Berita

Beranda Berita Kemantapan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali Capai 97,13% Menyambut Jalur Mudik Lebaran 2026
Beranda Berita Kemantapan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali Capai 97,13% Menyambut Jalur Mudik Lebaran 2026

Kemantapan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali Capai 97,13% Menyambut Jalur Mudik Lebaran 2026

  •  10 Mar 2026
  • Berita/Umum
  • 793 viewed
Foto: Kemantapan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali Capai 97,13% Menyambut Jalur Mudik Lebaran 2026

Jakarta - Direktorat Jendal (Ditjen) Bina Marga melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur dan Bali menyatakan kesiapan penuh infrastruktur jalan, baik dari kemantapan jalan dan jembatan Nasional, tol fungsional, penyediaan posko Kementerian PU serta penyediaan Disaster Relief Unit (DRU) dalam menyambut arus mudik Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala BBPJN Jawa Timur dan Bali Javid Hurriyanto, melalui program Live Streaming Ngulik Jaleb: Ngobrol Asik Jalur Lebaran pada Senin (09/03/26). 

Javid memaparkan bahwa progres kesiapan saat ini sudah cukup signifikan dengan target penyelesaian zero pothole (bebas jalan berlubang) pada H-10 Lebaran. “Tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Timur tercatat sebesar 93,72%, sementara di Bali mencapai 97,13%,” ujar Javid. 

Javid menyampaikan bahwa upaya percepatan perbaikan juga dilakukan BBPJN Jawa Timur dan Bali dengan menggunakan teknologi Cold Milling Machine (CMM) untuk penutupan lubang jalan. Penggunaan alat ini bertujuan agar proses penutupan lubang berjalan lebih efektif dan cepat, sehingga menciptakan perkerasan jalan yang lebih nyaman bagi pengguna jalan. 

Selain fokus pada perbaikan, Javid juga menjelaskan bahwa pihak balai telah mengidentifikasi titik-titik rawan kemacetan, yakni sebanyak 79 titik di Jawa Timur dan 13 titik di Bali. Kemacetan tersebut secara umum disebabkan oleh aktivitas pasar tumpah atau aktivitas lokal, pada lokasi persimpangan, penyempitan jalan (bottleneck), akses menuju kawasan wisata, serta pelintasan sebidang kereta api yang banyak ditemukan di wilayah Jawa Timur.

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi antrean panjang di pelabuhan terutama pada koridor utama Situbondo–Ketapang–Banyuwangi yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali, Kepala BBPJN Jawa Timur dan Bali mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan Indonesia Ferry (ASDP) dan Pelindo guna menyiapkan kantong-kantong parkir atau buffer zone di area Grand Watu Dodol dan Terminal Sri Tanjung, serta menyiapkan dua lokasi cadangan lainnya. 

Javid menambahkan untuk mengurai kepadatan, pemerintah mengoperasikan jalur fungsional Tol Probolinggo–Banyuwangi sepanjang 50 km secara gratis (Rp0), tepatnya dari segmen Gending hingga Besuki. Jalur ini juga menawarkan pemandangan indah di area Paiton sebagai alternatif agar pemudik tidak merasa jenuh selama perjalanan.

Kepala BBPJN Jawa Timur dan Bali menekankan adanya instruksi jelas dari Menteri untuk menyediakan jalan yang ramah bagi pengguna roda dua. “Kami juga sekarang sedang proses scraping atau pengelupasan aspal lama pada lokasi-lokasi yang bergelombang, karena perintah pak Menteri kepada kita semua cukup clear ya, kita diminta untuk menyediakan jalan yang ramah terhadap pengguna roda dua,” ujar Javid.

Javid juga menjelaskan untuk mengantisipasi bencana alam BBPJN telah menyiapkan posko di Jawa Timur dan Bali. Posko-posko ini merupakan posko gabungan, hasil kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Brantas, Bengawan Solo, dan Bali Penida.