Jelang Mudik Lebaran 2026: Strategi Ditjen Bina Marga Kesiapan Jalan Nasional (Tol dan Non-Tol)
- 07 Mar 2026
- Berita/Umum
- 766 viewed
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga memaparkan kebijakan dan strategi komprehensif terkait kesiapan infrastruktur jalan guna melayani arus mudik dan balik Lebaran Tahun 2026 pada acara Media Gathering hari Jumat (06/03/26) di Ruangan Pendopo Gedung Cipta Karya Kementerian PU, Jakarta. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan menjaga konektivitas saat arus mudik mencapai puncaknya.
Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar, menyampaikan bahwa Kementerian PU telah menyiapkan strategi dalam menyambut momentum ini. "Kami memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap, mengidentifikasi lokasi rawan bencana dengan menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU), serta menyediakan posko dan tim tanggap bencana di titik-titik rawan," jelas Roy.
Roy memaparkan bahwa saat ini jalan nasional non-tol sepanjang 47.603 km memiliki tingkat kemantapan mencapai 93,50%, sementara jalan tol yang beroperasi telah mencapai 3.115 km. Guna memberikan kenyamanan lebih, 10 ruas jalan tol fungsional sepanjang 291,13 km juga disiapkan untuk dapat dilalui selama masa mudik, diantaranya jalan tol Sigli-Banda Aceh, tol Kuala Tanjung- Tebing Tinggi-Parapat, tol Palembang-Betung, tol Serang-Panimbang, tol Ciawi-Sukabumi, tol Jakarta-Cikampek II Sisi Selatan, tol Solo-Yogyakarta-NYAI Kulon Progo, tol Yogyakarta-Bawen, tol Probolinggo-Banyuwangi, dan Akses tol IKN.
"Target kami, seluruh perbaikan jalan dan penuntasan lubang di jalur mudik atau zero pothole selesai pada H-10 Lebaran," tambahnya.
Roy menjelaskan bahwa dukungan pemantauan juga diperkuat dengan akses ke lebih dari 1.270 CCTV di ruas tol.
Sebagai upaya menekan kepadatan, pemerintah juga berencana memberikan diskon tarif tol sebesar 30% selama arus mudik dan arus balik.
"Besaran diskon 30% ini bertujuan untuk mengantisipasi penumpukan lalu lintas atau flattening the curve, dengan rincian jadwal yang telah ditentukan untuk ruas-ruas strategis seperti Trans Jawa dan Trans Sumatera," jelas Roy.
Diketahui berdasarkan data paparan Ditjen Bina Marga, diskon selama 4 hari tanggal 15-16 Maret (Arus Mudik) dan 26-27 Maret 2026 (Arus Balik), kecuali ruas Tangerang-Merak (12-13 Maret 2026 dan 31 Maret-1 April 26), Kayuagung-Palembang (tambahan 14, 28 dan 29 Maret 2026) dan Cimanggis-Cibitung (21-22 Maret 2026). Pemberlakukan potongan tarif untuk tarif terjauh Barrier to Barrier dengan metode pembayaran uang elektronik
Selain itu terdapat ruas ruas Becakayu yang telah memberikan diskon Dynamic Pricing 10-20% s.d 31 Maret 2026 dan Cibitung-Cilincing telah memberikan diskon 12%-44% khusus golongan II-V s.d 30 April 2026.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Wilan Oktavian menyampaikan bahwa persiapan jalur lebaran 2026 ini didukung penuh oleh Badan Usaha Jalan tol (BUJT) serta Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia yang telah berkolaborasi dengan Ditjen Bina Marga, dalam pelayanan arus mudik balik lebaran.
“Pada Nataru 2025 lalu, sistem pemantauan di Command Center PT Jasa Marga sudah dapat terhubung dan melihat kondisi di ruas milik PT Astra Tol Indonesia. Kedepannya mungkin dapat kita coba untuk memasukkan BUJT lainnya,” jelas Wilan.
Sebagai informasi, Kementerian PU juga meluncurkan microsite khusus di mudik.pu.go.id yang menyajikan fitur peta tematik, informasi cuaca, informasi CCTV, hingga layanan call center 24 jam untuk membantu pemudik merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.
Sebagai bentuk dukungan dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) turut hadir dalam acara, tersebut yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Astra Tol Indonesia, serta Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia. Kolaborasi ini mencakup penyediaan fasilitas di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP).