Berita

Beranda Berita Kesiapan Jalur Pelabuhan Merak dan Provinsi Banten Menyambut Momentum Arus Mudik Lebaran
Beranda Berita Kesiapan Jalur Pelabuhan Merak dan Provinsi Banten Menyambut Momentum Arus Mudik Lebaran

Kesiapan Jalur Pelabuhan Merak dan Provinsi Banten Menyambut Momentum Arus Mudik Lebaran

  •  10 Mar 2026
  • Berita/Umum
  • 736 viewed
Foto: Kesiapan Jalur Pelabuhan Merak dan Provinsi Banten Menyambut Momentum Arus Mudik Lebaran

Jakarta - Direktorat Jendral (Ditjen) Bina Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten mematangkan persiapan infrastruktur dan strategi penanganan arus mudik Lebaran 2026 dengan memastikan kemantapan jalur Pantura serta kelancaran aksesibilitas menuju tiga pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya. Hal ini disampaikan di program Live Streaming Ngulik Jaleb Direktorat Jenderal Bina Marga bersama BBPJN Banten pada Senin (09/03/26). 

Kepala BBPJN Banten Primawan Avicenna menjelaskan, bahwa progres pekerjaan fisik di lapangan telah memasuki tahap akhir. "Secara keseluruhan pelaksanaan pekerjaan saat ini memang masih berjalan di satu dua hari ini, namun target kami tetap sebelum H-10 Lebaran itu akan dapat diselesaikan sehingga rekan-rekan pengguna jalan dapat memanfaatkan Jalan itu dengan baik. 

Lebih lanjut, “adapun kemantapan jalan kami saat ini adalah sekitar 96% dengan total panjang keseluruhan Jalan di provinsi Banten adalah meliputi sekitar 560 km," jelas Avicenna

Mengantisipasi terjadinya kepadatan di titik-titik krusial menuju Pelabuhan Merak, Avicenna menerangkan beberapa opsi rute yang telah disiapkan secara teknis seperti, Jalur utama yang tersedia adalah melalui Exit Tol KM 98 yang langsung menuju pelabuhan. Namun, jika terjadi antrean panjang, arus kendaraan akan dialihkan melalui Simpang Gerem dengan rute belok kiri terlebih dahulu menuju jalur arteri. 

Ia melanjutkan, sebagai bentuk diskresi kepolisian untuk penundaan antrean (delaying system), pergerakan lalu lintas dapat dialihkan menuju Simpang Susun Cilegon Barat atau secara bertahap hingga ke Simpang Susun Cilegon Timur. Hal ini biasanya dilakukan apabila terjadi kondisi cuaca buruk yang menghambat proses bongkar muat kapal sehingga antrean tidak mengekor di dalam jalan tol.

Avicenna menegaskan bahwa penanganan yang sifatnya efektif seperti pengaspalan maupun pembetonan jalan di badan jalan sudah tidak diperbolehkan lagi setelah tenggat waktu H-10 menuju lebaran. Hal ini bertujuan agar seluruh badan jalan bersih dari alat berat dan material yang dapat menghambat pergerakan kendaraan pemudik. 

"Jika nanti dalam perjalanan masa mudik, adanya curah hujan ekstrem masih terjadi sehingga timbul lubang-lubang baru, tim kami tetap akan siap untuk di lapangan. Segala kerusakan yang timbul setelah H-10 akan kami tangani melalui Tambalan Cepat Mantap, penggunaan CPHMA, serta dukungan peralatan yang lengkap. Kami juga menyiapkan 8 buah posko Lebaran di Provinsi Banten yang siap membantu rekan-rekan pengguna jalan selama perjalanan," lanjut Avicenna

Sebagai upaya mengurai kepadatan, Avi juga memaparkan informasi terkait jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 2 yang akan dioperasikan secara fungsional untuk kendaraan Golongan I dengan biaya Rp0. 

Jalan ini mencakup ruas Cikulur-Cileles-Jakarta/Merak, masyarakat dapat memanfaatkan jalur fungsional ini pada periode 12 Maret 2026 hingga 26 Maret 2026. Melalui jalur ini perjalanan dari Jakarta menuju Banten Selatan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam. 

Untuk mendukung kelancaran perjalanan Mudik, BPJN Banten mengusulkan agar masyarakat dapat memantau kondisi jalur mudik melalui mudik.pu.go.id serta menyampaikan laporan jika terjadi hambatan melalui lapor.go.id atau melalui call center 158 dan 0822–8885–8884.