Dirjen Bina Marga Tinjau Langsung Progres Penanganan Permanen Pascabencana di Aceh pada Akhir Pekan
- 02 Mar 2026
- Berita/Umum
- 229 viewed
Aceh - Di akhir pekan, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Roy Rizali Anwar melakukan peninjauan di beberapa titik penanganan permanen konstruksi pascabencana pada hari Sabtu (28/02/2026) hingga Minggu (01/03/2026). Tinjauan Dirjen Bina Marga ini memastikan bahwa konstruksi permanen di wilayah terdampak memenuhi progres sesuai dengan target, serta konstruksi sementara pascabencana dapat tetap berfungsi normal. Dalam tinjauan lapangan tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Roy Rizali Anwar memonitor langsung progres konstruksi di empat titik krusial, yakni Jembatan Meureudu, Jembatan Teupin Mane, Jembatan Krueng Tingkeum, serta Akses Jalan Nasional Tamiang.
Selain memonitor progres fisik, Dirjen Bina Marga juga berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar untuk mendengar kebutuhan dan aspirasi warga terkait akses jalan dan jembatan nasional yang terdampak bencana. Dialog ini menjadi bagian penting dalam memastikan infrastruktur yang dibangun juga menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Meskipun secara teknis jembatan nasional sudah fungsional sejak akhir Desember lalu, Roy menginstruksikan seluruh jajaran untuk tetap membantu penanganan jalan daerah pada provinsi maupun kabupaten secara fungsional darurat agar jalur logistik dan akses masyarakat tidak terputus.
Kunjungan ini pun Roy Rizali Anwar adakan rapat yang dihadiri oleh Kepala Balai, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan BUMN Karya, menekankan bahwa pengerjaan permanen tidak boleh hanya sekadar cepat, melainkan harus memiliki perencanaan matang.
"Perencanaan kedepan harus matang, kita harus memikirkan proteksinya jika terjadi banjir lagi seperti yang terjadi di November (bencana banjir Aceh) sebagai dasar proteksi desain. Pekerjaan permanen harus aman dari bencana serupa di masa depan, kecuali jika skalanya di luar kendali/perhitungan teknis." ujar Roy Rizali dalam arahannya.
Seperti diketahui, progress penanganan permanen pada Jembatan Meureudu sebesar 32,77% progres fisik pertanggal 20 Januari 2026, dengan konstruksi perkuatan oprit dan ditargetkan target selesai pada Juni 2026, Jembatan Teupin Mane 9,20% progres fisik pertanggal 19 Januari 2026 dengan penanganan duplikasi jembatan, target penyelesaian pada Juli 2026. Selanjutnya, Jembatan Krueng Tingkeum mencapai progres fisik 21% pertanggal 20 Januari 2026 dengan penanganan duplikasi jembatan dan target penyelesaian di bulan Juli 2026.
Dirjen Bina Marga mengapresiasi progres fisik di empat lokasi utama yang kini seluruhnya telah memasuki tahap akhir. Capaian signifikan pada Jembatan Meureudu, Teupin Mane, Krueng Tingkeum, dan Akses Tamiang ini menunjukkan bahwa koordinasi intensif di lapangan, bahkan di hari libur, efektif mempercepat pemulihan konektivitas vital bagi masyarakat Aceh.