Berita

Beranda Berita Melihat Kembali Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Bali
Beranda Berita Melihat Kembali Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Bali

Melihat Kembali Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Bali

  •  19 Mei 2024
  • Berita/Umum
  • 114 viewed
Melihat Kembali Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Bali
Foto: Melihat Kembali Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Bali

Bali merupakan salah satu provinsi yang menjadi lokasi favorit untuk dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara, serta seringkali dijadikan sebagai tuan rumah untuk beberapa perhelatan bertaraf internasional. Dalam saat ini, Bali juga tengah menjadi tuan rumah pertemuan internasional yaitu World Water Forum ke-10 yang diselenggarakan pada tanggal 18 - 24 Mei 2024 di kawasan Nusa Dua.

Untuk mengurai padatnya lalu lalang kendaraan dari dan menuju Bandara Ngurah Rai serta antrian kendaraan menuju Nusa Dua, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga telah membangun Underpass di Tugu Ngurah Rai pada tahun 2018.

Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di Kabupaten Badung ini banyak mendapatkan apresiasi mulai dari Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) serta masyarakat Bali secara umum. Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai ini dibangun dengan konsep kearifan lokal, hal tersebut tercermin pada ornamen-ornamen yang memiliki makna, dan dalam proses pembangunan mengedepankan tradisi budaya Bali.

Saat diresmikan pada 2018 oleh Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan yang didampingi oleh Direktur Jenderal Bina Marga serta Gubernur Bali, Luhut memberikan apresiasi terhadap kinerja Kementerian PUPR yang dapat menyelesaikan pembangunannya lebih cepat dari yang direncanakan. Underpass tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan di kawasan Badung.

Ornamen-ornamen yang terpasang pada Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai ini memiliki arti tersendiri, mulai dari ornamen Naga Anantaboga yang melambangkan untuk menjaga keseimbangan bumi karena jalannya berada di bawah. Kemudian didalam pilar-pilar tersebut juga terdapat ornamen ciri khas Bali, serta di dinding terdapat ornamen-ornamen khas Bali dan relief-relief perjuangan pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai.

Mengulas kembali informasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali pada tahun 2018 disebutkan bahwa, pada tahun 2016 telah dilakukan kajian terkait kemacetan yang cukup parah di Bundaran Simpang Tugu Ngurah Rai, yang merupakan akses satu-satunya menuju Bandara Ngurah Rai, ke Tol Bali Mandara serta ke daerah pariwisata Nusa Dua dan Denpasar.

BBPJN Jatim – Bali menyampaikan, dari hasil studi kelayakan, kemudian yang dipilih adalah pembangunan berupa underpass dan bukan flyover. Hal tersebut didasari pertimbangan dari sisi selatan Bundaran merupakan wilayah Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) yang membatasi ketinggian hanya 3 meter dekat dengan runway Bandara.

Sedangkan dari sisi utara Bundaran terdapat Pura Karangasem, dimana nilai kebudayaan Bali tidak mengizinkan adanya bangunan yang lebih tinggi dari pada pura.