Home Logo

ID EN

Pembangunan Infrastruktur Geliatkan Kawasan Labuan Bajo


 27 Januari 2020 |   Berita/Umum |   75

Pembangunan Infrastruktur Geliatkan Kawasan Labuan Bajo

Untuk mendukung pengembangan Labuan Bajo lewat peningkatan konektivitas, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga membangun Jalan Lingkar Utara Flores dari Labuan Bajo-Kedindi sepanjang 141,29 kilometer. Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala BPJN X Kupang, Muktar Napitupulu di sela Kunjungan Kerja Rombongan Komisi V DPR RI di Labuan Bajo (24/1). Kunjungan tersebut merupakan pembahasan lanjutan jalur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo yang telah ditandatangani oleh Presiden RI serta jajarannya pada 20 Januari 2020 lalu. 

 

Dalam penjelasannya, Muktar mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menyiapkan lima paket pekerjaan peningkatan jalan, penataan trotoar, dan drainase jalan akses KSPN Dalam Kota Labuan Bajo sepanjang 16,76 km pada 3 Februari 2020 mendatang. Paket-paket yang akan ditandatangani tersebut nantinya akan memperkuat infrastruktur yang meghubungan Kawasan Pariwisata Kp.Ujung, Pantai Pede, Pelabuhan Marina, dan Kawasan Pariwisata Batu Cermin. Hal ini pun menunjukan keseriusan Bina Marga dalam menangani KSPN seperti yang telah diinstruksikan oleh Presiden Jokowi. 

 

“Bina Marga pun akan bekerja sama dengan pihak BUMN dan swasta terkait utilitas jalan seperti landscape taman, pedestrian, difable akses, dan free cable area (underground cable area) akan menjadi proyek superpremium didalamnya,” lanjut Muktar dalam penjelasannya mengenai Summary Pembangunan Lintas Utara Flores. 

 

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Nurhayati menyambut baik program yang akan dijalankan oleh Bina Marga. “Jaringan jalan merupakan salah satu infrastruktur dasar yang wajib tersedia untuk dapat mengembangkan kawasan wisata di ujung barat Pulau Flores, sehingga pemerintah melalui Komisi V DPR RI akan terus melanjutkan dukungan,” jelas Nurhayati.

 

Pembangunan jalan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasil pembangunan. Terkait dengan hal tersebut, Muktar mengatakan Jalan Lintas Utara Flores tersebut akan menjadi jalur logistik. Jalan tersebut akan menghubungkan sentra produksi pertanian di Kawasan Pertanian Terang seluas sekitar 2.000 hektare dengan Pelabuhan Bari yang akan dibangun sebagai pelabuhan niaga menggantikan Pelabuhan Labuan Bajo yang akan menjadi pelabuhan wisata.

 

Jalan ini juga akan menjadi jalur alternatif untuk memperlancar pengiriman logistik dan bahan bakar minyak (BBM) dari wilayah Kedindi yang terdapat Depo Pertamina di Kecamatan Reo, wilayah di pantai utara Kabupaten Manggarai ke Labuan Bajo. Pengiriman BBM seperti solar, bensin, minyak tanah, termasuk avtur akan menjadi cepat karena kendaraan tidak perlu memutar lagi ke Ruteng baru melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo.

 

Saat ini progresnya dari total panjang 141,29 kilometer sudah tembus sepanjang 60 kilometer dengan kondisi jalan yang sudah teraspal sepanjang 18 kilometer. "Untuk target keseluruhan rampung dengan kondisi teraspal yakni pada tahun 2023. Namun untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Bari kita fokuskan untuk penyelesaian pengaspalan hingga ke Bari pada tahun 2021," tutup Muktar.