Berita

Beranda Berita Pembangunan Jalan Shortcut Bali Mengwitani – Singaraja Tengah Dilanjutkan
Beranda Berita Pembangunan Jalan Shortcut Bali Mengwitani – Singaraja Tengah Dilanjutkan

Pembangunan Jalan Shortcut Bali Mengwitani – Singaraja Tengah Dilanjutkan

  •  20 Mei 2024
  • Berita/Umum
  • 153 viewed
Pembangunan Jalan Shortcut Bali Mengwitani – Singaraja Tengah Dilanjutkan
Foto: Pembangunan Jalan Shortcut Bali Mengwitani – Singaraja Tengah Dilanjutkan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga telah membangun beberapa jalan pintas atau shorcut di ruas jalan Mengwitani - Singaraja yang berada di Kabupaten Buleleng dan Tabanan, Bali. Hingga Tahun 2023, jalan shortcut atau jembatan yang telah dibangun yaitu titik 3, 4, 5, 6, 7A, 7B, 7C, dan 8. Ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan nasional yang berada di jalur tengah Pulau Bali yang menghubungkan Bali Utara dengan Bali Selatan.

Pembangunan jalan shortcut dapat mempercepat waktu tempuh dari Bali Selatan terutama Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali dan Kabupaten Badung sebagai salah satu destinasi utama pariwisata Bali menuju Singaraja ataupun sebaliknya. Manfaat lainnya yaitu dapat mempercepat perkembangan perekonomian di wilayah Bali Utara.

Volume kendaraan yang melewati jalur ini cukup padat karena selain menghubungkan Bali Utara dengan Bali Selatan, terdapat banyak destinasi wisata andalan di Pulau Bali seperti kebun Raya Eka Karya, Danau Buyan, Air Terjun Gitgit, dan Pura Ulundanu. Ruas jalan ini merupakan jalur wisata yang padat dengan geometri jalan yang berkelok-kelok dan tanjakan atau turunan curam.

Jalan baru yang dibangun memangkas jumlah kelokan seperti di shortcut 5 dan 6 yakni dari 15 tikungan menjadi 5 tikungan serta memperbaiki tingkat kemiringan jalan dari semula 8-12 derajat menjadi maksimal 6 derajat. Dengan demikian meningkatkan keamanan dan kenyamanan berkendara terutama bagi bus-bus pariwisata.

Sebagai jalur wisata, Menteri PUPR, Basuki Hadimuldjono mengungkapkan beberapa waktu silam bahwa pembangunan jalan shortcut ini juga dibangun area pandang agar orang dapat menikmati pemandangan Bali yang indah ini. “Jalan dan jembatan juga dilengkapi dengan ornamen budaya lokal sehingga infrastrukturnya juga indah,” ujar Menteri Basuki.

Pemerintah daerah Kabupaten Buleleng mengapresiasi pembangunan jalan pintas ini, karena hal ini bisa mengurangi kesenjangan ekonomi antara Bali selatan dan Bali utara. Dengan jalan shortcut ini jarak tempuh antara Buleleng dengan Denpasar bisa lebih efisien dalam segi waktu.

Kabupaten Buleleng yang berada di Bali Utara terkenal dengan wisata lumba-lumba di kawasan Pantai Lovina. Selain itu juga Danau Buyan di Buleleng diapit oleh Danau Tamblingan di sisi barat dan Danau Beratan di sisi timur menjadi destinasi wisata.

Berdasarkan keterangan dari Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I, Nyoman Suaryana saat mendampingi kunjungan kerja (kunker) Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) ke Bali pada Senin (4/3/2024), Nyoman menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga melanjutkan pembangunan shortcut jalan dan jembatan Batas Kota Singaraja-Mengwitani.

"Untuk pembangunan jalan dan jembatan Batas Kota Singaraja-Mengwitani, saat ini sedang proses berjalan dan kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya, yakni trase 7D dan 7E," ungkap Nyoman.

Adapun progres pembangunan shortcut jalan dan jembatan Batas Kota Singaraja – Mengwitani sampai saat ini mencapai 52,27 persen.

Bali yang kerap dijadikan tuan rumah berbagai perhelatan internasional, tentunya menjadi perhatian pemerintah dari segi infrastruktur untuk menunjang kegiatan tersebut. Salah satunya adalah World Water Forum ke-10 yang berlangsung dari tanggal 18 - 24 Mei 2024 dan dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara. Selain sebagai forum untuk berdiskusi, perhelatan internasional yang diadakan di Bali juga sebagai ajang untuk promosi pariwisata.