Berita

Beranda Berita JEMBATAN KRUENG TINGKEUM SUDAH DAPAT DILALUI, TEUPIN MANE DITARGETKAN FUNGSIONAL AKHIR SEPTEMBER
Beranda Berita JEMBATAN KRUENG TINGKEUM SUDAH DAPAT DILALUI, TEUPIN MANE DITARGETKAN FUNGSIONAL AKHIR SEPTEMBER

JEMBATAN KRUENG TINGKEUM SUDAH DAPAT DILALUI, TEUPIN MANE DITARGETKAN FUNGSIONAL AKHIR SEPTEMBER

  •  20 Sept 2026
  • Berita/Umum
  • 186 viewed
Foto: JEMBATAN KRUENG TINGKEUM SUDAH DAPAT DILALUI, TEUPIN MANE DITARGETKAN FUNGSIONAL AKHIR SEPTEMBER

Aceh – Penanganan permanen rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh terus dilakukan. Jembatan Krueng Tingkeum yang menjadi jalur utama logistik Sumatera Utara–Banda Aceh telah dibuka untuk lalu lintas pada 20 September 2026. Sementara Jembatan Teupin Mane yang merupakan jalur utama penghubung Bireuen–Takengon ditargetkan dapat difungsikan pada akhir September 2026.

 

Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar saat meninjau sejumlah titik penanganan permanen pascabencana di Aceh pada Rabu hingga Jumat (16–18/09/2026) menyampaikan bahwa sejumlah jembatan strategis penghubung antarkota di Aceh yang terdampak bencana saat ini terus ditangani.

 

“Jembatan Krueng Tingkeum merupakan salah satu jembatan yang terdampak bencana di akhir tahun 2025. Setelah dilakukan uji dinamis dan dilanjutkan uji statis, Jembatan Krueng Tingkeum ini akan open traffic di tanggal 20 September 2026, dan diharapkan jembatan ini bisa digunakan semaksimal mungkin oleh masyarakat,” ujar Roy.

 

Sementara itu, Jembatan Teupin Mane terus dikerjakan agar dapat segera difungsikan. Jembatan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas Bireuen dan Takengon serta mobilitas masyarakat di wilayah sekitarnya.

 

Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini mengatakan BPJN Aceh terus melakukan penanganan untuk memulihkan infrastruktur jalan dan jembatan yang terdampak bencana.

 

“Sampai saat ini kami masih terus berupaya keras untuk menstabilkan kelancaran mobilitas masyarakat, dan beberapa titik yang terdampak bencana untuk penanganan permanennya perlahan sudah mulai rampung, seperti Jembatan Teupin Mane, Jembatan Krueng Tingkeum, Jembatan Meureudu dan jembatan lainnya,” ujar Zulkarnaini.

 

Untuk Jembatan Teupin Mane, progres pelaksanaan saat ini mencapai 85,4%. Kasatker M. Abdul Aziz G. mengatakan pekerjaan terus berlangsung agar jembatan tersebut dapat difungsikan sesuai target.

 

“Kami menargetkan pada 30 September 2026 jembatan ini sudah dapat difungsikan dengan progres pekerjaan mencapai 99%,” ujar Aziz.

 

Peninjauan Direktorat Jenderal Bina Marga tersebut turut didampingi Direktur Utama PT PP dan PT Adhi Karya untuk memonitor progres penanganan permanen pascabencana di Aceh, sekaligus mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan konstruksi di lapangan. (Dit/fur)