Home Logo

ID EN

JALAN NASIONAL BALI SIAP HADAPI ARUS LIBURAN NATAL & TAHUN BARU 2017


 14 Desember 2016 |   Berita/Umum |   70

JALAN NASIONAL BALI SIAP HADAPI ARUS LIBURAN NATAL & TAHUN BARU 2017

BALI (BINA MARGA) - Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Bali guna meninjau kesiapan Jalur Natal dan Tahun Baru 2017,selasa (13/12). Tim Komisi V DPR RI didampingi oleh Dirjen Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Preservasi Jalan, Poltak Sibuea, dan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VIII,Ketut Dharmawahana.

Di provinsi Bali, Jalur Utama lalin natal dan tahun baru biasanya dimulai dari pelabuhan Gilimanuk (lintas utara), turun ke Selatan di Singaraja melewati kawasan wisata bedugul, Mengwitani, Kota Denpasar, dan kemudian ke arah barat di Padang Bai. Total panjang jalur ini adalah 205,17 km. Selain jalur tersebut, terdapat 2 jalur alternatif lainnya, yaitu rute Gilimanuk-Mengwitani-Denpasar sepanjang 128,34 km dan rute Gilimanuk-Singaraja-Amlapura-Padang Bai sepanjang 196,41 km.

Secara umum, kondisi ruas-ruas jalan nasional diatas dalam kondisi bagus dan siap digunakan. Namun Dirjen Bina Marga menghimbau pihahknya untuk mempersiapkan penanggulangan jika terjad longsor,banjir, hingga kemacetan selama arus natal - tahun baru nanti.

"Di jalur utama atau jalur alternatif sudah kita siapkan Posko Siaga Alat Jalur Natal dan Tahun Baru. Kita sudah mendeteksi titik rawan longsor dan banjir," ujar Arie.

Adapun lokasi posko tersebut ialah di Km71+350 Desa Bangkiang Sidem (singaraja-grigit), posko workshop wilayah II km113+300 di Sukadana, Karangasem, Posko workshop SKPD desa pacung km 38+000, posko alat berat metro denpasar samsam km 25, dan posko alat berat workshop wilayah I samsam km 25. Di posko-posko ini disediakan alat berat seperti dump truck, excavator, crane, hingga chainsaw.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Preservasi, Poltak Sibuea mengatakan secara nasional, kondisi jalan sudah siap hadapi arus liburan natal & tahun baru. Menurut Poltak, lalu lintas natal & tahun baru didominasi oleh wisatawan berbeda dengan arus  lebaran yang didominasi pemudik ke kampung halaman.

Maka dari itu dari Komisi V DPR kunjungan spesifik natal tahun baru diarahkan ke Bali, Sumut, dan Papua. Poltak mengatakan untuk melayani lalin di daerah wisata ini memang perlu perhatian khusus, apalagi di daerah yang sudah dideteksi rawan bencana.

"Secara nasional sudah siap (infrastruktur jalan). Tetapi kita harus mengantisipasi ruas jalan di pegunungan yang bisa longsor atau amblas," kata Poltak.

Ketua Komisi V DPR, Fary Djemy Francis jalan nasional di Bali sudah siap untuk menghadapi arus liburan natal & tahun baru. Namun ia menerima masukan bahwa kerap terjadi kemacetan di pintu keluar Benoa (pertemuan antara tol dan jalan nasional). Untuk menyelesaikan masalah tersbut, Jemy sudah meminta pemerintah untuk membuat kajian feasibility study untuk pembuatan underpass di lokasi tersebut. (Ian)