan dan Jembatan
  41. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 82 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Penata Laksana Jalan dan Jembatan
  42. Permen PUPR Nomor 28/PRT/M/2016 Tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum
  43. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 11/PRT/M/2016 tentang Kriteria Tipologi Unit Pelaksana Teknis di Bidang Pelaksanaan Jalan Nasional di Direktorat Jenderal Bina Marga
  1. Keputusan Menteri PUPR No. 248/KPTS/M/2015 Tentang Penetapan Ruas Jalan dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya sebagai Jalan Arteri (JAP) dan Jalan Kolektor -1 (JKP-1)Direktorat Jenderal Bina MargaKementerian PUPR
  2. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 376/KPTS/M/2004 Tentang Penetapan Ruas-ruas jalan menurut statusnya sebagai Jalan Nasional
  3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 406 Tahun 2009 tentang Penetapan Bidang Pendanaan Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol Pada Departemen Pekerjaan Umum Sebagai Instansi Pemerintah Yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
  4. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 354/KPTS/M/2001 Tentang Kegiatan Operasi Jalan Tol
  5. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 718/KPTS/M/2017 Tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Semarang - Solo Seksi III Bawen - Salatiga
  6. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 171A Tahun 2007 Tentang Penetapan Badan Pengatur Jalan Tol Sebagai Organisasi Badan Layanan Umum-Badan Pengatur Jalan Tol
  7. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 791 Tahun 2006 tentang Penetapan Badan Pengatur Jalan Tol Pada Departemen Pekerjaan Umum Sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
  8. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 417/KPTS/M/2021 tentang Penetapan Nama Jalan Layang MBZ Sheikh MOHAMED BIN ZAYED untuk Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Elevated
  9. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 250/KPTS/M/2015 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 567/KPTS/M/2010 Tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional
  10. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 567/KPTS/M/2010 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional
  11. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 370/KPTS/M/2007 tentang Penetapan Gol Jenis Kendaraan Bermotor pada Ruas Jalan Tol yang sudah Beroperasi dan Besarnya Tarif Tol pada Beberapa Ruas Jalan Tol
  12. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 92/KPTS/M/2011 tentang Perubahan Pertama Atas Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 567/KPTS/M/2010 Tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional
  13. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 353/KPTS/M/2001 tentang Ketentuan Teknik, Tata Cara Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Tol
  14. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 236A/KPTS/1997 Tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya Sebagai Jalan Nasional
  15. Keputusan Menteri PUPR Nomor 430/KPTS/M/2022 tentang Penetapan Ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya Sebagai Jalan Arteri Primer (JAP) dan Jalan Kolektor Primer-1 (JKP-1)
  1. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 06/SE/Db/2021 Panduan Praktis Perencanaan Teknis Jembatan
  2. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 07/SE/Db/2021 Panduan Pelaksanaan Survei Kondisi Jalan dan Jembatan Tahun Anggaran 2021 di Direktorat Jenderal Bina Marga
  3. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 08/SE/Db/2021 Pelaksanaan Pekerjaan Padat karya di Direktorat Jenderal Bina Marga
  4. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 11/SE/Db/2021 Penerapan Building Information Modelling Pada Perencanaan Teknis, Konstruksi dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan di Direktorat Jenderal Bina Marga
  5. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 06/SE/Db/2017 tentang Perubahan Standar Dokumen Pengadaan Pekerjaan Preservasi Jalan dengan Skema Long Segment
  6. Surat Edaran Nomor 07/SE/Db/2022 tentang Pedoman Pembahasan Penyelenggaraan Keamanan Jembatan Khusus
  7. Surat Peninjauan Ulang Pekerjaan Kereb Beton untuk Jalan, Pengecatan Marka Jalan, dan Pengecatan Bagian-Bagian Jalan dan Jembatan Lainnya
  8. 03/SE/Db/2016 Surat Edaran tentang Prosedur Persetujuan Penggunaan Teknologi Baru/Komplek/Non Standar dan/atau Spesifikasi Khusus di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga
  9. 12/SE/Db/2022 tentang Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Bidang Jalan dan Jembatan
  10. 10/SE/Db/2022 Pedoman Penyusunan Kajian Pra Studi Kelayakan Proyek Jalan dan Jembatan dengan Skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Melalui Ketersediaan Layanan (KPBU-AP)
  11. 11/SE/Db/2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Teknis Rekayasa Nilai (Statement of Work Value Engineering)
  12. 06/SE/Db/2021 Surat Edaran tentang Panduan Praktis Perencanaan Teknis Jembatan
  13. 05 SE Db 2017 Surat Edaran tentang Penyampaian Ketentuan Desain dan Revisi Desain Jalan dan Jembatan Serta Kerangka Acuan Kerja Pengawasan Teknis untuk Dijadikan Acuan
  14. 12/SE/Db/2021 Penerapan Sistem Pelayanan Perizinan dan Pemanfaatan Barang Milik Negara One Klik Sistem Integrasi Perizinan (OKSIP)
  15. Surat Edaran Nomor 10/SE/Db/2021
  16. Surat Edaran Nomor 02/SE/Db/2021
  17. Surat Edaran Nomor 06/SE/Db/2022
  18. Surat Edaran Nomor 14/SE/Db/2021
  19. 13/SE/Db/2022 tentang Pedoman Perencanaan Jalur Penghentian Darurat
Sub Total Norma : 127

B. Standard

  1. SNI 8461:2017 tentang Metode Uji Kekerasan Leeb untuk Besi dan Baja
  2. SNI 8458:2017 tentang Metode Uji Pengencangan Baut Mutu Tinggi
  3. SNI 8348:2017 tentang Metode Uji Passing Ability Beton Memadat Sendiri dengan L-Box
  4. SNI 1973:2016 tentang Metode Uji Densitas, Volume Produksi Campuran dan Kadar Udara (Gravimetrik) Beton (ASTM C138/C138M-14,MOD)
  5. SNI 1725-2016 tentang Pembebanan untuk Jembatan
  6. SNI 2531:2015 tentang Metode Uji Densitas Semen Hidraulis (ASTM C 188-95 (2003), MOD)
  7. SNI 6719:2015 tentang Spesifikasi Pipa Baja Bergelombang dengan Lapis Logam Pelindung untuk Pembuangan Air dan Drainase Bawah Tanah
  8. SNI 8054-2014 tentang Metode Uji Kekuatan Lekat Sistem Epoksi-Resin pada Beton dengan Cara Tekan-Geser
  9. SNI 6439-2013 tentang Metode Uji Ion Klorida dalam Air (ASTM D512-10, IDT)
  10. SNI ASTM C 123-2012 tentang Cara Uji Partikel Ringan dalam Agregat
  11. SNI ASTM C803/C803M:2012 tentang Metode Uji Ketahanan Beton Keras terhadap Penetrasi
  12. SNI ASTM C805-2012 tentang Metode Uji Angka Pantul Beton Keras
  13. SNI ASTM C597:2012 tentang Metode Uji Kecepatan Rambat Gelombang Melalui Beton
  14. SNI 3966-2012 tentang Cara Uji Kekakuan Tekan dan Kekakuan Geser Bantalan Karet Jembatan
  15. SNI ASTM A325M:2012 tentang Spesifikasi Baut Baja Hasil Perlakuan Panas dengan Kuat Tarik Minimum 830 MPa
  16. SNI ASTM C403/C403M : 2012 tentang Metode Uji Waktu Pengikatan Campuran Beton dengan Ketahanan Penetrasi
  17. SNI ASTM C309:2012 tentang Spesifikasi Kompon Cair Pembentuk Membran untuk Perawatan Beton
  18. SNI 1974:2011 tentang Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder
  19. SNI 7563-2011 tentang Spesifikasi profil, pelat, dan batang tulangan baja struktural dari baja karbon dan baja paduan rendah kekuatan tinggi, serta pelat baja struktural paduan hasil quen dan temper untuk jembatan
  20. SNI 7730 : 2011 tentang Spesifikasi batang baja mutu tinggi tanpa pelapis untuk beton prategang
  21. SNI 7564 : 2011 ASTM A 775/A775 M Spesifikasi baja tulangan yang dilapis epoksi
  22. SNI 2493 : 2011 AASHTO T 126-01 (ASTM C192/C 192M- 95) Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium
  23. SNI 2833 : 2016 Standar perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan
  24. SNI 4817 : 2008 Spesifikasi lembaran bahan penutup untuk perawatan beton
  25. SNI 2451 : 2008 Spesifikasi pilar dan kepala jembatan beton sederhana bentang 5 meter sampai 25 meter dengan pondasi tiang pancang
  26. SNI 7396 : 2008 Spesifikasi asphaltic plug joint untuk jembatan
  27. SNI 1972 : 2008 Cara uji slump beton
  28. RSNI T-03-2005 Perencanaan struktur baja untuk jembatan
  29. SNI 03 – 6813 - 2002 Tata cara pembuatan silinder dan prisma uji untuk menentukan kekuatan dan densitas beton agregat praletak di laboratorium
  30. SNI 03-6808-2002 Metode pengujian kekentalan graut untuk beton agregat praletak (metode pengujian corong alir)
  31. SNI 07-6892-2002 Spesifikasi pagar anyaman kawat baja berlapis seng
  32. SNI 03-6812-2002 Spesifikasi anyaman kawat baja polos yang dilas untuk tulangan beton
  33. SNI 07-0242.1-2000 Spesifikasi pipa baja yang dilas dan tanpa sambungan dengan lapis hitam dan galvanis panas
  34. SNI 03-6443-2000 Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan seng paling tipis dengan cara preece pada besi atau baja yang di galvanis
  35. SNI 03-6826-2002 Metode pengujian konsistensi normal semen portland dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil
  36. SNI 03-6827-2002 Metode pengujian waktu ikat awal semen portland dengan menggunakan alat vicat untuk pekerjaan sipil
  37. SNI 03-6891-2002 Spesifikasi bahan graut untuk pekerjaan pasangan
  38. SNI 06-6446.2-2000 Metode pengujin viskositas epoksi resin dan bahan pengeras
  39. SNI 06-6446.1-2000 Metode pengujian berat jenis Epoksi-Resin dan Bahan Pengeras
  40. SNI 03-6430.1-2000 Metode pengujian kuat tekan graut untuk beton dengan agregat praletak di laboratorium
  41. SNI 03-6428-2000 Metode pengujian ketahanan abrasi permukaan beton atau mortar dengan metode pemotongan berputar
  42. SNI 07-6401-2000 Spesifikasi kawat baja dengan proses canay dingin untuk tulangan beton
  43. SNI 03-6367-2000 Spesifikasi pipa beton untuk air buangan, saluran peluapan dari gorong-gorong
  44. SNI 03-4820-1998 Tata cara penggunaan peralatan untuk penentuan perubahan panjang, pasta, mortar dan beton semen yang sudah mengeras
  45. SNI 03-4429-1997 Metode pengujian karet spon sebagai bahan pengisi siar muai pada konstruksi beton
  46. SNI 03-4434-1997 Spesifikasi Tiang Pancang Beton Pracetak Untuk Pondasi Jembatan, Ukuran (30x30, 35x35, 40x 40) Cm2 Panjang 10-20 Meter Dengan Baja Tulangan Bj 24 Dan BJ 40
  47. SNI 03-4432-1997 Spesifikasi karet spon sebagai bahan pengisi siar muai pada perkerasan beton dan konstruksi bangunan
  48. SNI 07-2529-1991 Metode pengujian kuat tarik baja beton
  49. SNI 8308:2016 Spesifikasi bata beton TiO2 sebagai pereduksi polutan udara
  50. SNI 8160 : 2015 Spesifikasi blok pemandu pada jalur pejalan kaki
  51. SNI 2838 : 2015 Spesifikasi geometri teluk bus
  52. SNI 2444 : 2008 Spesifikasi bukaan pemisah jalur
  53. SNI 7391 : 2008 Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan
  54. SNI 2442 : 2008 Spesifikasi kereb beton untuk jalan
  55. SNI 03 – 6967 – 2003 Persyaratan umum sistem jaringan dan geometrik jalan perumahan
  56. SNI 19-6878-2002 Metode uji tingkat kebisingan jalan l10 dan leg
  57. SNI 06-6397-2000 Spesifikasi cat jembatan warna hijau daun
  58. SNI 19-4844-1998 Metode pengujian konsentrasi hidrogen sulfida (H2S) dalam udara dengan alat spektrofotometer air sampler (HVS)
