Berita

Beranda Berita Ruas Palur – Batas Sragen Dilebarkan Untuk Mendukung Fungsi Sebagai Jalan Arteri
Beranda Berita Ruas Palur – Batas Sragen Dilebarkan Untuk Mendukung Fungsi Sebagai Jalan Arteri

Ruas Palur – Batas Sragen Dilebarkan Untuk Mendukung Fungsi Sebagai Jalan Arteri

  •  30 Des 2021
  • Berita/Umum
  • 112 viewed
Ruas Palur – Batas Sragen Dilebarkan Untuk Mendukung Fungsi Sebagai Jalan Arteri
Foto: Ruas Palur – Batas Sragen Dilebarkan Untuk Mendukung Fungsi Sebagai Jalan Arteri

Sragen – Ruas Jalan Palur –Sragen – Mantingan merupakan jalan nasional penghubung Kota Surakarta dengan Provinsi Jawa timur dan saat ini untuk lokasi ruas jalan Palur – Batas Kota Sragen masih dalam proses konstruksi pelebaran menambah lajur. Jalan arteri ini memerlukan penambahan lajur karena kondisi semula hanya selebar 7 meter dengan lalu lintas yang berat dan ramai.

 

“Ruas Palur – Batas Kota Sragen dulunya hanya 7 meter dua jalur dengan beberapa titik potensi blackspot di Masaran. Pelebaran di ruas Palur-Sragen-Mantingan sendiri sudah dilaksanakan bertahap setiap tahunnya sampai lokasi Nggrompol. Namun pada saat sudah terbangun tol usulan keberlanjutan pelebaran dari Nggrompol – batas kota Sragen – Mantingan sempat terhenti. Dalam program TA. 2020 diusulkan kembali ke Kementerian PUPR dengan didukung pula Pemerintah Kabupaten Sragen” ujar PPK 3.5 Provinsi Jawa Tengah, Emy Eko Setiyawati.

 

Metode penanganan perkerasan jalan yang digunakan pada ruas Palur – Batas kota Sragen berupa rigid (beton) di lokasi simpang dan perkerasan aspal 2 lapis. Pelebaran menambah lajur pada ruas tersebut dilakukan sepanjang 8,1 km dengan lebar semula 7 m menjadi 14 m (2 jalur 4 lajur). Saat ini pekerjaan rigid yang sudah dikerjakan yaitu satu lajur arah Solo dan satu lajur arah Sragen. Hal ini dilakukan agar masih tersisa satu lajur lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk lalu lintas kendaraan selama proses konstruksi berlangsung.

 

Dalam pelaksanaan pekerjaan pelebaran jalan PPK 3.5 Provinsi Jawa Tengah telah berkoodinasi dengan Satlantas Sragen dan Dinas Perhubungan Sragen.

 

“Untuk kebutuhan rambu di lokasi konstruksi kita sudah berkoordinasi dengan Satlantas Sragen karena sebelum pekerjaan rigid dimulai dibutuhkan uji coba traffic management, dan setelah semua persyaratan rambu terpenuhi, baru kita laksanakan rigidnya” imbuh Emy. Dari hasil koordinasi lintas sektoral operasi lilin candi 2021 untuk memperlancar arus lalu lintas selama Nataru maka pekerjaan konstruksi di badan jalan dihentikan terlebih dahulu pada tanggal 23 Desember 2021 dan dilanjutkan kembali pada tanggal 3 Januari 2022. Emy mengatakan dengan kondisi tersebut di lokasi pelebaran otomatis masih terdapat beda tinggi dikarenakan rigid yang baru berjalan di satu lajur pada masing-masing jalur.

 

Meski demikian untuk mengantisipasi Nataru dimana semua badan jalan harus fungsional 4 lajur, dilakukan koordinasi dengan Satlantas Sragen dan Dishub Sragen dengan pemasangan ramburambu peringatan, guide post dan safety line serta lampu pita yang menyala di malam hari. Dengan rambu-rambu yang telah diperbanyak khususnya di area beda tinggi perilaku pengendara yang akan melintas di area pelebaran terlihat menjadi lebih waspada sehingga melambatkan kecepatan kendaraan.

 

Sepanjang pelebaran jalan menambah lajur di ruas Palur – Batas Sragen nantinya juga akan dilengkapi dengan lampu penerangan jalan umum (PJU) per 100 meter sepanjang 8,1 km. Hingga saat ini pekerjaan PJU masih dalam tahap pemasangan pondasi-pondasi tiang PJU dan di awal tahun 2022 direncanakan akan dimulai tahap pemasangan lampunya dimana kedepannya PJU tersebut akan diserahterimakan asetnya kepada Dinas Perhubungan Sragen.

 

Sebagai informasi, pelebaran di ruas Jalan Palur – Batas Sragen ini merupakan salah satu lingkup pekerjaan pada Paket Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract) Tahun Anggaran 2020 – 2022 ‘Preservasi dan Pelebaran Menambah Lajur Jalan Palur – Sragen – Mantingan’ yang dilaksanakan oleh PPK 3.5 Provinsi Jawa Tengah melalui penyedia jasa PT. Panca Karya Sentosa – PT. Mandiri Agung Abadi, KSO.

 

“Progress terhadap alokasi Tahun Anggaran 2021 sudah 100%. Namun perlu diingat ini adalah Multi Years Contract TA 2020-2022. Progress Paket Preservasi dan Pelebaran Menambah Lajur Jalan Palur – Sragen – Mantingan terhadap total kontrak MYC sebetulnya sudah lebih cepat dari rencana. Jadi saat ini kalau berdasar kontrak progress di lapangan sudah mencapai 85,63% dari rencana semula 79,47%” pungkas Emy.

 

Paket Preservasi dan Pelebaran Menambah Lajur Jalan Palur – Sragen – Mantingan memiliki beberapa lingkup pekerjaan yaitu: pemeliharaan rutin jalan (28,41 km), Pelebaran Jalan Menuju Standar (5,4 km), Pemeliharaan Rutin Jembatan (413,5 m), Pelebaran Jembatan (44 m) dan pelebaran jalan menambah lajur (8,1 km) dengan nilai kontrak sebesar Rp 136 miliar. (lia)