Home Logo

ID EN

Tol Balikpapan-Samarinda Ditargetkan Selesai 2019


 07 September 2018 |   Berita/Umum |   226

Tol Balikpapan-Samarinda Ditargetkan Selesai 2019
Foto: Tol Balikpapan-Samarinda Ditargetkan Selesai 2019

BALIKPAPAN (BINA MARGA) - Pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) saat ini terus dikebut agar memenuhi target selesai pada tahun 2019. Proyek jalan tol sepanjang 99,35 km ini dikerjakan dalam lima seksi.

Tiap seksi tol didanai, masing-masing oleh APBD Kalimantan Timur, APBN, BUMN, dan pinjaman dari China sebesar Rp 9,97 triliun. “Tol ini terdiri dari 5 seksi. Seksi I menggunakan APBD, seksi II, III, dan IV menggunakan dana investor (BUMN), dan seksi V APBN dan loan China,” kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Kementerian PUPR, Refly Ruddy Tangkere di Balikpapan, Jumat (7/9).

Hingga berita ini ditulis progres pembangunan seksi I (Balikpapan km 13-Samboja) 86,7 persen, seksi II (Samboja-Muara Jawa) 60,72 persen, seksi III (Muara Jawa-Palaran) 75,61 persen, seksi IV (Palaran-Samarinda) 53,31 persen, dan seksi V (Balikpapan-Bandara Sepinggan) 44,8 persen.

Berdasarkan data yang diterima Bina Marga, dalam waktu dekat Tol Balsam seksi I ditargetkan selesai pada November 2018. Sementara untuk konstruksi seksi II-V ditargetkan selesai pada Januari 2019.

Namun ditengah optimisme tersebut, pengerjaan Tol Balsam ini masih menemui kendala pembebasan lahan, meski jumlahnya tidak banyak. Refly menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 8 persen lahan tol yang belum bebas.

"Untuk pembebasan lahan, saat ini progres-nya secara total kurang lebih 92 persen. Itu dari segi administrasi, karena ada beberapa kondisi yang saat ini masih diselesaikan di tingkat pengadilan. Seluruh pihak tentu mengupayakan agar pembangunan tol ini bisa selesai sesuai target. Berbagai kendala masih dicoba untuk diatasi " imbuhnya.

Refly menjelaskan bahwa masalah pembebasan lahan ini cukup bervariasi, misalnya soal kepemilikan lahan ganda hingga perkara tanam tumbuh di daerah Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bukit Soeharto.

"Masyarakat berharap ada pembayaran penggantian ganti rugi tanam tumbuh di daerah Tahura. Namun yang namanya tanah negara tidak boleh ada hal itu. Ini yang lagi diselesaikan," terangnya.

Secara total, progres pembangunan Tol Balsam saat ini kurang lebih 66 persen dan pada bulan April 2019 diharapkan bisa rampung. “Bahkan kita akan lakukan percepatan agar bisa fungsional akhir Maret 2019 Tol lagipula merupakan cikal bakal tol trans Kalimantan,” tambahnya.

Dengan adanya tol ini waktu tempuh dari kota Balikpapan-Samarinda dan sebaliknya dipersingkat menjadi 1 jam. Jika melalui jalan nasional eksisting (sepanjang 125 KM) perjalanan tersebut bisa mencapai 3 jam,tanpa kemacetan. “Karena sebelumnya ada kemacetan di Kota Balikpapan dan Samarinda di jalan nasional, ini mempengaruhi waktu tempuh. Tol ini kan menambah alternatif,” jelas Refly. (ian)