  59. SNI 19-4843-1998 Metode pengujian kandungan gas hidrokarbon (hc) di udara dengan alat gas kromatograp.
  60. SNI 15-4839-1998 Spesifikasi manik-manik kaca (glass bead) untuk marka jalan
  61. SNI 06-4826-1998 Spesifikasi cat termoplastik pemantul warna putih dan warna kuning untuk marka jalan (bentuk padat)
  62. SNI 06-4825-1998 Spesifikasi campuran cat marka jalan siap pakai warna putih dan kuning
  63. SNI 03-2850-1992 Tata cara pemasangan utilitas di jalan
  64. SNI 8460:2017 Persyaratan perancangan geoteknik
  65. SNI 8459:2017 Metode uji fondasi dalam dengan High Strain Dynamic Pile (HSDP)
  66. SNI 4330:2017 Metode uji kuat sambungan geotekstil Standard test method for strength of sewn or bonded seams of Geotextiles (ASTM D4884/D4884M - 14a, MOD)
  67. SNI 4416:2017 Metode uji sifat-sifat tarik geotekstil dengan cara pita lebar
  68. SNI 4417:2017 Metode uji beban putus dan mulur geotekstil dengan cara cekau (grab) Standard test method for grab breaking load and elongation of geotextiles
  69. SNI 8462:2017 Tata cara pemantauan tekanan air pori pada tanah dengan menggunakan alat piezometer pneumatik
  70. SNI 3420:2016 Metode kuat geser langsung tanah tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase
  71. SNI 8134:2015 Tata cara pengukuran tekanan air pori tanah dengan pisometer pipa terbuka Casagrande
  72. SNI 6371 : 2015 Tata cara pengklasifikasian tanah untuk keperluan teknik dengan sistem klasifikasi unifikasi tanah
  73. SNI 8058-2014 Metode uji indeks tahanan tusuk geomembran dan produk sejenisnya
  74. SNI ISO 554-2014 Atmosfer standar untuk pengondisian dan/atau pengujian- spesifikasi Standard atmospheres for conditioning and/or testing- specifications (ISO 554-1976, IDT)
  75. SNI ISO 9862-2014 Geosintetik-pengambilan contoh uji dan persiapan benda uji – geosynthetics – sampling and preparation of test specimens (ISO 9862:2005, IDT).
  76. SNI 8056-2014 Metode uji kekuatan tusuk statis geotekstil dan produk sejenisnya dengan batang penekan berdiameter 50 mm (ASTM D6241 – 04 (2009), IDT)
  77. SNI 8057:2014 Metode uji deteriorasi geotekstil akibat kondisi terekspos cahaya, kelembapan, dan panas dengan peralatan tipe xenon arc (ASTM D4355 – 07, IDT)
  78. SNI ISO 12957- 1:2012 Metode penentuan karakteristik gesek (indeks) geosintetik dengan uji geser langsung  Geosynthetics-determinatio of frict characteristics part 1 : direct shear test
  79. SNI ISO 13431- 1:2012 Penentuan perilaku rangkak tarik dan keruntuhan rangkak geosintetik Geotextiles and geotextile-related products - Determination of tensile creep and creep rupture behavior (ISO 13431-1999, IDT)
  80. SNI 6427:2012 Metode uji basah dan uji kering campuran tanah semen dipadatkan
  81. SNI 4144:2012 Metode uji penentuan faktor- faktor susut tanah
  82. SNI 3638-2012 Metode uji kuat tekan-bebas tanah kohesif
  83. SNI 6887-2012 Metode uji kuat tekan silinder campuran tanah semen
  84. SNI 6886-2012 Metode uji penentuan hubungan kadar air dan densitas campuran tanah semen
  85. SNI 1744-2012 Metode uji CBR laboratorium
  86. SNI 1738 : 2011 Cara uji CBR (California Bearing Ratio) lapangan
  87. SNI 3422 : 2008 Cara uji penentuan batas susut tanah
  88. SNI 1965 : 2008 Cara uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan
  89. SNI 1964 : 2008 Cara uji berat jenis tanah
  90. SNI 1743-2008 Cara uji kepadatan berat untuk tanah
  91. SNI 3423 : 2008 Cara uji analisis ukuran butir tanah
  92. SNI 1966 : 2008 Cara uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas tanah
  93. SNI 1967 : 2008 Cara uji penentuan batas cair tanah
  94. SNI 1742 : 2008 Cara uji kepadatan ringan untuk tanah
  95. SNI 03-6802-2002 Tata cara penyelidikan dan pengambilan contoh uji tanah dan batuan untuk keperluan teknik
  96. SNI 03-6458-2000 Metode kuat lentur tanah-semen menggunakan balok sederhana dengan pembebanan titik ketiga
  97. SNI 03-4147-1996 Spesifikasi kapur untuk stabilisasi tanah
  98. SNI 03-4143-1996 Metode pengujian susut linier tanah
  99. SNI 8457:2017 Rancangan tebal jalan beton untuk lalu lintas rendah
  100. SNI 8426:2017 Spesifikasi aspal setara kelas kinerja
  101. SNI 8378:2017 Spesifikasi lapis fondasi dan lapis fondasi bawah menggunakan slag
  102. SNI 8379:2017 Spesifikasi material pilihan (selected material) menggunakan slag untuk konstruksi jalan
  103. SNI 6751:2016 Spesifikasi bahan pelapis penetrasi makadam (LAPEN)
  104. SNI 8133 : 2015 Spesifikasi bahan untuk stabilisasi berbasis aspal pada perkerasan jalan bervolume lalu lintas rendah
  105. SNI 8157 : 2015 Spesifikasi pasir laut untuk campuran beraspal
  106. SNI 8138 : 2015 Spesifikasi aspal keras berdasarkan kekentalan
  107. SNI 8129 : 2015 Spesifikasi stone matrix asphalt (SMA)
  108. SNI 8136 : 2015 Cara uji identifikasi aspal emulsi kationik yang mengikat cepat (Cationic Rapid Setting-CRS)
  109. SNI 4797-2015 Tata cara pemulihan aspal Dari larutan dengan penguap putar
  110. SNI 8159:2015 Spesifikasi agregat untuk lapis permukaan jalan tanpa penutup
  111. SNI 8158:2015 Spesifikasi lapis fondasi agregat dan campuran beraspal panas menggunakan batu karang kristalin
  112. SNI 6388 : 2015 Spesifikasi agregat untuk lapis pondasi, lapis pondasi bawah, dan bahu jalan
  113. SNI 6753:2015 Cara uji ketahanan campuran beraspal panas terhadap kerusakan akibat rendaman
  114. SNI 2438 : 2015 Cara Uji Kelarutan Aspal
  115. SNI 6890-2014 Tata cara pengambilan contoh uji campuran beraspal
  116. SNI 6889-2014 Tata cara pengambilan contoh uji agregat
  117. SNI ASTM D6935:2012 Metode uji penentuan campuran semen pada aspal emulsi
  118. SNI ASTM D6521- 2012 Tata cara percepatan pelapukan aspal menggunakan tabung bertekanan (Pressurized Aging Vessel, PAV)
  119. SNI 6828-2012 Metode uji pengendapan dan stabilitas penyimpanan aspal emulsi
  120. SNI ASTM D6934:2012 Metode uji residu aspal emulsi dengan penguapan
  121. SNI 1975:2012 Metode penyiapan secara kering contoh tanah terganggu dan tanah agregat untuk pengujian
  122. SNI 7619-2012 Metode uji penentuan persentase butir pecah pada agregat kasar
  123. SNI ASTM C117:2012 Metode uji bahan yang lebih halus dari saringan 75 µm (No. 200) dalam agregat mineral dengan pencucian
  124. SNI ASTM C136-2012 Metode uji untuk analisis saringan agregat halus dan agregat kasar
  125. SNI 4137-2012 Metode uji penentuan ukuran terkecil rata-rata (UKR) dan ukuran terbesar rata-rata (UBR) butir agregat
  126. SNI 3643-2012 Metode uji persentase partikel aspal emulsi yang tertahan saringan 850 mikron
  127. SNI 2456:2011 Cara uji penetrasi aspal
  128. SNI 2441:2011 Cara uji berat jenis aspal keras
  129. SNI 2439 : 2011 Cara uji penyelimutan dan pengelupasan pada campuran agregat-aspal
  130. SNI 2828:2011 Metode uji densitas tanah di tempat (lapangan) dengan alat konus
  131. SNI 2433:2011 Cara uji titik nyala dan titik bakar aspal dengan alat cleveland open cup
  132. SNI 3645:2011 Cara uji kemampuan penyelimutan dan ketahanan aspal emulsi terhadap air
  133. SNI 2416 : 2011 Cara uji lendutan perkerasan lentur dengan alat Benkelman Beam
  134. SNI 1971 : 2011 Cara uji kadar air total agregat dengan pengeringan
  135. SNI 7729 : 2011 Cara uji viskositas aspal pada temperatur tinggi dengan alat saybolt furol
  136. SNI 6832:2011 Spesifikasi aspal emulsi anionic
  137. SNI 4798:2011 Spesifikasi aspal emulsi kationik
  138. SNI 2488:2011 Cara uji penyulingan aspal cair
  139. SNI 2434:2011 Cara uji titik lembek aspal dengan alat cincin dan bola (ring and ball)
  140. SNI 2432:2011 Cara uji daktilitas aspal
  141. SNI 6749:2008 Spesifikasi lapis tipis aspal pasir (latasir)
  142. SNI 6748 : 2008 Cara uji kekesatan pada permukaan perkerasan menggunakan alat mu-meter
  143. SNI 4427 : 2008 Cara uji kekesatan permukaan perkerasan menggunakan alat british pendulum tester (BPT)
