Berita

Beranda Berita Peningkatan Jalan Teuki Cik Ditiro Berdampak pada Pariwisata di Kemiling
Beranda Berita Peningkatan Jalan Teuki Cik Ditiro Berdampak pada Pariwisata di Kemiling

Peningkatan Jalan Teuki Cik Ditiro Berdampak pada Pariwisata di Kemiling

  •  18 Juni 2026
  • Berita/Umum
  • 309 viewed
Foto: Peningkatan Jalan Teuki Cik Ditiro Berdampak pada Pariwisata di Kemiling

Bandar Lampung – Peningkatan Jalan Teuku Cik Ditiro sangat berdampak pada sektor pariwisata di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Wilayah ini merupakan salah satu pusat wisata di Provinsi Lampung dengan potensi wisata alam seperti perbukitan, ekowisata, wisata edukasi, dan wisata keluarga. Selain itu, peningkatan ruas tersebut merupakan bentuk apresiasi atas prestasi Kota Bandar Lampung yang meraih Juara III Kategori Pemerintah Kota, pada Lomba Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Kebinamargaan dalam rangka Hari Jalan Tahun 2024. Hal tersebut diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Lampung, M. Andi Pratama saat dikonfirmasi melalui jaringan seluler pada Hari Rabu (17/06/2026).

“Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025 telah merampungkan paket pekerjaan yang didanai APBN Tahun Anggaran 2025. Paket pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp19,41 miliar dilaksanakan selama 76 hari kalender dan selesai pada 10 Januari 2026,” ujar Andi.

Lebih lanjut Andi menjelaskan ruang lingkup pekerjaan yang dilaksanakan mencakup pembangunan jalan sepanjang 928 meter dua jalur dengan lebar total 15 meter, terdiri atas dua lajur masing-masing selebar 6,5 meter dan median 1 meter. Struktur jalan menggunakan perkerasan beton semen rigid pavement dengan kuat lentur Fs 3,8 MPa dan tebal 20 sentimeter, dilengkapi bahu jalan rabat beton, saluran U-Ditch dan pasangan batu mortar, trotoar batu alam, serta lampu penerangan jalan guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Menurut Andi, kondisi geografis lokasi menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pekerjaan. Tahapan konstruksi diawali dengan pekerjaan cut and fill karena sebagian ruas berada pada kawasan perbukitan dan rawa.

“Khusus pada area rawa, dilakukan perbaikan tanah dasar dengan mengganti tanah eksisting hingga kedalaman dua meter menggunakan timbunan pilihan berbutir yang dipasang secara berlapis untuk memastikan kestabilan konstruksi dan umur layanan jalan yang optimal,” ungkap Andi.

Selanjutnya Andi mengungkapkan bahwa peningkatan Jalan Teuku Cik Ditiro dilaksanakan sesuai standar dan spesifikasi teknis yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dengan target umur rencana mencapai 20 tahun. Jalan ini menjadi akses utama yang menghubungkan Jalan Teuku Cik Ditiro dengan kawasan pariwisata, permukiman, dan perkebunan di Kecamatan Kemiling.

“Jika sebelumnya ruas tersebut hanya dapat dilalui satu kendaraan kecil secara terbatas, kini jalan telah mampu melayani kendaraan besar hingga bus wisata sehingga akses wisatawan dan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar,” kata Andi.

Selain itu, Andi menerangkan dampak positif pembangunan ini diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisata, memperlancar distribusi hasil perkebunan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Infrastruktur yang lebih baik juga mendukung peningkatan keselamatan berlalu lintas, mengurangi waktu tempuh perjalanan, dan memperkuat konektivitas antarwilayah yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan jalan ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Pemerintah daerah mendukung melalui penyediaan lahan, sosialisasi kepada masyarakat, serta penertiban bangunan yang terdampak. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak swasta terkait pemindahan dan penggeseran tiang utilitas yang berada di lokasi konstruksi, Selain itu, dukungan masyarakat dan pemerintah setempat dalam menjaga kelancaran lalu lintas serta keamanan lingkungan turut menjadi faktor penting keberhasilan proyek.” ucap Andi

Andi juga menjelaskan, meski menghadapi tantangan berupa waktu pelaksanaan yang relatif singkat, kondisi musim penghujan pada bulan Desember, serta lokasi pekerjaan yang berada di jalur wisata, proyek tetap dapat diselesaikan sesuai target melalui pengendalian jadwal yang ketat, pelaksanaan pekerjaan secara simultan, serta koordinasi intensif dengan kepolisian dan pengelola tempat wisata terkait pengaturan lalu lintas.

“Setelah pembangunan selesai, aset jalan tersebut akan diserahkan oleh BPJN Lampung kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk selanjutnya dikelola sesuai kewenangan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan apresiasi atas pembangunan jalan tersebut dan menegaskan bahwa program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kehadiran infrastruktur yang lebih baik diharapkan semakin memperkuat konektivitas kawasan pariwisata, permukiman, dan perkebunan yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat,” harap Eva. (Fqn/Rko)