Home Logo

ID EN

Setditjen Bina Marga Selenggarakan Konsolidasi Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan BMN


 25 Juli 2016 |   Berita/Umum |   120

Setditjen Bina Marga Selenggarakan Konsolidasi Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan BMN
Foto: Setditjen Bina Marga Selenggarakan Konsolidasi Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan BMN

Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Marga mengadakan Konsolidasi Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan Barang Milik Negara Semester I tahun 2016. Acara konsolidasi ini dibagi menjadi tiga gelombang dan diselenggarakan di tiga lokasi berbeda. Gelombang I diadakan di Manado Pada 14-15 Juli yang dihadiri oleh Satuan Kerja (Satker) Balai VI, VIII, IX, dan X. Sementara itu, untuk gelombang II diadakan di Bandung pada tanggal 18-19 Juli dengan peserta dari Satker Pusat, Balai II, V, dan VII. Terakhir, konsolidasi diadakan di Batam pada tanggal 21-22 Juli dengan peserta dari Satuan Kerja Balai I, III, IV, dan XI.

Dalam sambutannya, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Bina Marga, Bambang Sudiatmo menyampaikan target yang ingin dicapai dalam acara konsolidasi ini, yakni tersusunnya laporan keuangan dan BMN semester I tahun 2016 serta mempersiapkan diri dalam rangka penilaian Satker terbaik dalam hal pengelolaan BMN.

“Saya mengimbau kepada seluruh peserta yang hadir agar fokus dan aktif dalam mengikuti acara konsolidasi sehingga dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh,“ ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sesditjen Bina Marga juga menjabarkan bahwa dari Konsep Hasil pemeriksaan BPK tahun 2015, masih ada temuan terkait Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan di tingkat satker antara lain pengelompokkan jenis belanja barang dan belanja modal pada saat penganggaran tidak sesuai dengan kegiatan yang dilakukan.

Bambang juga menekankan pentingnya penertiban aset seperti pencatatan dan pengelolaan aset tetap; Inventarisasi dan Penilaian (IP); Penyaluran hibah aset tetap berlarut-larut. Hal lain yang perlu dapat perhatian antara lain kelebihan pembayaran, denda keterlambatan pekerjaan dan BMN belum memiliki bukti kepemilikan.

Oleh sebab itu, Bambang menambahkan bahwa untuk mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di tahun 2016, para Satker harus memperhatikan kualitas keuangan yang baik diantaranya bahwa saldo awal tahun 2016 harus sama dengan saldo akhir 2015, Pagu harus sesuai dengan DIPA, membuat catatan atas laporan Kuantan yang informatif seperti realisasi belanja dan mutasi aset.

Sebagai penutup, sehubungan dengan akan adanya perubahan organisasi Balai, Sesditjen Bina Marga mengimbau jajarannya untuk memperhatikan segala bentuk perubahan administratif sebagai dampak dari adanya perubahan Balai.