Dorong Akses Ekonomi di Kabupaten Kapuas Hulu, Ditjen Bina Marga Tingkatkan Jalan Daerah Tekalong-Tanjung Kalimantan Barat
- 20 Apr 2026
- Berita/Umum
- 1494 viewed
Kalimantan Barat, – Peningkatan ruas Jalan Daerah Tekalong – Tanjung di Kabupaten Kapuas Hulu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan dan daerah terpencil. Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Nomor 11 tahun 2025 ini, ruas jalan daerah tersebut telah rampung dibangun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat (Kalbar) Direktorat Jenderal Bina Marga pada Bulan April 2026. Hal tersebut dikonfirmasi Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Kalbar Dinar Pangayoman melalui jaringan seluler pada tanggal (12/04/26).
Dinar mengatakan, peningkatan jalan sepanjang 2,44 kilometer ini menghubungkan Desa Tekalong dan Desa Suka Maju serta terintegrasi dengan ruas jalan nasional Nanga Semangut – batas Kota Putussibau. Infrastruktur ini dibangun untuk mendukung akses transportasi masyarakat, khususnya menuju kawasan transmigrasi dan sentra pertanian di Kecamatan Mentebah.
“Pembangunan Jalan Tekalong–Tanjung ini tidak hanya memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga membuka akses ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah, khususnya di daerah perbatasan,” ujarnya.
Kasatker PJN Wilayah III Provinsi Kalbar menjelaskan bahwa pekerjaan peningkatan jalan daerah ini meliputi pekerjaan tanah, perkerasan berbutir, perkerasan aspal, hingga struktur dan pemeliharaan. Pembangunan yang dilaksanakan melalui program IJD ini didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menggunakan skema multiyears Tahun Anggaran 2025–2026, dengan nilai kontrak sebesar sekitar Rp.14,97 miliar.
“Kehadiran jalan ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, seperti mempercepat mobilitas orang dan barang, serta menurunkan biaya logistik. Selain itu, akses menuju fasilitas pelayanan dasar seperti sekolah, puskesmas, hingga pusat pemerintahan menjadi lebih mudah dijangkau.” ujar Dinar.
Dinar menambahkan dampak positif dari peningkatan jalan daerah ini yaitu, dari sisi ekonomi, pembangunan jalan ini turut mendukung peningkatan produksi pertanian di wilayah Mentebah serta berpotensi menurunkan harga komoditas di tingkat masyarakat. “Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” harapnya.
Dinar juga menerangkan bahwa meskipun pihaknya menghadapi tantangan berupa cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi serta keterbatasan pasokan bahan bakar, pembangunan jalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui perencanaan dan pelaksanaan yang optimal. (fqn/wln)