Home Logo

ID EN

Bantu Aksesibilitas Warga Serang, PUPR Resmikan Satu Jembatan Gantung


 30 Desember 2020 |   Berita/Umum |   65

Bantu Aksesibilitas Warga Serang, PUPR Resmikan Satu Jembatan Gantung
Foto: Bantu Aksesibilitas Warga Serang, PUPR Resmikan Satu Jembatan Gantung

Masyarakat Desa Mekar Baru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten mulai Selasa (29/12) sudah bisa memanfaatkan sebuah jembatan gantung yang telah selesai pembangunannya yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).  Jembatan sepanjang 42 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut dapat mempermudah aksesibilitas dan mobilitas masyarakat dua desa yaitu Mekar Baru dan Tambiliuk. 

 

Jembatan yang mulai dikerjakan sejak 11 September dan berlangsung selama 3.5 bulan tersebut pada Selasa (29/12) diresmikan oleh Direktur Pembangunan Jembatan Yudha Handita Pandjiriawan yang hadir mewakili Direktur Jenderal Bina Marga. Peresmian dilakukan Yudha bersama anggota Komisi V DPR Tubagus Haerul Jaman, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten Wida Nurfaida dan Wakil Bupati Serang Panji Tirtayasa. 

 

"Hadirnya jembatan ini diharapkan dapat mempersingkat perjalanan warga menuju sekolah, pasar, kantor atau tempat kerjanya," sebut Direktur Pembangunan Jembatan. 

 

Anggota Komisi V DPR Tubagus mengapresiasi kinerja Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR atas terselesaikan konstruksi jembatan gantung di Desa Mekar Baru. Dia juga mengajak masyarakat sekitar untuk dapat memanfaatkannya secara baik dan turut memelihara agar umur pelayanan jembatan bisa sesuai dengan apa yang direncanakan. 

 

Yudha mengatakan, dengan telah diselesaikannya pembangunan jembatan gantung tersebut, kemudian Kementerian PUPR akan menghibahkannya kepada Pemerintah Kabupaten Serang. Untuk itu, Direktur Pembangunan Jembatan meminta kepada pemda bersama warga sekitar untuk dapat berperan aktif dalam menjaga jembatan yang dibangun dengan anggaran tahun 2020 senilai Rp2,674 miliar tersebut. 

 

Sebagai informasi, jembatan gantung di Desa Mekar Baru dibangun untuk mengantikan jembatan lama (eksisting) yang kondisinya dinilai sudah tidak layak dan membahayakan jiwa warga yang menggunakannya. Jembatan lama berbahaya karena bangunannya yang curam dan lebarnya hanya 0,6 meter serta saat air sungai meluap aksesnya akan terputus. 

 

Sementara jembatan gantung baru dengan konstruksi beton dan rangka baja akan nyaman dan aman untuk dilintasi masyarakat karena mampu menahan beban hingga 300 KG per meternya. Dengan lebar 1,5 meter, jembatan tersebut tidak hanya dapat digunakan oleh pejalan kaki, namun juga oleh kendaraan ringan seperti sepeda, gerobak dan motor roda dua. 

 

Kepala BPJN Wida Nurfaida mengungkapkan selama proses pengerjaan pihaknya menghadapi tantangan khususnya bekerja di masa pandemi Covid-19 sehingga dalam pembangunannya harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagai upaya pencegahan penyebaran. Selain itu akses jalan menuju jembatan yang sempit juga sempat menyulitkan proses mobilisasi material pembangunan jembatan gantung. 

 

"Namun dengan kerja keras teman-teman di lapangan dan dibantu oleh pemda dan masyarakat sekitar, target waktu penyelesaian pembangunan dapat kami penuhi," terang Wida.