Ditjen Bina Marga Cek Ruas Jalan Pasca Terjadi Kecelakaan Lakalantas di Jalinsum
- 09 Mei 2026
- Berita/Umum
- 2909 viewed
Lubuk Linggau - Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Roy Rizali Anwar beserta jajaran meninjau lokasi pasca terjadinya kecelakaan lalu lintas Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan mobil tangki pengangkut bahan bakar di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas koridor Lubuk Linggau hingga batas Jambi, pada hari Jum’at (08/05/26). Roy juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada korban kecelakaan yang terjadi pada hari Rabu tanggal (06/05/26), dirinya berharap kedepan tentu perlu ditingkatkan kembali pengawasan baik dari sektor jalan, pengawasan dari pihak kepolisian lalu lintas maupun pengawasan operasional kendaraan pengangkut barang atau orang.
Tinjauan yang didampingi Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, Dirjen Bina Marga mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transposrtasi (KNKT) maupun dari Kementerian Perhubungan dan Kepolisian. Ia pun menjelaskan bahwa titik terjadinya kecelakaan barada di Jalan Lintas Tengah Sumatera Ruas Maur – Terawas yang memiliki panjang 35,98 kilometer, dengan lebar rata-rata 5,6 meter.
“Seperti kita ketahui ruas jalan Maur-Terawas ini merupakan bagian dari Jalan Lintas Sumatera koridor Lubuk Linggau hingga batas Jambi dengan kondisi kemantapan jalan nasional mencapai 91% dengan total Panjang 98 kilometer” jelas Roy.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Direktorat Jenderal Bina Marga, Hendro Satrio menyampaikan bahwa lubang yang berada di ruas Maur-Terawas relatif kecil dan tidak dalam, namun hal tersebut tetap menjadi perhatian untuk dilakukan penanganan dan perbaikan.
Saat ini Ditjen Bina Marga sedang menunggu hasil dari investigasi tersebut, karena informasi yang didapatkan baik di berita maupun di media sosial, ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan, diantaranya terdapat percikan api di mesin bus, kemudian dikarenakan microsleep dari supir yang kelelahan berkendara beberapa hari.
“Kita sudah lihat kondisinya sepanjang ruas jalan ini, kita melihat memang ada beberapa lubang yang ada di lokasi, namun lubangnya kecil kecil dan tidak dalam, dan juga memang saat ini sedang dilakukan investigasi oleh tim KNKT maupun dari Kementerian Perhubungan dan Kepolisian,” jelas Hendro.
Lebih lanjut, “Insya Allah dalam beberapa hari ini akan segera kita tambal semua lubang lubangnya, tadi sudah diinstruksikan oleh pak Dirjen Bina Marga agar menggunakan aspal karet yang memang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan punya stok yang cukup banyak, mungkin juga bisa dari AMP yang sudah produksi, kita juga bisa tambal pakai CPHMA tersebut,” jelas Hendro.
Hendro menyampaikan pihaknya melalui BBPJN Sumsel pada saat momen arus mudik dan arus balik lebaran 2026 ini sudah dilakukan preservasi jalan dan sudah tidak ada lubang lagi.
“Sebetulnya ruas jalan ini, pada saat kemarin jalur lebaran sudah tidak ada lubang lagi, sudah kita tangani, tapi ternyata dalam beberapa bulan ini terjadi hujan yang cukup tinggi intensitasnya, sehingga timbul lubang-lubang baru, dan sekarang juga sedang ditangani oleh pihak balai,” tuturnya.
Hendro berharap para pengguna jalan agar berhati-hati dalam berkendara, bagi para pengendara yang kelelahan agar segera istirahat, kemudian juga bisa mengecek kondisi kendaraannya dan juga hati-hati di jalan jangan sampai melebihi batas kecepatan.