Direktorat Jenderal Bina Marga Luncurkan InaRAP untuk Menghilangkan Jalan Berisiko Tinggi di Indonesia
- 27 Apr 2026
- Berita/Umum
- 750 viewed
Jakarta – Mewakili Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, bekerja sama dengan International Road Assessment Programme (iRAP), secara resmi menandatangani perjanjian pembentukan Indonesia Road Assessment Programme (InaRAP), sebuah inisiatif nasional yang bertujuan untuk secara signifikan mengurangi angka kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas. Penandatanganan ini dilaksanakan pada Rabu (23/04/2026) di Jakarta, Indonesia.
Indonesia Road Assessment Programme (InaRAP) bertujuan untuk menghilangkan jalan-jalan berisiko tinggi serta menekan dampak besar dari kecelakaan lalu lintas yang menurut World Health Organization (WHO) merenggut lebih dari 31.000 jiwa setiap tahunnya di Indonesia, menyebabkan lebih dari satu juta cedera serius, serta menimbulkan kerugian ekonomi tahunan sekitar US$38 miliar.
Dalam peluncuran program tersebut, Pantja Dharma Oetojoe, Direktur Bina Teknik Jalan dan Jembatan Ditjen Bina Marga, menyampaikan bahwa dalam upaya menurunkan angka fatalitas, pembentukan InaRAP dapat mendukung pencapaian Pilar 2 (Jalan yang Lebih Aman) dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Inisiatif ini berperan strategis dalam menyediakan basis data untuk perencanaan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi alokasi anggaran melalui peningkatan jalan yang lebih tepat sasaran, serta memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan.
“Dipimpin oleh Ditjen Bina Marga dan didukung oleh iRAP, InaRAP bertujuan untuk memperkuat program-program yang telah ada, menghimpun para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas keselamatan jalan, memungkinkan penilaian risiko secara sistematis pada jalan eksisting maupun desain jalan, serta mendukung implementasi investasi berbasis bukti guna meningkatkan keselamatan jalan,” ujar Pantja.
Greg Smith, Chief Excutive Officer (CEO) iRAP, menyatakan bahwa peluncuran InaRAP merupakan langkah penting dalam perjalanan keselamatan jalan di Indonesia. Melalui inisiatif ini, terdapat peluang untuk memastikan bahwa jalan direncanakan, dirancang, dan dipelihara sehingga setiap perjalanan menjadi lebih aman.
Bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Marga, mitra lokal, serta menghubungkan dengan keahlian internasional, iRAP berkomitmen mendukung Indonesia dalam mencapai target keselamatan jalan demi infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan.
“InaRAP akan memanfaatkan metodologi Star Rating yang telah diakui secara global serta alat perencanaan investasi yang memberikan ukuran objektif berbasis bukti terhadap tingkat keselamatan yang ‘tertanam’ pada jalan bagi pengguna kendaraan, pengendara sepeda motor, pesepeda, dan pejalan kaki. Jalan dengan peringkat bintang lima adalah yang paling aman, sedangkan bintang satu adalah yang paling tidak aman,” ujar Greg Smith.
Greg Smith juga menyampaikan bahwa berdasarkan iRAP Safety Insights Explorer, dengan mencapai Target Kinerja Keselamatan Jalan Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Global Road Safety Performance Target 4), yaitu sebagian besar perjalanan terjadi di jalan dengan peringkat minimal tiga bintang, Indonesia berpotensi mencegah lebih dari 10.300 kematian setiap tahun dengan manfaat ekonomi sebesar US$12,8 miliar—setara dengan pengembalian $10 untuk setiap $1 yang diinvestasikan.
“InaRAP akan melanjutkan berbagai kegiatan penilaian yang telah dilakukan oleh DGH serta inisiatif peningkatan kapasitas terbaru, termasuk melalui kerja sama dengan Indonesia Australia Partnership for Infrastructure (KIAT) yang telah melibatkan sekitar 200 profesional dalam pelatihan iRAP,” tambah Greg.
Greg Smith menambahkan bahwa InaRAP juga akan memanfaatkan teknologi big data dan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses penilaian keselamatan serta berkontribusi pada pengembangan pengetahuan global mengenai desain jalan yang aman, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang saat ini menjadi kelompok dengan tingkat fatalitas tertinggi di Indonesia.
Dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di kawasan Asia-Pasifik di tengah pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor, peluncuran InaRAP menjadi langkah penting dalam mendukung pencapaian target Dekade Aksi Keselamatan Jalan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengurangi setengah dari angka kematian dan cedera berat akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2030.