Home Logo

ID EN

Jembatan Pulau Balang Ditarget Rampung November 2019


 10 September 2018 |   Berita/Umum |   365

Jembatan Pulau Balang Ditarget Rampung November 2019
Foto: Jembatan Pulau Balang Ditarget Rampung November 2019

Bina Marga - Konstruksi Jembatan Pulau Balang di Kalimantan Timur (Kaltim) terus dilakukan. Jembatan dengan total dana pembangunan senilai Rp1,33 triliun tersebut di targetkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga rampung pada November tahun depan.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jembatan Pulau Balang II Edwin Suratman, mengatakan secara teknis tahapan paling kritis sudah berhasil dikerjakan. Proses sulit tersebut berupa pemasangan tiang pancang sebanyak 144 unit. Tahapan tersebut dilakukan selama hampir satu tahun.

"Sulit karena dasar lautnya ternyata batu, tapi kita sudah lakukan," ungkap Edwin kepada para wartawan yang datang langsung ke lokasi untuk meliput progres pembangunan Jembatan Pulau Balang pada Jumat (6/9).

Tantangan pengerjaan jembatan dengan bentang utama sepanjang 804 meter tersebut antara lain adalah masalah cuaca. Di lokasi pembangunan, cukup sering hujan dan arus air lautnya yang cukup tinggi. Edwin menambahkan, tantangan lain adalah sebagian besar material harus didatangkan dari luar kalimantan.

"Semen didatangkan dari Tonasa, Makassar, lalu pasir agregat dari Palu dan fly ash campuran beton dari Paiton. Sedangkan peralatan berat sebagian besar juga dari Jakarta," sambungnya.

Hingga awal September, progres fisik dari Jembatan mulai dikerjakan pada September 2015 tersebut sudah sebesar 58 23 persen. sementara realisasi anggaran dari total dana konstruksi Rp1,33 triliun sudah mencapai 60,48 persen.

Konstruksi Jembatan Pulau Balang dikerjakan bersama-sama yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Bina Marga, Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Penajam. Ditjen Bina Marga bertanggung jawab terhadap pembangunan jembatan utama (804 meter), jembatan pendekat (167 meter) dan jalan akses (1.969 meter) di Pulau Balang-nya.

"Untuk jalan akses di sisi Penajam dikerjakan Pemkab dan untuk sisi Balikpapan dibangun oleh Pemprov " ungkap Edwin.

Jembatan ini akan memiliki lebar 22,4 meter yang terdiri dari empat lajur disertai pedestrian. Kontraktor pelaksananya adalah konsorsium antara PT Hutama Karya, PT Adhi Karya dan PT Bangun Cipta Konstruksi. Jembatan dengan tipe struktur cable stayed tersebut akan jadi jembatan dengan bentang utama terpanjang kedua di Indonesia setelah Jembatan Suramadu di Jawa Timur. Jembatan Pulau Balang akan memiliki panjang antar pilon sepanjang 402 meter.

Selama ini, transportasi darat yang akan menuju Penajam dari Balikpapan atau arah sebaliknya harus berputar menuju utara dengan jarak sekitar 100 Km dan waktu tempuh 5 jam. Dengan adanya Jembatan tersebut nantinya, Edwin menjelaskan jarak akan dipangkas menjadi hanya sekitar 30 km yang dapat dilintasi hanya dalam satu jam.

Manfaat dari jembatan itu akan mendukung transportasi dari Pelabuhan Peti Kemas Kariangau Balikpapan dan pengembangan wilayah kawasan industri Kariangau. Manfaat lain adalah mengurangi kepadatan lalu lintas dalam kota Balikpapan, sesuai dengan konsep jaringan jalan antar kota yang tidak harus melalui jalan-jalan dalam kota. (kompu bm)