  144. SNI 7461 : 2008 Cara uji kelarutan aspal modifikasi dalam toluen dengan alat sentrifus
  145. SNI 2490 : 2008 Cara uji kadar air dalam produk minyak dan bahan mengandung aspal dengan cara penyulingan
  146. SNI 4799 : 2008 Spesifikasi aspal cair tipe penguapan sedang
  147. SNI 2417 : 2008 Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi los angeles
  148. RSNI T 01-2005 Cara uji butiran agregat kasar berbentuk pipih, lonjong atau pipih dan lonjong
  149. RSNI M 05-2004 Cara uji ekstraksi aspal dari campuran beraspal menggunakan tabung refluks gelas
  150. RSNI M-06-2004 cara uji campuran beraspal panas untuk ukuran aggreggat butir maksimum sampai dengan 37,5 mm (1,5 inch) dengan alat marshall
  151. SNI 03-6758-2002 Metode pengujian kuat tekan campuran beraspal
  152. SNI 03-6752-2002 Metode pengujian kadar air dan kadar fraksi ringan dalam campuran perkerasan beraspal
  153. SNI 03-6831-2002 Metode pengujian pelekatan aspal emulsi terhadap agregat M - 50
  154. SNI 03-6750-2002 Spesifikasi bahan laburan aspal satu lapis (burtu) dan bahan laburan aspal dua lapis (burda)
  155. SNI 06-6722-2002 Metode pengujian titik nyala aspal cair dengan alat tag open cup
  156. SNI 03-6894-2002 Metode pengujian kadar aspal dan campuran beraspal dengan cara sentrifus
  157. SNI 06-6399-2000 Tata cara pengambilan contoh aspal
  158. SNI 06-2440-1991 Metode pengujian kehilangan berat minyak dan aspal dengan cara A
  159. SNI 03-3642-1994 Metode pengujian kadar residu aspal emulsi dengan penyulingan
  160. SNI 03-3426-1994 Tata cara survai kerataan permukaan perkerasan jalan dengan alat ukur kerataan naasra
  161. SNI 03-3640-1994 Metode pengujian kadar beraspal dengan cara ekstraksi menggunakan alat soket
  162. SNI 03-3425-1994 Tata cara pelaksanaan lapis tipis beton aspal untuk jalan raya
  163. SNI 03-3980-1995 Tata cara pelaksanaan laburan aspal dua lapis (burda) untuk permukaan jalan
  164. SNI 03-4818-1998 Spesifikasi pipa beton berlubang untuk saluran drainase dalam tanah
  165. SNI 03-1748-1989 Spesifikasi konstruksi jembatan tipe balok t bentang sampai dengan 25 meter untuk bm 100
  166. SNI 03-6797-2002 Tata cara klasifikasi tanah dan campuran tanah agregat untuk konstruksi jalan
  167. SNI 03-6798-2002 Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji kuat tekan dan lentur tanah semen di laboratorium
  168. SNI 8132:2016 Spesifikasi lapis tipis beton aspal (LTBA)
  169. SNI 8142 : 2015 Spesifikasi campuran asphalt treated permeable base (ATPB)
  170. SNI 8141 : 2015 Spesifikasi Lapis Fondasi Agregat Semen (LFAS)
  171. SNI 8135 : 2015 Spesifikasi aspal keras berdasarkan kelas penetrasi
  172. SNI 8139 : 2015 Spesifikasi bahan anti pengelupasan (anti stripping) pada campuran beraspal panas
  173. RSNI M 04-2005 Cara uji elastisitas aspal dengan daktalitas
  174. SNI 03-6834-2002 Metode pengujian konsistensi aspal dengan cara apung
  175. SNI 03-6717-2002 Tata cara penyiapan benda uji dari contoh agregat
  176. SNI 03-6822-2002 Metode pengujian saringan agregat hasil ekstraksi
  177. SNI 3967:2013 Spesifikasi dan metode uji bantalan karet (elastometer) untuk perletakan jembatan
  178. SNI 3407:2008 Cara uji sifat kekal terhadap pengaruh larutan jenuh natrium dan magnesium sulfat
  179. SNI 03-2446:1991 Spesifikasi bangunan pengaman tepi jalan
  180. SNI 8130-2014 Metode uji penentuan sifat-sifat tarik geogrid dengan metode tarik rib tunggal atau multi rib
  181. SNI 03-1758-1990 Agregat untuk aduk dan beton, Cara uji sifat kekal terhadap pengaruh larutan jenuh natrium dan magnesium sulfat
  182. SNI 03-3644-1994 Metode pengujian jenis muatan partikel aspal emulsi
  183. SNI 03-3641-1994 Metode pengujian kadar air aspal emulsi
  184. SNI 03-3978-1995 Tata cara pelaksanaan beton aspal campuran dingin dengan aspal emulsi untuk perkerasan jalan
  185. SNI 03-3979-1995 Tata cara pelaksanaan laburan aspal satu lapis (burtu) untuk permukaan jalan
  186. SNI 03-4428-1997 Metode pengujian agregat halus atau pasir yang mengandung bahan plastik dengan cara setara pasir
  187. SNI 03-4426-1997 Metode pengujian ketahanan agregat dengan alat tumbuk
  188. SNI 03-1732-1989 Tata Cara Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Analisa Metode Komponen
  189. SNI 03-4814-1998 Spesifikasi bahan penutup sambungan beton tipe elastis tuang panas
  190. SNI 03-4815-1998 Spesifikasi pengisi siar muai siap pakai untuk perkerasan dan bangunan beton
  191. SNI 06-6441-2000 Metode pengujian viskositas aspal minyak dengan alat brookfield termosel.
  192. SNI 03-6836-2002 Metode penentuan modulus resilien campuran beraspal dengan cara tarik tak langsung
  193. SNI 03-6838-2002 Tata cara penyiapan benda uji - Pemadatan contoh uji campuran beraspal dengan menggunakan alat pemadat giratori
  194. SNI 03-6888-2002 Tata cara pemeriksaan pengolah campuran aspal
  195. SNI 19-6869-2002 Metode pengambilan contoh uji, bentuk, ukuran dan klasifikasi
  196. SNI 03-6833-2002 Metode pengujian kandungan bahan an-organik atau abu dalam aspal
  197. SNI 03-6885-2002 Metode pengujian noda untuk aspal minyak
  198. SNI 03-6895-2002 Tata cara pemulihan aspal dari larutan dengan cara abson
  199. SNI 03-6754-2002 Metode pengujian rongga udara dalam campuran perkerasan beraspal gradasi rapat dan terbuka yang dipadatkan
  200. SNI 03-6755-2002 Metode pengujian berat jenis nyata campuran beraspal yang dipadatkan dengan menggunakan benda uji berlapiskan parafin
  201. SNI 03-6756-2002 Metode pengujian untuk menentukan tingkat kepadatan perkerasan beraspal
  202. SNI 03-6884-2002 Metode pengujian analisis saringan bahan pengisi untuk perkerasan jalan
  203. SNI 4800-2011 Spesifikasi aspal cair tipe penguapan cepat
  204. SNI 4141-2015 Metode uji gumpalan lempung dan butiran mudah pecah dalam agregat
  205. SNI 8198:2015 Spesifikasi campuran beraspal panas bergradasi menerus (Laston)
  206. SNI 8607:2018 Spesifikasi laburan aspal (buras)
  207. SNI 8863:2019 Spesifikasi asbuton butir B 5/20 untuk perkerasan jalan
  208. SNI 8864:2019 Spesifikasi asbuton butir B 50/30 untuk perkerasan Jalan
  209. SNI 8865:2019 Spesifikasi asbuton pracampur untuk perkerasan jalan
  210. SNI 8866:2019 Spesifikasi asbuton olahan kadar bitumen tinggi untuk perkerasan jalan
  211. SNI 8867:2019 Spesifikasi asbuton campuran panas hampar dingin
  212. SNI 03-3637-1994 Metode pengujian berat isi tanah berbutir halus dengan cetakan benda uji
  213. SNI 03-3452-1994 Tata cara pemasangan pisometer penumatik
  214. SNI 03-6426-2000 Metode pengujian pengukuran pH pasta tanah-semen untuk stabilisasi
  215. SNI 03-6378-2000 Spesifikasi Kapur hidrat untuk keperluan pasangan bata
  216. SNI 03-1965.1-2000 Metode pengujian Kadar air tanah dengan alat speedy
  217. SNI 15-6406-2000 Tata cara pengambilan contoh uji kapur hidrat
  218. SNI 15-6407-2000 Tata cara pengambilan contoh uji, pemeriksaan, pengemasan dan penandaan batu gamping, kapur serta produk kapur
  219. SNI 03-6387-2000 Spesifikasi kapur kembang untuk bahan bangunan
  220. SNI 03-6795-2002 Metode pengujian menentukan tanah ekspansif
  221. SNI 13-6794-2002 Metode pengujian untuk penentuan kadar serat dari contoh gambut dengan cara kering di laboratorium
  222. SNI 13-6793-2002 Metode pengujian kadar air, kadar abu dan bahan organik dari tanah gambut dan tanah organik lainnya
  223. SNI 03-6796-2002 Metode pengujian untuk menentukan daya dukung tanah dengan beban statis pada pondasi dangkal
  224. SNI 03-6879-2002 Metode pengujian pH tanah untuk uji korosi logam
  225. SNI 8128:2016 Metode uji pengukuran tahanan cabut geosintetik dalam tanah
  226. SNI 6795-2018 Metode uji menentukan tanah ekspansif
  227. SNI 1965:2019 Metode uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan di laboratorium sebagai revisi dari Standar Nasionai Indonesia 1965:2008 Cara uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan di laboratorium
