Home Logo

ID EN

Perlancar Akses Kendaraan, Ditjen Bina Marga Bangun Jalan Layang Akses Bandara Jenderal Ahmad Yani


 28 April 2021 |   Berita/Umum |   108

Perlancar Akses Kendaraan, Ditjen Bina Marga Bangun Jalan Layang Akses Bandara Jenderal Ahmad Yani
Foto: Perlancar Akses Kendaraan, Ditjen Bina Marga Bangun Jalan Layang Akses Bandara Jenderal Ahmad Yani

Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – D.I Yogyakarta tengah membangun Jalan Layang Akses Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah. Jalan layang dengan panjang 1,2 km dan lebar 10,25 m ini terdiri dari empat lajur dan dua jalur.  Keberadaan jalan layang ini akan memperlancar akses kendaraan dari dan menuju bandara karena pemindahan terminal baru Bandara Jenderal Ahmad Yani mengakibatkan jalan akses yang ada masih tercampur antara lalu lintas lokal dan lalu lintas menuju perumahan sekitar.

 

“Jalur menuju bandara itu ada beberapa gangguan samping, terutama saat ada kegiatan di PRPP (Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan) yang menimbulkan kemacetan dan menghambat arus lalu lintas menuju bandara. Jadi, dibuat jalan layang yang langsung menuju ke bandara, dari jalan arteri langsung menuju bandara,” ujar PPK 3.6 Provinsi Jawa Tengah, Arif Agus Styawan yang dihubungi via telepon pada Selasa (27/04/21).

 

Jalan Layang Akses Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dibangun dengan menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun jamak sebesar Rp. 149,3 miliar. Saat ini progres konstruksinya mencapai 44,105% dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2021.

 

“Saat ini progresnya sudah 44,105%. Minggu ini pekerjaan yang dilakukan adalah oprit jembatan. Rencana harusnya hari ini (Selasa) erection girder, tapi ditunda besok karena pengujian peralatan erection girder baru selesai tadi. Jadi dimaksimal persiapan peralatan untuk launching pertama erection girder,” terangnya.

 

Arif menambahkan bahwa konstruksi pembangunan jalan layang tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan yang menuju dan keluar Bandara Jenderal Ahmad Yani.

 

“Dengan adanya pandemi, traffic tidak terlalu padat. Kami belum pernah melakukan penutupan jalan, karena satu lajur dimanfaatkan untuk pekerjaan konstruksi satu lajur untuk jalan menuju bandara. Tapi untuk erection girder, kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian dan bandara, apabila dimungkinkan dilakukan pada jam kerja, kita ada pengalihan jalur. Pengalihan jalur untuk mobil dan melewati perumahan Puri Anjasmoro, tapi khusus untuk kendaraan BBM ke bandara, kita koordinasi dengan pihak bandara jam berapa lewat kita dahulukan,” imbuh Arif.

 

Sebagai informasi, layaknya pembangunan jalan dan jembatan lain yang mengusung kearifan lokal, Jalan Layang Akses Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang ini juga mengusung budaya lokal yang dituangkan dalam desain arsitekturnya. Selain itu, untuk mendukung kawasan wisata dan kawasan kuliner di jalan akses menuju bandara, maka di bawah jalan layang akan dibangun taman dan juga sarana pendukung untuk warga berolahraga, seperti area untuk pejalan kaki dan juga parkir sepeda. (Gir)