Peningkatan Jalan Marga Mulya–Sei Dua Laut Perkuat Konektivitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanah Bumbu
- 12 Juni 2026
- Berita/Umum
- 1701 viewed
Tanah Bumbu – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025–2026 terus memperkuat konektivitas wilayah melalui kegiatan Peningkatan Ruas Jalan Marga Mulya–Sei Dua Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Progres saat ini sudah mencapai 91% dan direncanakan Provisional Hand Over (PHO) atau Serah Terima Pertama Pekerjaan (STTP) pada 12 Agustus 2026.
Hal tersebut diungkakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Sufian saat dikonfirmasi melalui jaringan seluler pada hari Rabu (06/10/26). Sufian juga mengatakan proyek yang didanai melalui APBN dengan nilai kontrak sebesar Rp41,67 miliar ini dilaksanakan dengan skema Multi Years Contract (MYC) dan mencakup penanganan jalan sepanjang 8,77 kilometer dengan lebar badan jalan 6,50 meter, serta perkerasan Hot Rolled Sheet (HRS)-Base dan HRS-WC
Sebagi Informasi, HRS-Base dan HRS-WC adalah jenis lapisan perkerasan beraspal yang termasuk dalam sistem Hot Rolled Sheet (HRS) atau Lataston (Lapis Tipis Aspal Beton). Keduanya disusun berlapis untuk membentuk permukaan jalan yang kuat, kedap air, dan nyaman dilalui.
“Jalan ini menjadi penghubung penting antara kawasan permukiman, sentra produksi, pusat perdagangan, sektor pertanian, perkebunan, serta berbagai fasilitas pelayanan umum yang menjadi penopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Menurut Sufian, pembangunan jalan yang lebih andal akan memberikan dampak langsung terhadap kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa. Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, keberadaan infrastruktur yang lebih baik juga diharapkan mampu memperluas aksesibilitas wilayah sehingga mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanah Bumbu.
“Dampak positif yang diharapkan dari proyek ini antara lain meningkatnya konektivitas antara kawasan produksi, permukiman, dan pusat distribusi sehingga pergerakan orang dan barang menjadi lebih efisien. Jalan yang lebih baik juga akan mendukung distribusi hasil perkebunan karet dan kelapa sawit, sektor perikanan, peternakan, serta komoditas unggulan daerah menuju pasar maupun pelabuhan tujuan,” ujarnya
Lebih lanjut, “Selain itu, masyarakat akan memperoleh kemudahan akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, pelayanan publik, hingga lokasi wisata yang telah berkembang di kawasan tersebut,” harap Sufian.
Sufian menambahkan, pelaksanaan Program IJD pada ruas jalan ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pemerintah daerah memberikan dukungan melalui penyediaan dokumen perencanaan, dukungan teknis, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan lokasi kegiatan. Terlebih lagi, dalam pelaksanaan pembangunan memanfaatkan tenaga kerja lokal, material, dan jasa pendukung dari wilayah sekitar.
Selanjutnya, Sufian menjelaskan saat pelaksanaan proyek dirinya menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kondisi cuaca hujan yang mempengaruhi pekerjaan tanah, agregat, dan pengaspalan, fluktuasi harga serta ketersediaan material konstruksi, serta kebutuhan koordinasi dengan berbagai pihak agar pekerjaan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Untuk mengatasi kendala tersebut, pelaksana pekerjaan bersama tim pengawas dan pihak terkait melakukan berbagai langkah mitigasi, seperti penyesuaian jadwal berdasarkan prakiraan cuaca, optimalisasi sumber daya, penguatan manajemen pengadaan material, serta monitoring dan evaluasi pekerjaan secara berkala,” katanya
Sufian melanjutkan, Berkat langkah-langkah tersebut, progres pekerjaan saat ini telah mencapai 91 persen dan berjalan sesuai target yang ditetapkan. Seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai standar dan spesifikasi teknis Kementerian Pekerjaan Umum sehingga mutu pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan dari aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan. Adapun target umur rencana jalan sesuai Manual Desain Konstruksi (MDK) mencapai 10 hingga 20 tahun.
“Dengan selesainya pembangunan ruas Jalan Marga Mulya–Sei Dua Laut, kami berharap konektivitas wilayah semakin kuat, pelayanan transportasi semakin baik, serta tercipta multiplier effect yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu secara berkelanjutan,” ucap Sufian. (Fqn)