  228. SNI 03-2443-1991 Spesifikasi trotoar
  229. SNI 06-4167-1996 Metode pengujian kekentalan cat dengan alat viscometer stometer
  230. SNI 06-4827-1998 Spesifikasi campuran cat siap pakai berbahan dasar minyak
  231. SNI 19-4841-1998 Metode pengujian kadar NOx diudara dengan menggunakan alat spektrofotometer.
  232. SNI 19-4842-1998 Metode pengujian kandungan gas O3 di udara dengan meng- gunakan alat spektrofotomete
  233. SNI 19-4845-1998 Metode pengujian kandungan gas CO di udara dengan menggunakan NDR
  234. SNI 06-6445-2000 Metode pengujian volume bahan padat pada lapisan cat bening atau berpigmen
  235. SNI 03-6450-2000 Metode pengujian bahan termoplastik untuk marka jalan
  236. SNI 03-1747-1989 Spesifikasi konstruksi jembatan tipe balok t bentang sampai dengan 25 meter untuk bm 70
  237. SNI 15-2530-1991 Metode pengujian kehalusan semen portland
  238. SNI 03-3446-1994 Tata cara perencanaan teknis pondasi langsung untuk jembatan
  239. SNI 03-3447-1994 Tata cara perencanaan teknik pondasi sumuran untuk jembatan
  240. SNI 03-6418-2000 Spesifikasi pengencer graut untuk beton dengan agregat praletak
  241. SNI 06-6430.3-2000 Metode pengujian ekspansi dan bliding campuran graut segar untuk beton dengan agregat praletak di laboratorium
  242. SNI 03-6807-2002 Metode pengujian kemampuan mempertahankan air pada campuran graut untuk beton agregat praletak di laboratorium
  243. SNI 03-6810-2002 Metode pengujian kadar bahan padat total dan bahan anorganik dalam air untuk campuran beton
  244. SNI 03-6747-2002 Tata cara perencanaan teknis pondasi tiang untuk jembatan
  245. SNI 8127:2015 Spesifikasi sistem pelekat berbahan dasar epoksi resin untuk beton
  246. SNI 8309:2016 Metode uji passing ability beton memadat sendiri dengan J-Ring
  247. SNI 2442:2020 Spesifikasi Kereb Beton Untuk Jalan Sebagai Revisl Dari Standar Nasional Indonesia 2442:2008 Spesifikasi Kereb Beton Untuk Jalan
  248. SNI 06-3685.1-2000 Spesifikasi cat merah timbal siap pakai
  249. SNI 03-2853-1992 Tata cara pelaksanaan lapis pondasi jalan dengan batu pecah
  250. SNI 03-3424-1994 Tata cara perencanaan drainase permukaan jalan
  251. SNI 06-6440-2000 Metode pengujian kekentalan aspal dengan viskometer pipa kapiler hampa
  252. SNI 06-6723-2002 Spesifikasi bahan pengisi untuk campuran beraspal
  253. SNI 03-6819-2002 Spesifikasi agregat halus untuk campuran perkerasan beraspal
  254. SNI 03-6835-2002 Metode pengujian pengaruh panas dan udara terhadap lapisan tipis aspal yang diputar
  255. SNI 03-6877-2002 Metode pengujian kadar rongga agregat halus yang tidak dipadatkan
  256. SNI 06-6893-2002 Metode pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal
  257. SNI 03-3639-2002 Metode penentuan kadar parafin lilin dalam aspal
  258. SNI 1969 : 2016 Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar
  259. SNI 8286:2016 Metode uji pemulihan elastis aspal dengan daktilometer
  260. SNI 1970 : 2016 Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus
  261. SNI 03-6442-2000 Metode Pengujian Sifat Reologi Aspal dengan Alat Reometer Geser Dinamis (RGD)
  262. SNI 03-6476-2000 Metode penentuan sifat regangan tekan permanen campuran beraspal dengan pengujian rangkak dinamis
  263. SNI 06-6472-2000 Tata cara penyiapan contoh uji pencampuran pembagian cara perempatan dan pengkondisian campuran beraspal di laboratorium untuk pengujian berdasarkan kinerja
  264. SNI 06-6400-2000 Tata cara penentuan koreksi volume aspal terhadap volume pada temperatur standar
  265. SNI 19-6421-2000 Spesifikasi standar Thermometer
  266. SNI 05-6414-2000 Spesifikasi timbangan yang digunakan pada pengujian bahan
  267. SNI 19-6408-2000 Tata cara penentuan suku bilangan yang signifikan terhadap nilai batas yang dipersyaratkan
  268. SNI 06-6721-2002 Metode pengujian kekentalan aspal cair dan aspal emulsi dengan alat saybolt
  269. SNI 03-6757-2002 Metode pengujian berat jenis nyata campuran beraspal di padatkan menggunakan benda uji kering permukaan jenuh
  270. SNI 03-6868-2002 Tata cara pengambilan contoh uji secara acak untuk bahan konstruksi
  271. SNI 03-6864-2002 Spesifikasi kapur untuk campuran beraspal
  272. SNI 07-6866-2002 Spesifikasi saringan anyaman kawat untuk keperluan pengujian
  273. SNI 8279:2016 Metode uji kadar aspal campuran beraspal panas dengan cara ekstraksi menggunakan tabung refluks gelas
  274. SNI 8281:2016 Cape Buton Seal (CBS)
  275. SNI 8287:2016 Metode uji kuantitas butiran pipih, lonjong, atau pipih dan lonjong dalam agregat kasar
  276. SNI 7867:2013 Metode penyiapan secara basah contoh tanah terganggu dan tanah agregat untuk pengujian
  277. SNI 03-6433-2016 Metode uji densitas, penyerapan, dan rongga dalam beton keras
  278. SNI 2458 : 2018 Tata cara pengambilan sampel campuran beton segar
  1. Prediksi Kebisingan Akibat Lalu Lintas
  2. Pedoman Pelaksanaan Asbuton Campuran Panas Hampar Dingin (Cold Paving Hot Mix Asbuton, CPHMA)
  3. Pedoman Pelaksanaan Timbunan Material Ringan Mortar-Busa untuk Konstruksi Jalan
  4. Pedoman Perencanaan Teknis Timbunan Material Ringan Mortar-Busa untuk Konstruksi Jalan
  5. Pedoman Perancangan Campuran Material Ringan dengan Mortar Busa untuk Konstruksi Jalan
  6. Pedoman Spesifikasi Material Ringan dengan Mortar Busa untuk Konstruksi Jalan
  7. Pedoman Spesifikasi Teknis Campuran Beraspal dengan Asbuton
  8. Tata cara pelaksanaan beton padat giling (BPG)
  9. Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen
  10. Pedoman Pelaksanaan Perkerasan Jalan Beton Semen
  11. Pedoman Asbuton Campuran Panas
  12. Pedoman Penggunaan Tailing untuk Lapis Pondasi dan Lapis Pondasi Bawah
  13. Pedoman Survei Kondisi Rinci Jalan Beraspal untuk Jalan Antar-Kota
  14. Pedoman Pemeriksaan Peralatan Unit Produksi Campuran Beraspal (Asphalt Mixing Plant)
  15. Pedoman Penggunaan Agregat Slag Besi dan Baja untuk Campuran Beraspal Panas
  16. Pedoman Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur dengan Metoda Lendutan
  17. Pedoman Perencanaan Campuran Lapis Pondasi Hasil Daur Ulang Perkerasan Lama dengan Semen
  18. Pedoman Perencanaan Campuran Lapis Fondasi Agregat Semen (LFAS)
  19. Pedoman Pelaksanaan Lapis Campuran Beraspal Panas
  20. Pedoman Pemeriksaan Peralatan Penghampar Mekanis Campuran Beraspal (Asphalt Finisher)
  21. Pedoman Penyambungan Tiang Pancang Beton Pracetak Untuk Fondasi Jembatan
  22. Pedoman Cara Uji CBR dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP)
  23. Pedoman Pelaksanaan Daur Ulang Perkerasan Jalan dengan Semen dicampur ditempat (inplace)
  24. Pedoman Rancangan dan Pelaksanaan Penghamparan Campuran Dingin Bahan Daur Ulang Beraspal dengan Bahan Pengikat Aspal Busa
  25. Pedoman Perencanaan Teknis Tebal Lapis Jalan Kerikil (Perkerasan Berbutir Tanpa Penutup)
  26. Pedoman Spesifikasi Lapis Penetrasi Macadam Asbuton (LPMA - Asbuton)
  27. Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur
  28. Pedoman Pelaksanaan Lapis Penetrasi Makadam Asbuton (LPMA-ASBUTON)
  29. Pedoman Spesifikasi Teknis Bahan Perkerasan Jalan Kerikil (Perkerasan Berbutir Tanpa Penutup)
  30. Pedoman Pelaksanaan Perkerasan Beton Semen Pracetak Prategang
  31. Pedoman Pelaksanaan Pemeliharaan Perkerasan Beraspal dengan Teknik Penambalan
  32. Pedoman Penstabilan dan Pengembalian Elevasi Pelat Beton dengan Cara Grouting Pada Perkerasan Kaku
  33. Pedoman Perancangan dan Pelaksanaan Otta Seal
  34. Pedoman Penambalan Dangkal Perkerasan Beton Bersambung Tanpa Tulangan
  35. Pedoman Penggunaan Bahan Tambah Kimia (Chemical Admixture) dalam Beton
  36. Pedoman Pemilihan Alat Pemancang Tiang Fondasi Jembatan
  37. Pedoman Perancangan dan Pelaksanaan Laburan Aspal (Buras)
  38. Pedoman Penutupan Ulang Sambungan dan Penutupan Retak pada Perkerasan Kaku
  39. Pedoman Pelaksanaan Lapis Tipis Asbuton Butur (Butur Seal)
  40. Pedoman Perancangan dan Pelaksanaan Perkerasan Jalan Telford
  41. Pedoman Restorasi Penyaluran Beban pada Perkerasan Kaku
  42. Pedoman Penjahitan Melintang (Cross Stiching) pada Pemeliharaan Perkerasan Kaku
  43. Pedoman Penentuan Indeks Kondisi Perkerasan (IKP)
