Home Logo

ID EN

Rekayasa Lalu Lintas Simpang Cileunyi : Pembangunan Underpass Interchange Cileunyi


 15 Januari 2020 |   Berita/Umum |   148

Rekayasa Lalu Lintas Simpang Cileunyi : Pembangunan Underpass Interchange Cileunyi

Cileunyi - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Jakarta, akan mulai menangani pembangunan underpass interchange Cileunyi yang termasuk kedalam proyek jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi 1.

Underpass yang terletak di simpang Cileunyi ini dari arah exit tol Purbaleunyi menuju arah Garut atau Tasikmalaya memiliki panjang 200 Meter.

Adapun dalam pembangunan underpass ini untuk meminimalkan dampak kemacetan lalu lintas yang terjadi di simpang Cileunyi, BBPJN VI Jakarta bersama korps lantas polri, ditlantas polda jabar, dan dinas perhubungan siap mendukung untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan akan dilakukan rekayasa lalu lintas yang akan dimulai pada tanggal 15 Januari 2020 sampai dengan 13 Mei 2020 (H-10 idul fitri 2020), underpass ini ditargetkan akan selesai di Mei 2020 “rencana diselesaikan sebelum lebaran tepatnya di Mei 2020,” Ucap Hari Suko dalam acara pers conference (15/01).

Rekayasa lalu lintas yang dilakukan yakni penutupan sebagian simpang Cileunyi sehingga:

  1. Pengendara dari arah exit tol Cileunyi akan diarahkan berbelok kiri melewati Pasar Sehat Cileunyi kemudian berbelok kiri pada pertigaan tugu Cileunyi untuk menuju Cibiru kota Bandung atau berbelok kanan menuju Garut atau Tasikmalaya,
  2. Apabila terjadi kemacetan, pengendara dari arah exit tol Cileunyi menuju arah Garut atau Tasikmalaya telah disiapkan jalur contraflow pada simpang Cileunyi sehingga dapat berbelok langsung kearah kanan menuju Jalan Raya Cipacing Rancaekek,
  3. Pengendara dari arah Jatinangor Sumedang menuju gerbang masuk tol Cileunyi dan Cibiru kota Bandung pada simpang Cileunyi akan diarahkan berbelok kiri terlebih dahulu menuju Jalan Raya Cipacing Rancaekek sebelum dapat memutar arah kembali pada putaran pertama Cipacing,

“Saran kami untuk masyarakat sebisa mungkin menggunakan jalur-jalur alternatif untuk menghindari jalur ini, tapi kalau terpaksa harus menggunakan titik-titik yang agak sedikit padat harus bersabar dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk yang ada,” tambah Hari Suko. Jalur-jalur alternatif seperti:

  1. Exit tol Buah Batu (dari arah tol Purbaleunyi menuju kota Bandung dan Sumedang),
  2. Jalan Raya Parakan Muncang dan Jalan Raya Sayang (dari arah Sumedang menuju Garut atau Tasikmalaya dan kota Bandung),
  3. Jalan Raya Cijapati atau Sapan (dari arah Garut atau Tasikmalaya dan kota Bandung atau sebaliknya),
  4. Tol Cipali (untuk dari arah Cirebon menuju kota Bandung atau sebaliknya).