Berita

Beranda Berita Komisi V DPR Cek Kesiapan Jalur Mudik Lampung - Banten
Beranda Berita Komisi V DPR Cek Kesiapan Jalur Mudik Lampung - Banten

Komisi V DPR Cek Kesiapan Jalur Mudik Lampung - Banten

  •  08 Apr 2022
  • Berita/Umum
  • 209 viewed
Komisi V DPR Cek Kesiapan Jalur Mudik Lampung - Banten
Foto: Komisi V DPR Cek Kesiapan Jalur Mudik Lampung - Banten

Lampung – Komisi  V DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik  dalam rangka meninjau kesiapan infrastruktur dan transportasi mudik lebaran Tahun 2022 Kamis (7/4) ke Provinsi Lampung dan Banten. H. Andi Iwan Darmawan Aras selaku ketua rombongan Komisi V beserta anggota mendengarkan paparan dari masing-masing mitra kerja terkait kesiapan dalam rangka menyambut arus mudik dan arus balik lebaran. 

 

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung dan BPJN Banten memaparkan terkait kesiapan jalan tol dan jalan nasional mulai dari Lampung sampai dengan Banten kepada para anggota Komisi V DPR dan rombongan.

 

Sekretaris BPJT Triono Junoasmono mengatakan kondisi jalan tol Trans Sumatera dari Lampung - Palembang dan Lampung menuju Bakauheni dalam kondisi baik namun ada spot-spot yang masih dalam perbaikan. Perbaikan tersebut diupayakan akan selesai pada 15 April. 

 

“Sepanjang ruas tol tersebut akan dilengkapi 21 buah rest area, terdiri dari tipe A sebanyak 17 dan 4 tipe B dengan berbagai fasilitas diantaranya area komersial untuk UMKM, toilet bersih, area parkir, SPBU, fasilitas ibadah, dan penataan taman," ucap Triono.

 

 

“Sedangkan untuk ruas Jakarta hingga Merak kondisi cukup baik, namun ada satu titik yaitu Jembatan Ciujung Km 57 ruas Tanggerang - Merak sedang ada pekerjaan pelebaran dan ditargetkan akan selesai 10 April 2022," lanjutnya.

 

 

Duplikasi dan pelebaran jembatan Ciujung merupakan upaya antisipasi meningkatkanya kapasitas arus kendaraan. Sementara Kepala BPJN Lampung Rien Marlia menyampaikan penjeladan terkait kondisi jalan nasional di Lampung dan persiapan yang telah dilakukan. “Jalan nasional provinsi Lampung memiliki total panjang mencapai 1.292,25 Km terdiri dari Lintas Timur 285,96 km, Lintas Tengah 323,14 km, Lintas Barat 312,89 km,  dan Lintas Penghubung 341,58 km.

 

Rien menambahkan, terdapat  titik rawan kemacetan di sepanjang jalan nasional terjadi seperti di pasar, persimpangan, lampu merah Kota Agung, exit tol gerbang natar, simpang Bakauheni serta pasar Bakauheni, dan pembangunan jembatan pengganti jembatan Way Pengubuan. "Untuk mengantisipasi di titik - titik kemacetan tersebut kita berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat," ujar Rien. 

 

Dia menuturkan, untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam seperti longsor, rob, dan banjir di jalan nasional,  BPJN Lampung juga menyiapkan alat berat serta personel di lima titik yaitu, di Sp. Penawar Kabupaten Tulang Bawang (1 unit motor grader, 1 unit wheel loader), Astra Ksetra Kabupaten Tulang Bawang (1 unit dump truck), Jalan Lintas Timur Nomor 73 Tulung Asahan Labuhan Maringgai-Lamtim Km 105+700 (1 unit excavator), Jalan Raden Gunawan Bandar Lampung (1 unit dump truck, dan Desa Tarahan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan (1 unit mini excavator dan 2 unit dump truck).

 

Sementara Kepala Balai BPJN Banten Rakhman Taufik menerangkan, di Provinsi Banten Ditjen Bina Marga melalui BPJN Banten, tengah mempersiapkan jalan nasional pada pelaksanaan Mudik Lebaran 2022 yang terdiri dari jalan arteri primer sepanjang 112,36 km dengan kondisi mantap 92,49 % dan jalan kolektor primer sepanjang 452,52 km dengan kondisi mantap 92,96 %.

 

Terdapat beberapa titik rawan kemacetan di jalan nasional wilayah Banten yang perlu diantisipasi seperti di pasar, exit/entry Tol Bitung, exit/entry Tol Balaraja Barat, Pertigaan Asem,Pertigaan Cilegon, Modern Cikande, Terminal Pakupatan, Simpang Kebon Jahe, Alun-alun Kramat Watu, Pelabuhan Merak, Pertigaan Labuan, Lampu Merah Malang Nengah, Simpang Malimping, dan Terminal Bayah

 

Kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, BPJN Banten juga menyiapkan Posko Lebaran dan Posko Peralatan DRU yang ditempatkan di daerah- daerah yang berpotensi longsor dan rawan banjir.  Peralatan DRU tersebut berupa dump truck, crane, tandem, excavator, baby roller, jack hammer, genset, generator, dan tamping rammer. (rko)