  44. Pedoman Penentuan Kelas Kinerja Aspal
  45. Pedoman Metode Pemeliharaan Jalan Kerikil
  46. Pedoman Penambalan Penuh Perkerasan Beton Bersambung Tanpa Tulangan
  47. Pedoman Survei Beban Sumbu Kendaraan Metode Dinamis
  48. Pedoman Survei Pengukuran Berat Sumbu Kendaraan dengan Metode Statis
  49. Pedoman Metoda Uji Lendutan Menggunakan Light Weight Deflectometer (LWD)
  50. Pedoman Pelaksanaan Lapis Fondasi dan Fondasi Bawah Menggunakan Slag
  51. Pedoman Pelaksanaan Material Pilihan (Selected Material) Menggunakan Slag untuk Konstruksi Jalan
  52. Pedoman Spesifikasi Asbuton Butir B 50/30
  53. Pedoman Pelaksanaan Perkerasan Beton Bertulang Serat
  54. Pedoman Cara Uji Lendutan Permukaan Perkerasan Jalan dengan Falling Weight Deflectometer (FWD)
  55. Pedoman Perancangan dan Pelaksanaan Campuran Beraspal Panas Bergradasi Menerus (Laston) Menggunakan Slag
  56. Pedoman Spesifikasi Bahan Tambalan Siap Pakai Campuran Beraspal
  57. Tata Cara Identifikasi Awal Daerah Longsoran
  58. Tata Cara Perencanaan Geometrik Persimpangan Sebidang
  59. Pedoman Penanggulangan Erosi Permukaan Lereng Jalan dengan Tanaman
  60. Pedoman Perencanaan Konstruksi Timbunan Jalan di Atas Gambut dengan Metode Prapembebanan
  61. Pedoman Penanganan Tanah Ekspansif dengan Geomembran Sebagai Penghalang Kelembaban Vertikal
  62. Pedoman Penanganan Tanah Ekspansif untuk Konstruksi Jalan
  63. Pedoman Stabilisasi Dangkal Tanah Lunak untuk Konstruksi Timbunan Jalan (dengan Semen dan Cerucuk)
  64. Pedoman Pelaksanaan Stabilisasi Bahan Jalan Langsung di Tempat dengan Bahan Serbuk Pengikat
  65. Pedoman Perencanaan Stabilisasi Tanah dengan Bahan Serbuk Pengikat untuk Konstruksi Jalan
  66. Pedoman Penentuan Spektrum Respons Desain di Permukaan Tanah untuk Jembatan
  67. Pedoman Evaluasi Hasil Pengujian Geser Langsung Antarmuka Geosintetik
  68. Pedoman Perancangan dan Pelaksanaan Penanganan Keruntuhan Jatuhan Batuan dengan Metode Jaring Tirai
  69. Pedoman Perkuatan Struktur Atas Jembatan Pelat Berongga dengan Metode Prategang Eksternal
  70. Pedoman Perencanaan Teknis Drainase Bawah Permukaan dengan Menggunakan Filter Geotekstil
  71. Pedoman Perkuatan Jembatan Rangka Baja Australia dengan Metode Prategang Eksternal
  72. Pedoman Perencanaan Beban Gempa untuk Jembatan
  73. Pedoman Pelaksanaan Pemasangan Bantalan Karet pada Jembatan
  74. Pedoman Perencanaan Lantai Jembatan Rangka Baja dengan Menggunakan Corrugated Steel Plate (CSP)
  75. Pedoman Pelaksanaan Pemasangan Siar Muai Jenis Asphaltic Plug untuk Jembatan
  76. Pedoman Perencanaan dan Pelaksanaan Konstruksi Jembatan Gantung untuk Pejalan Kaki
  77. Pedoman Penentuan Beban Impak Bangunan Pelindung Pilar Jembatan
  78. Pedoman Perancangan Bantalan Elastomer untuk Perletkan Jembatan
  79. Pedoman perencanaan dan pelaksanaan gelagar baja komposit dengan sistem flens prategang untuk jembatan
  80. Pedoman Survei dan Pemetaan dalam Pembangunan Jalan
  81. Pedoman Teknis Perencanaan Perambuan Sementara untuk Pekerjaan Jalan
  82. Pedoman Perhitungan Kapasitas Lingkungan Jalan
  83. Pedoman Penanganan Praktis Kemacetan Lalu Lintas di Jalan Perkotaan
  84. Pedoman Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas
  85. Pedoman Penempatan Marka Jalan
  86. Pedoman Penempatan Utilitas pada Daerah Milik Jalan
  87. Pedoman Analisis Resiko Investasi Jalan Tol
  88. Pedoman Perhitungan Besaran Biaya Kecelakaan Lalu Lintas dengan Metoda The Gross Output (Human Capital)
  89. Pedoman Rekayasa Penanganan Keruntuhan Lereng pada Tanah Residual dan Batuan
  90. Pedoman Inspeksi dan Pemeliharaan Drainase Jalan
  91. Pedoman Perhitungan Biaya Operasi Kendaraan. Bagian I: Biaya Tidak Tetap (Running Cost)
  92. Pedoman Mitigasi Dampak Kebisingan Akibat Lalu Lintas Jalan
  93. Pedoman Pelaksanaan Survei Data Titik Referensi Jalan
  94. Pedoman Penanaman Rumput Vetiver untuk Pengendalian Erosi Permukaan dan Pencegahan Longsoran Dangkal pada Lereng Jalan
  95. Pedoman Perancangan Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor pada Simpang Bersinyal di Kawasan Perkotaan
  96. Pedoman Spesifikasi Rumput Vertiver untuk Lereng Jalan
  97. Pedoman Perancangan Bangunan Peredam Bising dengan Bahan Transparan
  98. Pedoman Perancangan Jalur Khusus Sepeda Motor (JKSM) di Jembatan Tol
  99. Pedoman Penerapan Teknologi Hydroseeding untuk Pengendalian Erosi Permukaan Lereng Jalan
  100. Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki
  101. Pedoman Perencanaan Tempat Istirahat pada Jalan Umum
  102. Pedoman Penilaian Kondisi Jembatan untuk Bangunan Atas dengan Cara Uji Getar
  103. Pedoman Penilaian Kondisi Jembatan untuk Bangunan Bawah dengan Cara Uji Getar
  104. Pedoman Perencanaan Timbunan Jalan Pendekat Jembatan
  105. Pedoman Penanggulangan Korosi Tiang Pancang Pipa Baja Jembatan dengan Proteksi Katodik Anoda Korban
  106. Pedoman Pelaksanaan Struktur Jembatan Beruji Kabel
  107. Pedoman Pengukuran Ketebalan Selimut Beton dengan Covermeter Elektromagnetik
  108. Pedoman Pemasangan Baut Pada Jembatan
  109. Pedoman Perancangan Jembatan Semi-integral Tipe Balok Beton Pracetak Prategang
  110. Pedoman Perancangan Drainase Jembatan
  111. Pedoman Perencanaan Sistem Monitoring Kesehatan Struktur Jembatan
  112. Pedoman Perlindungan Komponen Baja Jembatan dengan Cara Pengecatan
  113. Pedoman Penentuan Bridge Load Rating untuk Jembatan Eksisting
  114. Pedoman Perancangan Jembatan Integral Penuh Tipe Gelagar Beton Bertulang
  115. Pedoman Tata Cara Penentuan Nilai-nilai Koefisien untuk Perhitungan AHSP Pengecatan Komponen Baja Jembatan
  116. Pedoman Pemeliharaan Jembatan Beruji Kabel (Cable Stayed) Tipe Rangka Baja untuk Pejalan Kaki
  117. Pedoman Pelaksanaan Pelat Ortotropik Baja Segmental untuk Lantai Jembatan Rangka Baja
  118. Pedoman Penggunaan Abu Terbang dalam Campuran Beton Sedikit Semen Portland
  119. Pedoman Preservasi Sistem Lantai Panel Segmental Ortotropik Baja di Jembatan Rangka Baja
  120. Pedoman Pengukuran Beban Kendaraan dengan Weigh-in-Motion (WIM) Bridge
  121. Pedoman Pelaksanaan Pekerjaan Beton untuk Jalan dan Jembatan
  122. Pedoman Perencanaan Teknis Jembatan Beruji Kabel
  123. Pedoman Persyaratan Umum Perencanaan Jembatan
  124. Pedoman Perencanaan Sambungan Siar Muai Pada Lantai Jembatan
  125. Pedoman Perancangan dan Pelaksanaan Lapis Penutup Dengan Bubur Aspal Emulsi (Emulsified Asphalt Slurry Seal)
  126. Pedoman Perancangan dan Pelaksanaan Lapis Permukaan Mikro (Micro-Surfacing)
  127. Pedoman Pelaksanaan Pengabutan (Fog Seal) Untuk Pemeliharaan Perkerasan Beraspal
  128. Pedoman Metode Uji Pengukuran Kedalaman Karbonasi Beton Keras
  129. Pedoman Perancangan Pilar Langsing Beton Bertulang Untuk Jembatan
  130. Pedoman Survei Pengumpulan Data Kondisi Jaringan Jalan
  131. Pedoman Pemeriksaan Kondisi Sungai Pada Jembatan
  132. Pedoman Inspeksi Cara Cepat Drainase Jalan
  133. Pedoman Perancangan Fasilitas Pesepeda
  134. Panduan Teknik Pengawasan Pelaksanaan Jembatan
  135. Panduan Teknik Pelaksanaan Jembatan
  136. Pedoman Perancangan Jembatan Pelengkung
  137. Pedoman Perencanaan Teknis Pelat Ortotropik Baja Segmental Untuk Lantai Jembatan Rangka Baja
  138. Pedoman Penggunan Batu Bara Untuk Pemanas Agregat Pada Unit Produksi Campuran Beraspal (AMP)
  139. Pedoman Metode Perencanaan Penggalian dan Sistem Perkuatan Terowongan Jalan pada Media Campuran Tanah-Batuan
  140. Pedoman Sistem Pengambilan Keputusan untuk Pemilihan Terowongan Jalan atau Galian Lereng Tinggi
  141. Pedoman Perencanaan dan Pemrograman Pekerjaan Preservasi Jaringan Jalan (Bagian dari Manajemen Aset Prasarana Jalan)
  142. Pedoman Pemeliharaan Rutin Jembatan
  143. Pedoman Pemeliharaan Berkala Jembatan
  144. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor: 15/SE/Db/2021 tentang Pedoman Gambar Standar Pekerjaan Jalan dan Jembatan Tahun 2021
  145. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 20/SE/Db/2021 tentang Pedoman Desain Geometrik Jalan (Pedoman Nomor 13/P/BM/2021)
  146. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 21/SE/Db/2021 tentang Pedoman Pembahasan Penyelenggaraan Keamanan Terowongan Jalan (Pedoman Nomor 14/P/BM/2021)
