Home Logo

ID EN

Ditjen Bina Marga Tangani Dua Ruas Jalan Strategis di Pulau Flores, NTT


 16 Juli 2021 |   Berita/Umum |   66

Ditjen Bina Marga Tangani Dua Ruas Jalan Strategis di Pulau Flores, NTT
Foto: Ditjen Bina Marga Tangani Dua Ruas Jalan Strategis di Pulau Flores, NTT

Direktorat Jenderal Bina Marga melakukan pembangunan dan peningkatan jalan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai upaya memperlancar arus distribusi barang dan jasa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terdapat dua paket pekerjaan jalan strategis yang saat ini tengah dikerjakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Prov. NTT yakni pembangunan jalan Nangaroro-Maunori-Raja di Kab. Nagekeo serta peningkatan Jalan Akses Bandara Gewayantana di Kab. Flores Timur.

 

Status kedua ruas jalan ini merupakan jalan daerah, namun karena termasuk ruas jalan strategis yang berdampak positif terhadap roda perekonomian wilayah, maka penanganannya dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk pembangunan jalan Nangaroro-Maunori-Raja pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp. 25,09 miliar dan untuk peningkatan Jalan Akses Bandara Gewayantana senilai Rp. 15,4 miliar.

 

“Dalam melakukan pembangunan atau peningkatan pada ruas jalan strategis, yang merupakan ruas jalan Provinsi atau Kabupaten, BPJN NTT melakukan survei dan studi  lapangan. Selanjutnya BPJN NTT juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, dalam hal ini  Pemda Kab. Nagekeo dan Pemda Kab. Flores Timur, terkait aspek hukum, ekonomi,  lingkungan, dan sebagainya. Koordinasi penting dilakukan mengingat ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemda dan akan dikerjakan oleh  Pemerintah Pusat melalui dana APBN,” terang Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah IV Prov. NTT, Sutrisno.

 

Dirinya menambahkan pembangunan ruas jalan Nangaroro-Maunori-Raja di Kabupaten Nagekeo sepanjang 8,00 km saat ini progresnya mencapai 34,11%. Sebelum ditangani, kondisi ruas jalan ini masih berupa jalan tanah. Pembangunan ruas jalan Nangaroro-Maunori-Raja dilakukan untuk mendukung potensi wisata pantai yang berada di wilayah tersebut.

 

Banyaknya tempat wisata alam di Flores Timur yang menjadi destinasi favorit turis lokal dan mancanegara membuat pembangunan infrastruktur jalan menjadi penting untuk kemudahan akses dan kenyamanan wisatawan. Oleh karenanya, peningkatan Jalan Akses Bandara Gewayantana pun perlu dilakukan.

 

“Saat ini progres konstruksi peningkatan Jalan Akses Bandara Gewayantana di Kab. Flores Timur mencapai 30,06%. Konstruksi jalan sepanjang 5,82 km ini rencananya akan selesai di bulan Oktober 2021,” pungkas Sutrisno. (Gir)