NSPK

Beranda Produk Semua
Beranda Produk Semua
 

NSPK - Semua   |   Rekap NSPK

Kategori Judul Dokumen Tahun Viewed

Kriteria Spesifikasi Khusus Interim
SKh.1.7.66 Spesifikasi Khusus Interim Serat Makro Sintesis

a). Pekerjaan ini mencakup penggunaan dan tata cara pencampuran serat makro sintetis dalam pembuatan beton normal. Serat makro sintetis tersebut diterapkan pada pekerjaan beton normal dengan dimensi atau permukaan yang luas seperti perkerasan kaku dan/atau pelat lantai jembatan (slab). b). Penambahan serat makro sintetis ke dalam campuran beton bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan performa pasca-retak (post-cracking performance), yang meliputi kuat lentur, daktilitas, dan/atau ketangguhan lentur (flexural toughness). Implementasi dan persyaratan kinerja spesifik harus sesuai dengan detail yang disyaratkan dalam Gambar. c). Serat makro sintetis dalam Spesifikasi Khusus ini terbuat dari bahan resin Polypropilena dan Polyetilena yang berfungsi sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan kinerja beton dengan bentuk, ukuran, dan kekuatan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Spesifikasi Khusus ini. d). Pekerjaan ini meliputi pengadaan serat makro sintetis, pencampuran, penghamparan, dan pengujian beton yang ditambahkan serat makro sintetis dalam proses pencampurannya.

2026-08-18 14:48:02
2026 173

Kriteria Spesifikasi Khusus Interim
SKh.2.6.10 Campuran Beraspal Panas Menggunakan Limbah Plastik

a). Standar ini menetapkan persyaratan bahan dan persyaratan campuran beraspal panas bergradasi menerus (Laston) menggunakan limbah plastik untuk lapis aus (wearing course), lapis antara (binder course), dan untuk lapis fondasi (base course). b). Limbah plastik yang digunakan dalam Spesifikasi Khusus ini adalah  limbah plastik kresek yang termasuk jenis Low Density Polyethilene (LDPE) atau High Density Polyethylene (HDPE) yang sudah dipilah, dicacah, dan dicuci di pabrik pemrosesan. c). Spesifikasi Umum yang digunakan untuk dokumen ini adalah Spesifikasi Umum 2025 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan.

2026-08-06 10:59:39
2026 368
Kriteria Spesifikasi Khusus
Spesifikasi Khusus Galian Biasa untuk Timbunan Tambahan Sementara Sebagai Material Surcharge

Spesifikasi Khusus Galian Biasa untuk Timbunan Tambahan Sementara Sebagai Material Surcharge, terdiri atas 1. SS4.02 Umum; 2. SS4.03 Galian Biasa (Common Excavation), Galian Batu Lunak, Galian Perkerasan Berbutir, dan Galian Perkerasan Beton; 3. SS4.06 Pembentukan Timbunan Badan Jalan dan Daerah Urugan; 4. SS4.16 Timbunan Tambahan Sementara sebagai Material Surcharge

2026-07-29 08:36:07
2026 458
Peraturan Menteri
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pengambilalihan dan Pengoperasian Jalan Tol Setelah Masa Konsesi Berakhir

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

2026-07-27 15:12:47
2026 204
Peraturan Menteri
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 Tahun 2026 tentang Penggunaan Aspal Buton Olahan untuk Pembangunan dan Preservasi Jalan

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor  18/PRT/M/2018 tentang Penggunaan Aspal Buton untuk  Pembangunan dan Preservasi Jalan (Berita Negara Republik  Indonesia Tahun 2018 Nomor 891), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

2026-07-27 15:00:35
2026 252
Pedoman Teknis Bidang Jalan
No. 10/P/BM/2026 tentang Pedoman Instalasi, Kalibrasi, Validasi dan Operasional Sistem Weigh-In-Motion Perkerasan Jalan

Pedoman ini menetapkan ketentuan perencanaan, spesifikasi teknis komponen, tata cara instalasi, dan metode kalibrasi, serta prosedur validasi dan uji keberterimaan guna menjamin akurasi, konsistensi data, dan legalitas operasional sistem Weigh-in-Motion (WIM) secara berkelanjutan.

