Berita

Beranda Berita Jembatan Bailey Krueng Pelang Aceh Tengah Sudah Fungsional, Kementerian PU Imbau Warga Patuhi Batas Beban demi Keselamatan
Beranda Berita Jembatan Bailey Krueng Pelang Aceh Tengah Sudah Fungsional, Kementerian PU Imbau Warga Patuhi Batas Beban demi Keselamatan

Jembatan Bailey Krueng Pelang Aceh Tengah Sudah Fungsional, Kementerian PU Imbau Warga Patuhi Batas Beban demi Keselamatan

  •  23 Jan 2026
  • Berita/Umum
  • 11 viewed
Foto: Jembatan Bailey Krueng Pelang Aceh Tengah Sudah Fungsional, Kementerian PU Imbau Warga Patuhi Batas Beban demi Keselamatan

Jembatan darurat (Bailey) Krueng Pelang, di Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, yang dibangun pascabencana kini telah difungsikan dan dapat dilalui masyarakat. Kehadiran jembatan sementara ini menjadi solusi krusial untuk memulihkan konektivitas warga yang sebelumnya terputus akibat kerusakan infrastruktur karena bencana longsor dan banjir.

 

Meski sudah beroperasi dan sangat membantu aktivitas masyarakat, masyarakat diimbau agar bersama-sama menjaga jembatan darurat tersebut, terutama terkait pembatasan beban kendaraan. Hal ini untuk menjaga ketahanan jembatan darurat agar tetap aman hingga pembangunan jembatan permanen Krueng Pelang yang rusak akibat bencana terealisasi.

 

"Untuk saat ini, alhamdulillah, (jembatan bailey) sudah fungsional dilewati masyarakat. Harus sama-sama kita menjaga, jangan sampai overloading yang bisa meruntuhkan jembatan darurat tersebut," kata PPK 3.2 Satker PJN Wilayah III BPJN Aceh, Ditjen Bina Marga, Kementerian PU, Chandra Irawan.

 

Jembatan darurat (Bailey) dibangun untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan, terutama untuk distribusi logistik, aktivitas ekonomi, hingga akses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Chandra berharap masyarakat mematuhi imbauan petugas di lapangan, termasuk rambu-rambu pembatasan muatan dan pengaturan lalu lintas yang telah dipasang. Dengan kerja sama antara pemerintah dan warga, jembatan darurat ini diharapkan dapat terus berfungsi dengan aman dan optimal.

 

Diketahui, upaya penanganan dampak bencana longsor di ruas Geumpang–Pameu, Pameu–Genting Gerbang, hingga Genting Gerbang–Simpang Uning di Aceh Tengah terus menunjukkan perkembangan signifikan.

 

Total terdapat 49 titik longsoran serta tiga jembatan rusak yang terdampak bencana di kawasan tersebut dan kini sudah pulih dan dapat dilintasi masyarakat.

 

"Dapat kami sampaikan dari ruas Geumpang-Pameu, Pameu-Genting Gerbang, dan Genting Gerbang-Simpang Uning (terjadi) 49 titik longsoran, terdiri dari 25 titik longsor atas dan 24 longsor bawah," kata Chandra.

 

Selain longsoran, kerusakan juga terjadi pada sejumlah jembatan vital yakni jembatan Simamora 2, Krueng Pelang dan Titi Merah.

 

“Sedangkan kerusakan terhadap jembatan ada tiga.  itu adalah Jembatan Simamora 2. Kemudian, Krueng Pelang dan Jembatan Titi Merah,” ujarnya.

 

Chandra menyebutkan, penanganan darurat di ruas tersebut telah mencapai 90 persen. Saat ini, fokus pekerjaan tinggal menyisakan satu jembatan yang masih dalam tahap penyelesaian.

 

"Progres hari ini sudah 90 persen ditanggap darurat. Tinggal Jembatan Pelang ini aja. Yang kita fokus dalam 2 minggu ini bisa selesai," katanya.