Berita

Beranda Berita Ngulik Sore : Ditjen Hubdat Siapkan Skema Pengaturan Mudik
Beranda Berita Ngulik Sore : Ditjen Hubdat Siapkan Skema Pengaturan Mudik

Ngulik Sore : Ditjen Hubdat Siapkan Skema Pengaturan Mudik

  •  21 Apr 2022
  • Berita/Umum
  • 181 viewed
Ngulik Sore : Ditjen Hubdat  Siapkan Skema Pengaturan Mudik
Foto: Ngulik Sore : Ditjen Hubdat Siapkan Skema Pengaturan Mudik

BINA MARGA – JAKARTA Setelah dua tahun dilarang, akhirnya masyarakat resmi diperbolehkan lagi untuk mudik di tahun 2022 ini. Pemerintah berusaha semaksimal mungkin memberikan suasana mudik yang aman dan berkeselamatan. Untuk menghadapi arus mudik lebaran tahun ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan salah satunya Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

 

Dari segi kesehatan masyarakat selama mudik lebaran, Ditjen Hubdat memberikan beberapa aturan. Salah satunya, pemudik harus sudah mendapatkan vaksin booster. “Namun, jika hanya baru mendapatkan vaksin dosis dua, pemudik bisa menggunakan rapid tes dan PCR sebagai syarat mudik dengan alokasi waktu 1x24 jam atau 3x24 jam. Selain itu, pemudik harus berkendara dengan tetap menjaga potokol kesehatan,” ujar Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Darat pada program Instagram Live yang diadakan oleh Ditjen Bina Marga.

 

Ngulik Sore; Ngobrol Asik Seputar Jalur Lebaran epiode 2 telah terlaksana secara Live di akun Instagram pupr_binamarga. Episode 2 Ngulik Sore, tayang pada Rabu, 20 April 2022, pada pukul 14.00 WIB. Kali ini, menghadirkan Budi Setiyadi, selaku Dirjen Perhubungan Darat sebagai narasumber untuk membahas perihal mudik lebaran di tahun 2022 ini.

 

Budi mengatakan puncak arus mudik 2022 diperkirakan akan terjadi pada 28 malam, 29 dan 30 April. Untuk arus baliknya, diperkirakan akan terjadi pada 7 atau 8 Mei. Maka dari itu, pemerintah menghimbau masyarakat untuk bekerja sama agar melakukan perjalanan di jauh-jauh hari sebelum puncak arus mudik dan arus balik.

 

Selain itu, pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk bekerja sama dalam mencapai tiga target utama keberhasilan transportasi darat 2022 bersama pemerintah, yaitu keselamatan masyarakat, zero accident, serta kelancaran, kenyamanan dan keamanan dalam perjalanan.           

 

Demi mencapai target tersebut, pemerintah sudah menyiapkan beberapa skema untuk menunjang keberhasilannya. Contoh dari skema tersebut misalnya apabila terjadi kemacetan, pihak dari Pertamina siap dengan mobil yang bisa membawa BBM, dan skema lainnya adalah penambahan 50 mobile toilet di rest area. Menurut Dirjen Perhubungan Darat, pihaknya sudah siap 75 persen untuk menyambut arus mudik lebaran ini.

 

“Dari semua itu, kita sudah siap 75 persen karena kita butuh simulasi. Rencana kita tanggal 25 dan 27 akan kita akan uji coba tapi tidak pada tiga skema sekaligus. Yang akan kita uji coba adalah masalah ganjil-genap dari km 72 atau dari km 47 ke km 414,” terang Budi.

 

Menurut survei yang sudah 3 kali dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa ada 85,5 juta potensi pergerakan nasional yang akan terjadi pada saat mudik lebaran di seluruh Indonesia nanti. untuk wilayah Jabodetabek saja, perkiraan pemudik yang akan keluar adalah 14 juta orang. Mayoritas pemudik berasal dari Jawa Timur, kemudian Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Tujuan pemudik menurut survei yang paling banyak adalah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemudian untuk mode transportasi yang paling banyak digunakan adalah kendaraan pribadi berupa mobil, dan sepeda motor, dan bus. Maka dari itu akan dilakukan skema one way dan ganjil-genap di beberapa titik.

 

Skema ganjil-genap rencananya akan diterapkan pada tanggal 28, 29, dan 30 April. Namun akan diadakan ujicoba di antara tanggal 25, 26, dan 27 April di jalan tol Jakarta ke Cikampek sampai ke Kalikangkung di Km 414 Semarang agar tidak terjadi masalah. Nantinya, diperkirakan di jalan tol Jakarta-Cikampek lalu Cikampek-Cirebon akan terjadi kemacetan. Kemudian untuk jalan nasional, dari Bekasi-Karawang-Indramayu juga akan terjadi kemacetan karena banyak hambatan yang berasal dari arus lalu lintas lokal. Lalu untuk jalan alternatif, diperkirakan akan terjadi kemacetan di jalan Prupuk, Bumi Ayu, Boyolali, Magelang ke Jogja, dan potensi kemacetan baru ada di Purworejo ke Cilacap karena ada lalu lintas lokal. Selain itu, lokasi rawan kemacetan selanjutnya adalah kawasan pariwisata. “ kalau masyarakat mau mudik, paketnya adalah silahturahmi, lalu wisata, dan yang ketiga itu kuliner. Maka dari itu untuk lokasi pariwisata sudah kita koordinasikan dengan kepolisian setempat,” tutur Budi.

 

Pada arus mudik lebaran 2022 ini, pemerintah mengadakan program mudik gratis. Ada 21 ribu pemudik yang akan difasilitasi menggunakan bus. Namun saat ini, kuota untuk mudik gratis jalur darat hanya tersisa 350 kuota. Tujuan mudik gratis ini beragam, mulai dari Jabodetabek ke Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sebagian ke Jawa Timur. Namun untuk pemudik yang masih ingin menikmati program mudik gratis ini, mudik gratis jalur laut masih tersedia yang dimulai dari Tanjung Priuk ke Semarang. Mudik gratis ini disediakan pemerintah agar meminimalisir pemudik yang menggunakan sepeda motor.

 

Walaupun pemudik diharapkan untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor, pemerintah tetap menawarkan beberapa skema agar pemotor bisa mudik dengan aman dan nyaman. skema yang pertama adalah jembatan akan dialihfungsikan menjadi rest area. Lalu akan disiapkan makan minum gratis, tempat tidur sementara, tukang pijat, dokter dan lainnya. Selanjutnya agar tetap aman dijalan, pemerintah menyiapkan jalan khusus untuk sepeda motor dengan panjang khusus di jalur sebelah kiri.

 

Dirjen Perhubungan Darat memberikan himbauan kepada masyarakat Indonesia. Menurutnya, masyarakat Indonesia semakin hari semakin cerdas, berkualitas dan toleransi. Pemerintah sudah mengupayakan semaksimal mungkin untuk mencapai tiga target utama keberhasilan transportasi darat 2022 tadi. Namun demikian, pemerintah membutuhkan peran serta masrayakat untuk kerja sama dengan pemerintah mewujudkan mudik sehat dan mudik aman. (ian/rev)