  147. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 23/SE/Db/2021 tentang Pedoman Desain Drainase Jalan (Pedoman Nomor 15/P/BM/2021)
  148. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Nomor 22/SE/Db/2021 tentang Manual Aplikasi Sistem Program Pemeliharaan Jalan Provinsi/Kabupaten atau Provincial/Kabupaten Road Management System (PKRMS) (Manual Nomor 04/M/BM/2021)
  149. Surat Edaran Dirjen Bina Marga No. 03/SE/Db/2022 tentang Pengawasan dan Pengendalian Kendaraan Berdimensi Lebih dan/atau Bermuatan Lebih (Over Dimension-Over Load/OD-OL) Pada Proyek Konstruksi Jalan dan Jembatan
  150. No. 01/P/BM/2022 Pedoman Pemeriksaan Jembatan
  151. 02/P/BM/2022 Pedoman Pembahasan Penyelenggaraan Keamanan Jembatan Khusus
  152. Pedoman Audit Keselamatan Jalan (Pd T-17-2005-B)
  153. Pedoman Pelaksanaan K3 Untuk Konstruksi Jalan Dan Jembatan (No. 004/BM/2006)
  154. Pedoman Manajemen Risiko Pada Kegiatan Pembangunan Terowongan Jalan (No. Pd 08-2016-B)
  155. Spesifikasi Perencanaan Lansekap Jalan Pada Persimpangan (02/T/BNKT/1992)
  156. Tata Cara Pemeliharaan Tanaman Lansekap Jalan (009/TBt/1995)
  157. Tata Cara Perencanaan Teknik Lansekap Jalan (033/T/BM/1996)
  158. Pedoman Perencanaan Teknik Bangunan Peredam Bising (036/T/BM/1999)
  159. Tata Cara Prediksi Polusi Udara Skala Mikro Akibat Lalu Lintas (017/T/BM/1999)
  160. Pedoman Pemilihan Tanaman Untuk Mereduksi Polusi Udara (NOx, CO Dan SO2) (011/T/BM/1999)
  161. Pedoman Prediksi Kebisingan Akibat Lalu Lintas (Pd T-10-2004-B)
  162. Pedoman Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan Buku 1 Umum (No. 08/BM/2005)
  163. Pedoman Perencanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan Buku 2 (011/PW/2004)
  164. Pedoman Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan Buku 3 (No. 012/PW2004)
  165. Pedoman Pemantauan Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan Buku 4 (No. 013/PW2004)
  166. Pedoman Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan Di Kawasan Hutan (No. 005/BM/2006)
  167. Pedoman Pemanfaatan Dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/PRT/M/2010)
  168. Panduan Teknis 3 Keselamatan Di Lokasi Pekerjaan Jalan (Instruksi Dirjen Bina Marga No. 02/IN/Db/2012)
  169. Panduan Teknis 1 Rekayasa Keselamatan Jalan (Instruksi Dirjen Bina Marga No. 02/IN/Db/2012)
  170. Petunjuk Praktis Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan
  171. Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2014)
  172. Panduan Teknis Pendugaan Emisi Gas Rumah Kaca CO2 Pada Kegiatan Pembangunan Dan/Atau Pemeliharaan Jalan (No. 07/P/BM/2014)
  173. Pedoman Pemeringkatan Jalan Hijau (Pd-02-2018-B)
  174. Pedoman Kriteria Menuju Jalan Hijau (Pd-01-2018-B)
  175. 11 Rev:01/P/BM/2021 Pedoman Klasifikasi Laboratorium Uji Bidang Jalan dan Jembatan di Direktorat Jenderal Bina Marga
  176. 12 Rev:01/P/BM/2021 Pedoman Peningkatan Kinerja Laboratorium Uji di Direktorat Jenderal Bina Marga
  177. 03/P/BM/2022 Pedoman Penyusunan Kajian Pra Studi Kelayakan Proyek Jalan dan Jembatan Dengan Skema Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Melalui Ketersediaan Layanan (KPBU-AP)
  178. 04/P/BM/2022 Pedoman Pelaksanaan Teknis Rekayasa Nilai (Statement of Work Value Engineering)
  179. Panduan Geoteknik 1: Proses Pembentukan dan Sifat-sifat Dasar Tanah Lunak
  180. Panduan Geoteknik 2: Penyelidikan Tanah Lunak Desain dan Pekerjaan Lapangan
  181. Panduan Geoteknik 3: Penyelidikan Tanah Lunak Pengujian Laboratorium
  182. Panduan Geoteknik 4: Desain dan Konstruksi
  183. Pedoman Perencanaan Jalur Penghentian Darurat
  184. Panduan Teknis 2 Manajemen Hazard Sisi Jalan (Instruksi Dirjen Bina Marga No. 02/IN/Db/2012)
  1. Manual Penanganan Lereng Jalan Buku 1 Petunjuk Umum (No. 02-1/BM/2005)
  2. Manual Penanganan Lereng Jalan Buku 2 Manual Perencanaan (No. 02-2/BM/2005)
  3. Manual Penanganan Lereng Jalan Buku 3 Manual Pelaksanaan (No. 02-3/BM/2005)
  4. Manual Supervisi Jalan (No. 08/SE/Db/2017)
  5. Bridge Inspection Manual
  6. Bridge Investigation Manual
  7. Bridge Management System (BMS) Panduan Perencanaan Jembatan Volume 2 (Bridge Design Manual Section 8, 9 & 10) (No. 18/SE/Db/2017)
  8. Bridge Management System (BMS) 7 Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan (Bridge Design Code) Volume 1 Section 3, 4, 5 Revisi 2017 (No. 17/SE/Db/2017)
  9. Manajemen Manual Proyek WINRIP R-2 (No. 01/M/BM/2017)
  10. Manual Manajemen Proyek KPBU-AP Preservasi Jalan (No. 13/SE/Db/2021, No. 03/M/BM/2021)
  11. Manual Pemeriksaan Jembatan Rangka Baja (No. 004/BM/2009)
  12. Manual Pemeliharaan Jembatan Suspensi (No. 016/BM/2011)
  13. Manual Pemeliharaan Jembatan Box Girder Beton (No. 018/BM/2011)
  14. Manual Pemeliharaan Jembatan Cable Stayed (No. 019/BM/2011)
  15. Manual Pemeliharaan Jembatan Pelengkung Beton (No. 020/BM/2011)
  16. Manual Pelaksanaan Pengujian Jembatan (No. 004/BM/2012)
  17. Manual Petunjuk Teknis Preservasi Bangunan Bawah Jembatan (No. 003/BM/2012)
  18. Manual Analisa Gerusan Lokal Pada Jembatan Dan Tipikal Penanganannya (No. 004/M/BM/2013)
  19. Manual Pemeliharaan Jembatan Pelengkung Baja (No. 017/BM/2011)
  20. Manual Hidrolika Untuk Pekerjaan Jalan Dan Jembatan Buku 1 Prinsip-Prinsip Hidrologi Dan Hidrolika (No. 01-1/BM/2005)
  21. Manual Hidrolika Untuk Pekerjaan Jalan Dan Jembatan Buku 2 Perencanaan Hidrolika (No. 01-2/BM/2005)
  22. Manual Hidrolika Untuk Pekerjaan Jalan Dan Jembatan Buku 3 Manajemen Pemeliharaan Bangunan Hidrolika (No. 01-3/BM/2005)
  23. Manual Hidrolika Untuk Pekerjaan Jalan Dan Jembatan Buku 4 Lampiran (Contoh Perhitungan) (No. 01-4/BM/2005)
  24. Manual Perencanaan Struktur Beton Pratekan Untuk Jembatan (No. 021/BM/2011)
  25. Manual Perencanaan Bangunan Pengaman Gerusan Pantai Untuk Konstruksi Jalan Dan Jembatan (No. 003/PW/2004)
  26. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang Untuk Jembatan (No. 009/BM/2008)
  27. Bridge Construction Supervision Manual
  28. Bridge Construction Techniques Manual
  29. Manual Petunjuk Teknis Pengujian Tanah
  30. Manual Konstruksi Dan Bangunan No. 001-01/M/2011 Tentang Survei Kondisi Jalan Untuk Pemeliharaan Rutin
  31. Surat Edaran Nomor 08/SE/Db/2022 tentang Penerapan dan Pemanfaatan Informasi Jalan Kita 2.0
  32. Surat Edaran Nomor 04/SE/Db/2022 tentang Penerapan dan Pemanfaatan Aplikasi Sistem Monitoring Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi di Direktorat Jenderal Bina Marga
  33. 01/M/BM/2022 Manual Manajemen Proyek (Project Management) Untuk Pinjaman Luar Negeri Pada Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL)
  34. 02/M/BM/2022 Manual Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Padat Karya (SIPAKAR)
  35. 001-2/BM/2007 Manual Pemeriksaan Peralatan Unit Pencampur Aspal Panas (Asphalt Mixing Plant) Buku 2 Pemeriksaan Kelaikan Operasi
  36. 001-3/BM/2007 Manual Pemeriksaan Peralatan Unit Pencampur Aspal Panas (Asphalt Mixing Plant) Buku 3 Pengoperasian dan Perawatan
  37. 002/BM/2010 Manual Pemeriksaan Peralatan Produksi Campuran Beton Semen (Batching Plant)
  38. 001/BM/2007 Manual Pemeriksaan Peralatan Unit Pencampur Aspal Panas (Asphalt Mixing Plant)
  39. 02/M/BM/2021 Panduan Praktis Perencanaan Teknis Jembatan
  40. 01/S/MDP/2017 Suplemen Manual Desain Perkerasan Jalan
  41. 02/M/BM/2017 Manual Desain Perkerasan Jalan
Sub Total Standar : 503

C. Prosedur

  1. SOP/UPM/DJBM/144 tentang Standar Operasional Prosedur Pelayanan Informasi Publik Di Direktorat Jenderal Bina Marga
  2. SOP/UPM/DJBM-26 tentang Prosedur Penyiapan Informasi Penyelenggaraan Jalan
  3. SOP/UPM/DJBM-09 tentang Proses Bisnis Inti Penyelenggaraan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga
  4. Surat Edaran No. 02/SE/Db/2016 tentang Prosedur Standar Pelaksanaan Perubahan (Adendum) Kontrak
  5. Surat Edaran No. 03/SE/Db/2016 tentang Prosedur Persetujuan Penggunaan Teknologi Baru/Komplek/Non Standar dan/atau Spesifikasi Khusus di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga
  6. SOP/UPM/DJBM-02 tentang Prosedur Pengendalian Arsip