2026-07-27 11:45:11
2026 324
Pedoman Teknis Bidang Jalan
No. 09/P/BM/2026 tentang Pedoman Pengumpulan Data Beban Sumbu Kendaraan

Pedoman ini mengatur ketentuan dan tata cara penyelenggaraan pengumpulan data beban sumbu kendaraan secara dinamis atau Weigh-In-Motion (WIM) pada jaringan jalan, yang meliputi prinsip dan konsep sistem WIM, organisasi dan kelembagaan, perencanaan lokasi dan pos WIM, persyaratan teknis sistem dan peralatan, pengumpulan, dan pemanfaatan data, penentuan teknologi dan desain lokasi. Pedoman ini digunakan sebagai acuan dalam mendukung kegiatan perencanaan, evaluasi, dan pengelolaan infrastruktur jalan serta analisis karakteristik lalu lintas kendaraan barang, dan tidak dimaksudkan untuk kepentingan penegakan hukum terhadap pelanggaran muatan kendaraan.

2026-07-27 11:37:29
2026 349
Kriteria Spesifikasi Khusus Interim
SKh.1.7.67 Bronjong Mesh Tulangan Baja Galvanis

Pekerjaan ini mencakup penyediaan, perakitan, pengisian, dan pemasangan bronjong mesh tulangan baja galvanis sebagai struktur penahan tanah atau pelindung tebing/sungai untuk menahan erosi, longsoran, tumbukan akibat aliran debris material. Bronjong mesh tulangan baja galvanis adalah struktur berbentuk keranjang yang terbuat dari tulangan baja yang dilapisi galvanis, dirangkai menjadi satu kesatuan dan diisi dengan batu untuk memberikan stabilitas geser terhadap tumbukan, erosi, dan gerusan.

2026-07-24 10:52:10
2026 305
Manual Manajemen
No. 04 /M /BM /2026 tentang Manual Manajemen Proyek (Project Management Manual) KPBU Kegiatan Pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) di Provinsi Sumatera Barat

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen menyediakan infrastruktur jalan nasional yang berkeselamatan dan mengurangi angka kecelakaan di titik-titik rawan kecelakaan (blackspot). Indikasi penanganan jalan termuat dalam dokumen Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional Tahun 2020-2040. Salah satu rencana Flyover/Underpass/Terowongan Khusus/Jembatan Bentang Panjang di Provinsi Sumatera Barat adalah Pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I). Lokasi proyek berada di ruas jalan nasional Batas Kota Padang-Simpang Lubuk Begalung Nomor Ruas 043.11 sebagaimana nama ruas terdahulu adalah Ruas Batas Kota Padang-Jln. Simpang Haru yang merupakan jalan arteri primer yang menghubungkan Kota Solok dengan Kota Padang di Provinsi Sumatera Barat. Pada ruas ini terdapat segmen jalan yang alinyemen vertikal dan horizontal di luar standar, sehingga cukup ekstrem untuk dapat dilalui oleh kendaraan-kendaraan besar yang membawa/mendistribusikan kebutuhan konsumsi masyarakat. Lokasi ini dikenal luas oleh masyarakat Sumatera Barat dengan nama Panorama I (Sitinjau Lauik I) karena dari tikungan ini bisa memandang dari ketinggian ke arah Kota Padang/Laut/ Samudera Hindia. Untuk dapat melewati tikungan ini, dibutuhkan skema antrian bergantian karena radius putar kendaraan dari arah Kota Padang yang harus memakai lajur dari arah Solok untuk dapat menanjak. Akibatnya tidak jarang juga terjadi kecelakaan akibat gagalnya kendaraan untuk melintasi tikungan ini.

2026-07-23 11:58:11
2026 160

No. 08/P/BM/2026 tentang Pedoman Pengujian Pascapelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Perkerasan Jalan dan Beton Struktur

Pedoman ini mengatur tata cara pelaksanaan pengujian teknis pascapelaksanaan pekerjaan konstruksi perkerasan jalan dan beton struktur untuk memperoleh informasi mengenai kondisi, dimensi, kuantitas, dan kualitas hasil pekerjaan. Pedoman ini mencakup ketentuan mengenai pemeriksaan dokumen, pemeriksaan visual lapangan, penentuan lokasi dan jumlah titik uji, pengambilan contoh uji, metode pengujian, serta evaluasi hasil pengujian pada perkerasan jalan dan beton struktur. Untuk pekerjaan jalan, pedoman ini meliputi pengujian pada perkerasan beraspal, perkerasan kaku yang diperlukan untuk menilai kondisi dan mutu hasil pekerjaan. Untuk pekerjaan beton struktur, pedoman ini meliputi pemeriksaan visual, pengukuran dimensi dan geometri struktur, pengujian tidak merusak (non-destructive test), dan pengujian merusak (destructive test). Pedoman ini digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengujian pascapelaksanaan pekerjaan konstruksi perkerasan jalan danbeton struktur secara sistematis, objektif, dan konsisten.

2026-07-23 11:36:18
2026 309