Home Logo

ID EN

Progres Konstruksi Mencapai 90%, Jembatan Sei Alalak Banjarmasin Akan Rampung September 2021


 13 Juli 2021 |   Berita/Umum |   59

Progres Konstruksi Mencapai 90%, Jembatan Sei Alalak Banjarmasin Akan Rampung September 2021
Foto: Progres Konstruksi Mencapai 90%, Jembatan Sei Alalak Banjarmasin Akan Rampung September 2021

Pembangunan Jembatan Sei Alalak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan hampir rampung. Jembatan yang berfungsi sebagai penghubung Jalur Lintas Selatan Trans Kalimantan ini progres konstruksinya telah mencapai 90,30% dan direncanakan selesai pada September 2021. Keberadaan Jembatan Sei Alalak akan memperpendek jarak tempuh, khususnya bagi kendaraan niaga seperti truk maupun trailer yang menuju dan keluar Pelabuhan Trisakti.

 

“Pekerjaan pondasi dan jembatan pendekat berupa struktur pileslab telah sepenuhnya dilaksanakan. Pada sisa masa pelaksanaan pekerjaan tahun ini, kami fokus pada penyelesaian pekerjaan struktur pada bentang utama jembatan, pekerjaan jalan akses dan frontage, serta pekerjaan minor lainnya. Masa pelaksanaan pekerjaan fisik akan berakhir pada tanggal 15 September 2021 dengan masa pemeliharaan selama 2 tahun,” tutur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 Provinsi Kalimantan Selatan, Andika Mulrosha.

 

Andika menambahkan bahwa sebelum Jembatan Sei Alalak dioperasikan, akan dilaksanakan laik fungsi jembatan dan uji laik fungsi jalan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi dan keamanan jembatan dapat dilalui oleh kendaraan sesuai dengan peruntukannya. 

 

Sebagai informasi, konstruksi Jembatan Sei Alalak yang dibangun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan ini memiliki total panjang 850 meter, terdiri dari jembatan utama (cable stayed) 130 meter, jembatan pendekat (pile slab) 295 meter, dan jalan pendekat (oprit) 425 meter. Lebar jembatan adalah 20 meter dan terdiri dari 4 lajur 2 arah.

 

Jembatan Sei Alalak merupakan jembatan cable stayed melengkung pertama di Indonesia. Jembatan ini memiliki keunikan berupa struktur deck jembatan yang melengkung dengan ditopang oleh struktur pylon yang unik.

 

Pembangunan Jembatan Sei Alalak dilatarbelakangi oleh kondisi jembatan eksisting, yakni Jembatan Alalak 1, yang sudah tidak optimal lagi dalam melayani arus lalu lintas karena sudah berusia hampir 30 tahun. Akses kendaraan yang melewati Jembatan Alalak 1 sudah ditutup, dan telah dilakukan pembongkaran karena jembatan ini sudah mengalami kerusakan struktural sehingga membahayakan pengguna jalan.

 

“Pembongkaran Jembatan Alalak 1 (jembatan eksisting) ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pembangunan Jembatan Sei Alalak. Pembongkaran dilakukan karena jembatan eksisting sudah tidak dapat digunakan dan juga agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap struktur jembatan yang baru,” pungkas Andika. (Gir)