Kesiapan Jalan Nasional Jateng–DIY Jelang Arus Mudik Lebaran 2026
- 06 Mar 2026
- Berita/Umum
- 106 viewed
Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng – D.I. Yogyakarta telah memastikan kemantapan kondisi jalan nasional di Provisi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menjelang arus mudik Lebaran. Tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah kerja BBPJN Jawa Tengah – DIY saat ini mencapai 94,2%. Di Provinsi Jawa Tengah, kemantapan jalan tercatat sekitar 93,47%, sementara di D.I. Yogyakarta mencapai 97,96% yang menunjukkan kondisi jalan relatif lebih baik.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, dalam program Live Streaming Instagram NGULIK JALEB (Ngobrol Asik Jalur Lebaran) yang diselenggarakan oleh Ditjen Bina Marga pada hari Rabu (04/03/26).
“Kami siaga 24 jam untuk menyukseskan jalur Lebaran ini, agar para pemudik dapat melintasi jalan nasional dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Iqbal mengatakan bahwa dalam rangka menjaga kelancaran arus mudik, BBPJN juga melakukan pengecekan rutin seluruh ruas jalan nasional. Jika ditemukan kerusakan seperti lubang atau retak akan segera dilakukan perbaikan, serta seluruh pekerjaan yang berpotensi mengganggu lalu lintas juga akan dihentikan sementara paling lambat H-10 Lebaran.
“Selain jalur utama seperti Tol Trans Jawa dan Pantura, masyarakat juga dapat memanfaatkan beberapa jalur alternatif untuk menghindari kepadatan, seperti koridor Pejagan–Slawi– Purwokerto–Kebumen–Purworejo hingga menuju Yogyakarta, serta jalur Semarang–Magelang –Yogyakarta,” saran Iqbal.
Iqbal juga menjelaskan bahwa Jalur Selatan dan Jalur Pantai Selatan (Pansela) dapat menjadi alternatif dalam perjalanan mudik. Jalur Selatan merupakan koridor yang menghubungkan kota-kota di wilayah selatan Jawa, sehingga tidak selalu berada tepat di sepanjang garis pantai. Sementara itu, Pansela merupakan jalan yang berada paling selatan dan sejajar langsung dengan garis Pantai Selatan Jawa sehingga menghubungkan kawasan pesisir.
Selanjutnya, Iqbal menerangkan dalam mendukung pelayanan bagi pemudik, BBPJN mendirikan posko mudik di berbagai titik strategis. Tercatat terdapat 18 posko di wilayah Jawa Tengah dan 5 posko di DI Yogyakarta. Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan kondisi lalu lintas sekaligus tempat istirahat bagi pemudik, terutama pengendara roda dua.
“Pemudik tidak perlu ragu untuk singgah di posko Bina Marga. Kami menyediakan tempat istirahat, ruang ibadah, makanan dan minuman ringan, toilet, serta layanan P3K yang dapat dimanfaatkan secara gratis,” jelas Iqbal.
Lebih lanjut, “Selain itu, untuk mengantisipasi potensi bencana seperti longsor atau gangguan pada badan jalan, BBPJN juga telah menyiapkan empat titik unit tanggap darurat yaitu pada wilayah Semarang, Pekalongan, Banyumas, dan Yogyakarta dengan dukungan alat berat seperti ekskavator dan dump truck serta material tanggap darurat seperti bronjong, sandbag, dan tambalan cepat,” terang Iqbal.
Disampaikan Kepala BBPJN Jateng-DIY, bahwa BBPJN berkoordinasi dengan berbagai instansi seperti kepolisian, dinas perhubungan, dan BPBD untuk memastikan penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
“Sesuai arahan pimpinan, apabila terjadi bencana di jalan nasional, tim Bina Marga harus sudah bergerak dan berada di lokasi maksimal dalam waktu 1x24 jam,” tambahnya.
Sebagai Informasi, masyarakat dapat melaporkan kondisi jalan melalui berbagai kanal pengaduan yang telah disediakan, seperti lapor.go.id, aplikasi Jalan Kita, WhatsApp Center 0811-2663-464, maupun Call Center Mudik Lebaran 0822-8885-8884. Serta juga dapat melakukan pemantauan jalur dan kondisi jalan mudik melalui web mudik.pu.go.id. Hal ini merupakan komitmen Ditjen Bina Marga untuk mendukung terselenggaranya Mudik Nyaman Bersama.