Berita

Beranda Berita Konstruksi Penggantian Jembatan Aek Tano Ponggol Dimulai
Beranda Berita Konstruksi Penggantian Jembatan Aek Tano Ponggol Dimulai

Konstruksi Penggantian Jembatan Aek Tano Ponggol Dimulai

  •  27 Jan 2021
  • Berita/Umum
  • 2049 viewed
Konstruksi Penggantian Jembatan Aek Tano Ponggol Dimulai
Foto: Konstruksi Penggantian Jembatan Aek Tano Ponggol Dimulai

Pembangunan Penggantian Jembatan Aek Tano Ponggol di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara resmi dimulai dengan adanya ground breaking pada Selasa (26/01/21). Jembatan dengan total panjang 294 meter ini akan menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Samosir sekaligus untuk mendukung konektivitas Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Danau Toba. Jembatan Aek Tano Ponggol akan memiliki bentang utama 99 meter, lebar jalur lalu lintas 8 meter, dan memiliki ruang bebas 10 meter dari tinggi muka air.

 

Tak hanya memperhitungkan aspek teknis, pembangunan Jembatan Aek Tano Ponggol juga mengusung aspek estetika yang mengadopsi unsur kearifan lokal. Menurut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Selamat Rasidi, Jembatan Aek Tano Ponggol yang akan dibangun, menggunakan filosofi suku Batak yaitu Dalihan Na Tolu. Filosofi tersebut menekankan pentingnya hubungan kekerabatan yang perlu dijunjung dan berjalan seimbang oleh setiap individu Batak. Filosofi tersebut disimbolkan sebagai sebuah tungku berkaki tiga yang harus seimbang.

 

“Prinsip Dalihan Na Tolu suku Batak dijadikan ide desain arsitektural jembatan, sehingga nantinya jembatan ini akan  bertumpu pada tiga pilar yang akan menopangnya,” terang Selamat.

 

Ia berharap bahwa prinsip Dalihan Na Tolu juga dapat diterapkan dalam proses pembangunan, yakni sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta Tokoh Masyarakat untuk kelancaran pembangunan Jembatan Aek Tano Ponggol.

 

“Saat ini kami masih memiliki kendala untuk pembebasan lahan, semoga kita juga bisa menerapkan prinsip Dalihan Na Tolu, kerjasama tiga pihak untuk kemudian menjadi satu hati. Kami berharap bantuan dari semua pihak untuk kelancaran pembangunan,” ujarnya.

 

Sebagai informasi, sebelumnya terdapat jembatan eksisting Tano Ponggol, namun karena adanya pelebaran alur Tano Ponggol menjadi 80 meter agar dapat dilewati oleh kapal pesiar, maka dibangunlah jembatan baru. Kontrak pembangunan Penggantian Jembatan Aek Tano Ponggol dimulai sejak bulan November 2020 dan proses kontruksi ditargetkan selesai pada bulan April 2022.

 

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.9 Tambos M. Nainggolan, selama masa konstruksi Penggantian Jembatan Aek Tano Ponggol, tidak terdapat pengalihan arus lalu lintas.

 

“Pembangunan jembatan yang baru lokasinya tidak persis di lokasi jembatan eksisting sehingga jembatan eksisting tetap digunakan sebagai jembatan sementara. Jembatan yang baru bergeser sekitar 16 meter dari jembatan eksisting sehingga tidak mengganggu lalu lintas. Namun begitu, jembatan yang lama akan dibongkar setelah jembatan baru selesai,” tutur Tambos.

 

Hadir dalam acara ground breaking Kepala BPPJN Sumatera Utara mewakili Dirjen Bina Marga, Bupati Samosir, Wakil Ketua DPRD Samosir, Kapolres Samosir, para Tokoh Agama, dan Kontraktor Pelaksana PT. