Berita

Beranda Berita Ditjen Bina Marga Dukung Operasional Penuh Terminal Kijing Kalimantan Barat
Beranda Berita Ditjen Bina Marga Dukung Operasional Penuh Terminal Kijing Kalimantan Barat

Ditjen Bina Marga Dukung Operasional Penuh Terminal Kijing Kalimantan Barat

  •  06 Mei 2026
  • Berita/Umum
  • 290 viewed
Foto: Ditjen Bina Marga Dukung Operasional Penuh Terminal Kijing Kalimantan Barat

Pontianak - Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar Hadiri Forum Group Discussion (FGD) Percepatan Operasional Penuh Terminal Internasional Kijing bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang diinisiasi oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) guna memperkuat sinergi dalam mendorong percepatan operasional Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada hari Selasa (05/05/26) di Pontianak Kalimantan Barat.

 

Roy mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Bandara Supadio dengan Terminal Kijing sepanjang kurang lebih 100 kilometer menjadi langkah strategis dalam menciptakan konektivitas multimoda antara transportasi udara dan laut.

 

“Integrasi ini akan mempercepat arus logistik sekaligus meningkatkan daya saing wilayah Kalimantan Barat,” jelasnya.

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, maupun sektor swasta.

 

Untuk itu, dibutuhkan sinergi yang kuat, termasuk keterlibatan berbagai pihak dalam skema pembiayaan, seperti Pelindo, perbankan daerah, maupun BUMD.

 

Ia menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan akses menuju terminal, termasuk percepatan pembangunan jalan dan jembatan serta rencana pengembangan jalan tol yang menghubungkan kawasan strategis di Kalimantan Barat.

 

"Dukungan investasi yang terintegrasi akan membantu menciptakan iklim investasi yang lebih efisien, sehingga pada akhirnya dapat menekan biaya pembangunan dan berdampak pada tarif tol yang lebih terjangkau,” jelasnya.

 

Menurutnya, untuk optimalisasi Terminal Kijing, sinergi yang kuat salah satunya juga termasuk dukungan kebijakan dari pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, seperti insentif terkait Pajak Bumi dan Bangunan maupun retribusi daerah lainnya. Hal ini penting untuk menekan biaya investasi dan meningkatkan efisiensi logistik.

 

“Diperlukan sinergi yang kuat, termasuk dukungan kebijakan dari pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, seperti insentif terkait Pajak Bumi dan Bangunan maupun retribusi daerah lainnya. Hal ini penting untuk menekan biaya investasi dan meningkatkan efisiensi logistik,” tambahnya.

 

Roy juga menegaskan pentingnya komitmen dari seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan operasional Terminal Kijing.

 

"Komitmen masing-masing stakeholder sangat dibutuhkan, baik dalam penyediaan infrastruktur, dukungan kebijakan, maupun percepatan implementasi di lapangan. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat memastikan Terminal Kijing berfungsi optimal sebagai simpul logistik utama di Kalimantan Barat,” tambahnya.

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan berharap pemerintah pusat agar membuka akses jalan, baik melalui pembangunan tol maupun jalur alternatif, guna mengurai hambatan logistik.

 

“Percepatan operasional penuh Terminal Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Krisantus.

 

Turut hadir dampingi Dirjen Bina Marga Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Wilan Oktavian, Direktur Jalan Bebas Hambatan Dedy Gunawan serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat Chandra Syah Parmance.