Home Logo

ID EN

Tol Serang-Panimbang Seksi I Beroperasi Semester II Tahun Ini


 24 Maret 2021 |   Berita/Umum |   77

Tol Serang-Panimbang Seksi I Beroperasi Semester II Tahun Ini
Foto: Tol Serang-Panimbang Seksi I Beroperasi Semester II Tahun Ini

Pembangunan jalan tol Serang-Panimbang seksi I (Serang-Rangkasbitung) direncanakan beroperasi pada pertengahan semester II tahun ini. Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, sebenarnya konstruksi jalan utama (main road) jalan tol sepanjang 26,5 Km tersebut akan selesai pada bulan depan, namun ada bagian dari jalan tol tersebut, yang pengerjaan membutuhkan waktu lebih lama.

 

“Seksi I Rangkasbitung, main road-nya  pada April selesai. Cuma yang jalan warga belum. Mungkin September-Oktober baru selesai dan beroperasi,” tutur Hedy pada Selasa (23/3) malam di sela-sela kunjungan lapangannya meninjau kondisi jalan nasional dan jalan tol mulai dari Serang, Banten hingga Palembang, Sumatera Selatan.

 

Hingga pekan ketiga Maret, progres pembangunan fisik jalan tol Seksi I Serang-Rangkasbitung sudah lebih dari 94 persen. Dalam kesempatan tersebut, Dia juga menyebutkan bahwa konstruksi Seksi II (Rangkasbitung-Cileles) juga akan segera dimulai pada April mendatang. Pihaknya saat ini sedang menyiapkan penandatanganan kontrak pembangunan jalan tol dengan panjang 24,17 Km tersebut. 

 

Jalan tol Serang-Panimbang memiliki panjang total 83,67 Km yang terbagi kedalam tiga seksi. Selain seksi I yang sudah hampir rampung konstruksi, seksi II dan seksi III (Cileles-Panimbang) keduanya masih dalam tahap pembebasan lahan masing-masing sebesar 70,11 persen dan 63,82 persen. Seksi III merupakan bagian terpanjang yang mencapai 33 Km.

 

“Konstruksinya seluruhnya kita targetkan selesai dalam dua tahun, nanti tahun 2023 tembus sampai Panimbang,” ujar Dirjen Bina Marga.

 

Keberadaan jalan tol Serang-Panimbang menurut Hedy penting untuk mendukung pengembangan kawasan selatan provinsi Banten. Jalan tol tersebut akan memberikan akses ke jalur selatan seperti Cibaliung dan Binuangeun yang dikenal sebagai pusat perikanan.  Selain itu ruas tol dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Wika Serang Panimbang juga akan meningkatkan akses wisata di Banten Selatan antara lain Labuan, Tanjung Lesung, Sumur dan Taman Nasional Ujung Kulon.

 

Penanganan Kerusakan Jalan

Dalam peninjauan lapangan Banten hingga Sumatera Selatan, Hedy menelusuri dan mengecek kondisi jalan nasional dan jalan tol. Khusus terkait jalan lintas di Sumatera baik yang tol dan non tol, Dia mengakui kondisinya saat ini tidak baik. Menyadari hal tersebut, Hedy meminta jajarannya di lapangan dan juga BUJT tol Trans Sumatera untuk segera menanganginya, apalagi dalam waktu dekat akan memasuki Ramadan dan Lebaran.

 

“Kita menerima banyak keluhan dari masyarakat, terkait kondisi jalan tol, karena itu kita reklaining di lapangan, segera bicara dengan BUJT dengan kemungkinan untuk menjaga layanan lebaran juga,” lanjutnya.

 

Dirjen Bina Marga menjelaskan, meskipun pemerintah belum membuat keputusan terkait mudik Lebaran tahun ini, namun Menteri Perhubungan mengindikasikan akan mengizinkan masyarakat untuk melakukan mudik. Mengingat waktu kerja yang singkat jelang musim mudik Lebaran, Hedy meminta kepada BUJT untuk melakukan rekondisi jalan tol terlebih dahulu. Untuk kemudian melakukan penanganan permanen pasca Lebaran.

 

“Orang kalau sudah mencoba jalan tol, kemungkinan besar akan memilih melewati jalan tol. 80 persen akan lewat tol. apalagi ini Lebaran, yang merupakan hajatan special untuk masyarakat. mereka siap spending money (untuk bayar tarif tol),” terang Hedy.

 

Penanganan serupa juga akan dilakukan pada kerusakan di jalan nasional lintas Sumatera. Dirjen Bina Marga menginstruksikan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan untuk melakukan perbaikan sementara (rekondisi) jalan nasional.  Upaya tersebut kemudian akan dilanjutkan penanganan permanen pasca perayaan Idul Fitri.

 

“Dampak cuaca ekstrem untuk jalan nasional cukup besar. secara umum (kondisinya) tidak jelek-jelek amat, walau memang juga tidak bagus. di Lampung contohnya ada beberapa spot yang harus diperbaiki,” jelasnya.