Berita

Beranda Berita Dukungan Ditjen Bina Marga Hadapi Jalur Mudik Lebaran di Provinsi Banten
Beranda Berita Dukungan Ditjen Bina Marga Hadapi Jalur Mudik Lebaran di Provinsi Banten

Dukungan Ditjen Bina Marga Hadapi Jalur Mudik Lebaran di Provinsi Banten

  •  13 Mar 2026
  • Berita/Umum
  • 528 viewed
Foto: Dukungan Ditjen Bina Marga Hadapi Jalur Mudik Lebaran di Provinsi Banten

 

Merak - Direktorat Jenderal Bina Marga hadiri Kunjungan Kerja Spesifik (Kunfik) Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam rangka meninjau infrastruktur dan transportasi ke Provinsi Banten untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 pada hari Kamis (12/03/26). Kunjungan tersebut dimulai dengan tinjauan kesiapan Jalan Tol Tangerang-Jakarta di KM 25, dan meninjau Ruas Tol Tangerang-Merak KM 50, serta Rapat Kerja di Pelabuhan Merak.

Roberth Rouw selaku ketua rombongan kunfik di Provinsi Banten menyampaikan bahwa sebagaimana kita ketahui Jalan Tol Jakarta - Merak merupakan simpul transportasi paling krusial untuk mobilitas masyarakat dan logistik di Pulau Jawa, khususnya dalam menghadapi arus mudik balik lebaran 2026.

“Komisi V berharap kunfiknya kerja kali ini dapat memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kesiapan infrastruktur transportasi dan pelayanan penyeberangan Merak-Bakauheni, sekaligus mengindentifikasi berbagai potensi kendala yang perlu segera diantisipasi,” harap nya.

Hadir dalam kunfik tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Roy Rizali Anwar menyampaikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum melalui Ditjen Bina Marga telah melakukan peningkatan kesiapan pada koridor utama dan jalur alternatif di Provinsi Banten.

“Akses Jalan melalui Gerbang Tol Cilegon Timur KM 87 juga disiapkan untuk mendukung pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Bandar Bakau Jaya dan Pelabuhan Ciwandan, sehingga arus mudik menuju penyebrangan Jawa-Sumatera diharapkan dapat berjalan lebih lancar,” jelas Roy.

Selain itu, Roy juga memaparkan dukungan jalur lebaran di Banten diantaranya peningkatan koridor Jalan Cilegon-Merak, koridor Jalan Cilegon-Serdang-Bojonegara, Koridor Jalan Lingkar Selatan yaitu Jalan AAT-Rusli, Koridor Jalan Anyer-Cilegon-Pasauran-Labuhan, Koridor Jalan Tangerang-BTS. Kabupaten Serang, dan Koridor Jalan Bts. Kab. Serang-Kota Serang.

“Penanganan koridor-koridor jalan tersebut dalam mendukung Jalur Lebaran (Jaleb) 2026 yaitu pembongkaran dan pengecoran slab beton, pengupasan dan pengaspalan ulang, penanganan sealant / pacthing, penanganan saluran u-ditch dan beberapa penanganan lainnya sesuai dengan kebutuhan koridor di lapangan,” terang Roy.

Roy juga menjelaskan bahwa lebaran 2026, terdapat 8 posko lebaran yang didirikan Ditjen Bina Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten yaitu ruas Bts. Kota Serang - Bts Kab. Serang STA 21+290, ruas Bts. Kota Rangkasbitung - Cigelung, Ruas Merak - Bts. Kota Cilegon, Cigadung - Sp Jl. Amd Lintas Timur/Jl. Widagdo STA 5+100

Ruas Jalan Serang (Tangerang) STA 2+600, Ruas Bts. Kota Cilegon - Pasauran STA 15+600, Ruas Cibaliung-Cikeusik-Muara Binuangen STA 0+900, dan Ruas Muara Binuangeun - Simpang STA 16+400.

Dirjen Bina Marga menambahkah, di setiap posko terdapat beberapa fasilitas diantaranya tersedia wifi, CCTV, dilengkapi fasilitas istirahat, serta alat-alat Disaster Relief Unit (DRU) dan ibadah serta di beberapa posko terdapat mobile toilet.

Dalam kesempatan itu juga Dirjen Bina Marga menginstruksikan kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Jasa Marga dan Astra Tol untuk melakukan penanganan peningkatan di beberapa ruas jalan tol Jakarta - Merak yang masih memerlukan perbaikan.