  7. SOP/UPM/DJBM-03 tentang Prosedur Audit Internal
  8. SOP/UPM/DJBM-04 tentang Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan/Produk Tidak Sesuai
  9. SOP/UPM/DJBM-05 tentang Prosedur Tindakan Perbaikan
  10. SOP/UPM/DJBM-06 tentang Prosedur Tindakan Pencegahan
  11. SOP/UPM-K3/DJBM-04 tentang Prosedur Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Kesiagaan Tanggap Darurat
  12. SOP/UPM-SMLML/DJBM-04 tentang Prosedur Kerja Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Penanganan B3
  13. SOP/UPM-K3/DJBM-05 tentang Prosedur Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Inspeksi Perlengkapan Peralatan K3
  14. SOP/UPM/DJBM-17 tentang Prosedur Penyusunan Laporan BMN
  15. SOP/UPM/DJBM-18 tentang Prosedur Pengelolaan Kegiatan Humas
  16. SOP/UPM/DJBM-10 tentang Prosedur Pembangunan Jalan
  17. SOP/UPM/DJBM-11 tentang Prosedur Pembangunan Jembatan
  18. SOP/UPM/DJBM-12 tentang Prosedur Pemeliharaan Jalan
  19. SOP/UPM/DJBM-13 tentang Prosedur Pemeliharaan Jembatan
  20. SOP/UPM/DJBM-14 tentang Prosedur Penyusunan Renstra
  21. SOP/UPM/DJBM-16 tentang Prosedur Pengadaan Tanah
  22. SOP/UPM/DJBM-19 tentang Prosedur Evaluasi Penyelenggaraan Jalan
  23. SOP/UPM/DJBM-20 tentang Prosedur Pengumpulan dan Analisa Data Jalan dan Jembatan
  24. SOP/UPM/DJBM-54 tentang Prosedur Penyusunan Rencana Kerja Tahunan
  25. SOP/UPM/DJBM-27 tentang Prosedur Pembinaan Penyusunan Program dan Anggaran Penyelenggaraan Jalan
  26. SOP/UPM/DJBM-28 tentang Prosedur Penyusunan Program dan Anggaran Tahunan Penyelenggaraan Jalan Nasional
  27. SOP/UPM/DJBM-29 tentang Prosedur Penyusunan Dokumen Anggaran Tahunan
  28. SOP/UPM/DJBM-30 tentang Prosedur Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian Anggaran Tahunan
  29. SOP/UPM/DJBM-34 tentang Prosedur Pengembangan Sistem Manajemen Penyelenggaraan Jalan
  30. SOP/UPM/DJBM-35 tentang Prosedur Pembinaan Data dan Sistem Manajemen Informasi Jalan dan Jembatan
  31. SOP/UPM/DJBM-36 tentang Prosedur Koordinasi Keterpaduan Infrastruktur Sistem Manajemen Internal dan Eksternal Direktorat Jenderal Bina Marga
  32. SOP/UPM/DJBM-37 tentang Prosedur Pengumpulan dan Pengolahan Data Jalan dan Jembatan Nasional dan Daerah
  33. SOP/UPM/DJBM-38 tentang Prosedur Pengendalian dan Evaluasi Sistem Manajemen Informasi Jalan Serta Kualitas Data Jalan dan Jembatan
  34. SOP/UPM/DJBM-50 tentang Prosedur Penetapan Pokja ULP
  35. SOP/UPM/DJBM-51 tentang Prosedur Penetapan Panitia Penerimaan Hasil Pekerjaan
  36. SOP/UPM/DJBM-58 tentang Prosedur Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pengadaan
  37. SOP/UPM/DJBM-61 tentang Prosedur Pengadaan Langsung Barang
  38. SOP/UPM/DJBM-68 tentang Prosedur Penandatanganan Kontrak Jasa Konsultansi
  39. SOP/UPM/DJBM-72 tentang Prosedur Wewenang dan Tanggung Jawab Penyiapan dan Legalitas Perencanaan Teknis Akhir (Detailed Engineering Design atau DED) Jalan
  40. SOP/UPM/DJBM-81 tentang Prosedur Rapat Koordinasi
  41. SOP/UPM/DJBM-83 tentang Prosedur Pembayaran Uang Muka
  42. SOP/UPM/DJBM-84 tentang Prosedur Pengawasan Pelaksanaan Mobilisasi
  43. SOP/UPM/DJBM-87 tentang Prosedur Pengajuan Memulai Pekerjaan (Request)
  44. SOP/UPM/DJBM-90 tentang Prosedur Pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
  45. SOP/UPM/DJBM-91 tentang Prosedur Penerbitan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS)
  46. SOP/UPM/DJBM-109 tentang Prosedur Pengajuan Gambar Rekaman Akhir (As Built Drawing)
  47. SOP/UPM/DJBM-111 tentang Prosedur Penghentian Kontrak
  48. SOP/UPM/DJBM-112 tentang Prosedur Pemutusan Kontrak
  49. SOP/UPM/DJBM-120 tentang Prosedur Serah Terima Pengadaan Barang
  50. SOP/UPM/DJBM-121 tentang Prosedur Serah Terima Hasil Pengadaan Barang
  51. SOP/UPM/DJBM-22 tentang Prosedur Pembinaan, Koordinasi dan Penyusunan Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Bina Marga
  52. SOP/UPM/DJBM-23 tentang Prosedur Pembinaan Penyusunan Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Bina Marga
  53. SOP/UPM/DJBM-24 tentang Prosedur Penyusunan Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Bina Marga
  54. SOP/UPM/DJBM-25 tentang Prosedur Unit Penjamin Mutu Direktorat Pengembangan Jaringan Jalan
  55. SOP/UPM/DJBM-48 tentang Prosedur Serah Terima Alat Berat, Alat Survey, Bahan Jalan dan Jembatan di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  56. SOP/UPM/DJBM-49 tentang Prosedur Hibah BMN Berupa Alat Berat, Bahan Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kepada Pemerintah Daerah
  57. SOP/UPM-SML/DJBM-08 tentang Prosedur Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
  58. SOP/UPM/DJBM-21 tentang Prosedur Penyusunan / Pemutakhiran NSPK Lingkungan, Mitigasi Bencana Alam, Konstruksi Berkelanjutan dan Keselamatan Jalan
  59. SOP/UPM/DJBM-31 tentang Prosedur Perencanaan Jangka Menengah (Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga)
  60. SOP/UPM/DJBM-32 tentang Prosedur Penetapan Ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya Sebagai Jalan Arteri (JAP) dan Jalan Kolektor Primer-1 (JKP-1)
  61. SOP/UPM/DJBM-33 tentang Prosedur Penetapan Ruas Jalan Menurut Statusnya Sebagai Jalan Nasional
  62. SOP/UPM/DJBM-52 tentang Prosedur Pembentukan Tim Teknis
  63. SOP/UPM/DJBM-56 tentang Prosedur Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pada Satker Balai Besar/Balai
  64. SOP/UPM/DJBM-53 tentang Prosedur Penetapan Tim Swakelola
  65. SOP/UPM/DJBM-59 tentang Prosedur Koordinasi Pengusulan Program Penanganan Jalan Provinsi, Kabupaten Dan Kota Yang Dibiayai Oleh Dana Alokasi Khusus (DAK)
  66. SOP/UPM/DJBM-62 tentang Prosedur Seleksi Umum Jasa Konsultansi (E-Seleksi)
  67. SOP/UPM/DJBM-63 tentang Prosedur Pelelangan Umum Dengan Pascakualifikasi Pekerjaan Konstruksi (E-Lelang)
  68. SOP/UPM/DJBM-64 tentang Prosedur Pelelangan Sederhana Pengadaan Barang Atau Jasa Lainnya (E-Lelang)
  69. SOP/UPM/DJBM-65 tentang Prosedur Pemilihan Langsung Pekerjaan Konstruksi (E-Lelang)
  70. SOP/UPM/DJBM-66 tentang Prosedur Pemilihan Jasa Konsultansi Perseorangan (E-Seleksi)
  71. SOP/UPM/DJBM-85 tentang Prosedur Penempatan Konsultan Supervisi
  72. SOP/UPM/DJBM-86 tentang Prosedur Penggantian Tenaga Ahli Profesional
  73. SOP/UPM/DJBM-88 tentang Prosedur Pengajuan Pembayaran Prestasi Pekerjaan Konstruksi
  74. SOP/UPM/DJBM-107 tentang Prosedur Pengajuan Persetujuan Kontrak Tahunan Jamak (Multi Years Contract)
  75. SOP/UPM/DJBM-115 tentang Prosedur Penyelesaian Perselisihan Di Luar Pengadilan
  76. SOP/UPM/DJBM-116 tentang Prosedur Penyesuaian Harga (Price Adjustment)
  77. SOP/UPM/DJBM-123 tentang Prosedur Penilaian Kinerja Pemeriksa Internal
  78. SOP/UPM/DJBM-93 tentang Prosedur Izin Penerapan Teknologi Baru
  79. SOP/UPM/DJBM-133 tentang Prosedur Pemantauan Dan Evaluasi
  80. SOP/UPM/DJBM-55 tentang Prosedur Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Tahunan
  81. SOP/UPM/DJBM-56 tentang Prosedur Penilaian Kelengkapan Kriteria Kesiapan (Readiness Criteria)
  82. SOP/UPM/DJBM-60 tentang Prosedur Penyusunan Rencana Mutu Unit Kerja (RMU)
  83. SOP/UPM/DJBM-67 tentang Prosedur Seleksi Gagal Dan Tindak Lanjut Seleksi Gagal Untuk Penyedia Jasa Konsultansi Badan Usaha
  84. SOP/UPM/DJBM-69 tentang Prosedur Kegiatan Pekerjaan Swakelola Non Konstruksi Pada Satuan Kerja
  85. SOP/UPM/DJBM-70 tentang Prosedur Penetapan Kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi
  86. SOP/UPM/DJBM-73 tentang Prosedur Wewenang Dan Tanggung Jawab Penyiapan Dan Legalitas Perencanaan Teknis Akhir (Detailed Engineering Design Atau DED) Jembatan
  87. SOP/UPM/DJBM-94 tentang Prosedur Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Kantor
  88. SOP/UPM/DJBM-95 tentang Prosedur Laporan Bulanan, Semesteran Dan Tahunan Pemakaian Peralatan
  89. SOP/UPM/DJBM-99 tentang Prosedur Pelaksanaan Monitoring Dan Evaluasi Kepatuhan
  90. SOP/UPM/DJBM-104 tentang Prosedur Penilaian Usulan Program
  91. SOP/UPM/DJBM-108 tentang Prosedur Penyelenggaraan Bimbingan Teknis NSPK
  92. SOP/UPM/DJBM-118 tentang Prosedur Proses Penyelesaian Pekerjaan
  93. SOP/UPM/DJBM-132 tentang Prosedur Penyerahan - Penyaluran Barang
  94. SOP/UPM/DJBM-76 tentang Prosedur Penyiapan Dokumen Desain Jalan Bebas Hambatan
  95. SOP/UPM/DJBM-101 tentang Prosedur Kajian Teknis
  96. SOP/UPM/DJBM-102 tentang Prosedur Pelaksanaan SMK3 Konstruksi
  97. SOP/UPM/DJBM-125 tentang Prosedur Pemilihan Metode Analisa Data
  98. SOP/UPM/DJBM-127 tentang Prosedur Penyerahan Pekerjaan Selesai
  99. SOP/UPM/DJBM-134 tentang Prosedur Penyiapan Dokumen Desain (Desain Engineering Design Atau DED) Pembangunan Jalan
  100. SOP/UPM/DJBM-135 tentang Prosedur Penyiapan Dokumen Studi Kelayakan (Feasibility Study Atau FS) Pembangunan Jalan
  101. SOP/UPM/DJBM-96 tentang Standar Operasional Prosedur Usulan Penyusunan Nspk Di Direktorat Jenderal Bina Marga
  102. SOP/UPM/DJBM-97 tentang Standar Operasional Prosedur Legalisasi NSPK Di Direktorat Jenderal Bina Marga
  103. SOP/UPM/DJBM-122 tentang Standar Operasional Prosedur Pengendalian Dokumen Dan Rekaman Kegiatan
  104. SOP/UPM/DJBM-143 tentang Standar Operasional Prosedur Penyusunan SNI Bidang Jalan Dan Jembatan
  105. SOP/UPM/DJBM-145 tentang Standar Operasional Prosedur Telaah Usulan Revisi Anggaran Akibat Pekerjaan Melewati Tahun Anggaran
  106. SOP/UPM/DJBM-146 tentang Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Pengaduan Masyarakat
  107. SOP/UPM/DJBM-147 tentang Standar Operasional Prosedur Telaah Usulan Revisi Anggaran Akibat Tunggakan
  108. SOP/UPM/DJBM-148 tentang Standar Operasional Prosedur Telaah Usulan Izin Penggunaan Dana Tanggap Darurat Akibat Bencana Oleh Direktorat Kepatuhan Intern
  109. SOP/UPM/DJBM-141 tentang Standar Operasional Prosedur Penyusunan Standar Operasional Prosedur
  110. SOP/UPM/DJBM-126 Rev:01 tentang Prosedur Tata Kerja Penilik Jalan
  111. SOP/UPM/DJBM-149 tentang Prosedur Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Pengendalian Risiko, dan Peluang
  112. SOP/UPM/DJBM-150 tentang Proserdur Permohonan Persetujuan Izin Kerja Pekerjaan Resiko Besar
  113. SOP/UPM/DJBM-151 tentang Prosedur Izin Penggunaan Daa Kegiatan Mendesak dan Tanggap Darurat (PMTD) Akibat Bencana Bidang Bina Marga
  114. SOP/UPM/DJBM-152 tentang Prosedur Pendampingan Teknis
  115. SOP/UPM/DJBM-154 tentang Prosedur Pelaksanaan SMKK
  116. SOP/UPM/DJBM-156 tentang Prosedur Pengelolaan Non Limbah B3
  117. SOP/UPM/DJBM-157 tentang Prosedur Pelaksanaan Pembinaan (Diseminasi, Sosialisasi, Workshop, Bimbingan Teknis dan Konsultasi)
  118. SOP/UPM-SMKK/DJBM-155 tentang Prosedur Pengelolaan Limbah B3
  119. SOP/UPM-SML/DJBM-05 Rev:01 tentang Prosedur Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Pengelolaan Emisi, Debu, Kebisingan dan Getaran
  120. SOP/UPM-SML/DJBM-153 tentang Prosedur Penyusunan Dokumen Lingkungan
  121. SOP/UPM/DJBM-158 Tentang Standar Operasional Prosedur Advis Teknis
  122. SOP/UPM-K3/DJBM-03 Revisi 01 Tentang Investigasi Kecelakaan dan Pelaporan
  123. SOP/UPM/DJBM-119 Revisi 01 Tentang Serah Terima Hasil Pekerjaan Fisik (Pekerjaan Konstruksi)
  124. SOP/UPM/DJBM-82 Revisi 01 Tentang Pelaksanaan Serah Terima Lapangan
  125. SOP/UPM/DJBM-89 Revisi 01 Tentang Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre Construction Meeting)
  126. SOP/UPM/DJBM-106 Revisi 01 Tentang Pelaksanaan Tindak Lanjut Deviasi Progres Laporan E-Mon
  127. SOP/UPM/DJBM-03 Revisi 01 TENTANG PEMANTAUAN DAN PENGUKURAN LINGKUNGAN
  128. Prosedur Pemrograman Pembangunan Jembatan Gantung Untuk Pejalan Kaki
  129. SOP/UPM/DJBM-71 Prosedur Rapat Pesiapan Penunjukan (Pre Award Meeting)
  130. SOP/UPM/DJBM-159 Prosedur Mekanisme Pelaporan Manajemen Risiko
  131. SOP/UPM/DJBM-160 Standar Operasional Prosedur Penghargaan Penerapan Manajemen Risiko
  132. SOP/UPM/DJBM-01 tentang Standar Operasional Prosedur Pengendalian Dokumen NSPK
  133. SOP/UPM/DJBM-66 Rev:01 Standar Operasional Prosedur Pemilihan Jasa Konsultansi Perseorangan (E-Seleksi)
  134. SOP/UPM/DJBM-116 Rev:01 Standar Operasional Prosedur Penyesuaian Harga (Price Adjustment)
  135. SOP/UPM/DJBM-161 Standar Operasional Prosedur Penyusunan Rencana Umum Pengadaan
  136. SOP/UPM/DJBM-162 Standar Operasional Prosedur Penyusunan Kebijakan Perencanaan Jalan Tol
  137. SOP/UPM/DJBM-163 Standar Operasional Prosedur Penyusunan Rencana Umum Jaringan Jalan Tol
  138. SOP/UPM/DJBM-164 Standar Operasional Prosedur Penyusunan Rencana Ruas - Ruas Jalan Tol
  139. SOP/UPM/DJBM-165 Standar Operasional Prosedur Persiapan Pengusahaan Jalan Tol
  140. SOP/UPM/DJBM-166 Standar Operasional Prosedur Evaluasi dan Persetujuan Prakarsa
  141. SOP/UPM/DJBM-167 Standar Operasional Prosedur Pengajuan Dukungan Kelayakan Jalan Tol
  142. SOP/UPM/DJBM-79 Rev:01 Standar Operasional Prosedur Sertifikasi Laik Operasi Asphalt Mixing Plant (AMP) dan Batching Plant
  143. SOP/UPM/DJBM-70 Rev:01 Standar Operasional Prosedur Penetapan Kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi
  144. SOP/UPM/DJBM-109 Rev:01 Standar Operasional Prosedur Pengajuan Gambar Rekaman Akhir (As Built Drawing)
  145. SOP/UPM/DJBM-133 Rev:01 Standar Operasional Prosedur Pemantauan dan Evaluasi
  146. SOP/UPM/DJBM-55 Rev:01 Standar Operasional Prosedur Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan
  147. SOP/UPM/DJBM-57 Rev:01 tentang Pengkajian Ulang Rencana Umum Pengadaan (PURUP)
  148. SOP/UPM/DJBM-103 Rev:01 tentang Perubahan Kontrak
  149. SOP/UPM/DJBM-114 Rev:01 tentang Pengendalian Laporan Manajer Kendali Mutu
  150. SOP/UPM/DJBM-100 Rev:01 tentang Revisi Desain
  151. SOP/UPM/DJBM-142 Prosedur Penyusunan Rancangan Peraturan Menteri
  152. SOP/UPM/DJBM-110 Rev:01 tentang Kontrak Kritis
  153. SOP/UPM/DJBM-113 Rev:01 tentang Pelaporan Pekerjaan Konstruksi
  154. SOP/UPM/DJBM-08 Rev:01 tentang Penyiapan Program Investigasi Lokasi Rawan Kecelakaan
  155. SOP/UPM/DJBM-118 Rev:01 tentang Proses Penyelesaian Pekerjaan
  156. SOP/UPM/DJBM-117 Rev:01 tentang Serah Terima Hasil Pekerjaan Desain
  157. SOP/UPM/DJBM-120 Rev:01 tentang Serah Terima Pengadaan Barang (Suku Cadang)
Sub Total Prosedur : 157

D. Kriteria

  1. SKh-1.3.22 Penyalir Vertikal Pra-Fabrikasi (Prefabricated Vertical Drain, PVD)
  2. SKh-1.7.39 Tension Rod
  3. SKh-1.7.40 Baut TCB, M24
  4. SKh-1.7.41 Karet Fender (Rubber Fender)
  5. SKh-1.7.47 Beton Struktur Kinerja Tinggi Fc’35 MPa
  6. SKh-1.7.48 Penyediaan Baja Struktur Grade 355 (Kuat Leleh 355 MPa)
  7. SKh-1.7.50 Penggantian End Cap dan Filler Pelindung PWS Cable System
  8. SKh-1.7.51 Perbaikan HDPE Stay Pipe PWS Cable System
  9. SKh-1.7.52 Perlindungan Tiang Pancang Jembatan di Lingkungan Laut dengan Jacketing System of Underwater Epoxy Grout
  10. SKh-1.9.8 Tempat Istirahat dan Fasilitasnya pada Jembatan Pulau Balang
  11. SKh-1.5.13 Perkerasan Menerus Panel Beton Pracetak-Pratekan Tanpa Lekatan
  12. SKh-1.7.53 Perlindungan Korosi Tiang Pancang Baja/Beton di Lingkungan Air Laut dengan Sistem Proteksi Katodik Anoda Korban Galvanic Zinc
  13. SKh-1.7.45 Dinding Penahan Tanah yang Distabilisasi Secara Mekanis
  14. SKh-3.7.18 Beton Semprot (Shotcrete)
  15. SKh-2.7.19 Soil Nailing
  16. SKh-1.3.19 Lereng Tanah yang Diperkuat dengan Geosintetik
  17. SKh-1.7.49 Geokomposit Semen untuk Pengendalian Erosi Lereng
  18. SKh-1.9.7 Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS)
  19. SKh-1.M.05 Lapis Fondasi Bahu Jalan Tanah Semen
  20. SKh-1.7.28 Sistem Pelindung Pantai Terhadap Abrasi (Armor) Menggunakan Blok Beton
  21. SKh-1.7.48 Perlindungan Tiang Pancang Baja dengan Lapis Lindung Glass Flake
  22. SKh-1.M.03 Cat Termoplastik dengan Bahan Pengikat Rosin Ester untuk Marka Jalan
  23. SKh-1.M.04 Bahan Aspal yang Mengandung Karet Alam Padat
  24. SKh-1.7.47 Isolator Gempa Menggunakan Bantalan Karet Inti Timbal (Lead Rubber Bearing, LRB) untuk Jembatan
  25. SKh-1.7.42 Sistem Monitoring Kesehatan Struktur (MKS) Jembatan
  26. SKh-1.9.5 Rosin Ester Sebagai Bahan Zat Perekat (Binder) pada Campuran Cat Marka Jalan Termoplastik
  27. SKh-1.3.21 Drainase Pasir Horizontal (Horizontal Sand Drain)
  28. SKh-1.7.43 Beton Pracetak
  29. SKh-1.9.4 Pekerjaan Yang Dilaksanakan Secara Padat Karya
  30. SKh-2.M.04 Aspal Karet Alam Padat
Sub Total Kriteria: 55

Total NSPK : 842 Dokumen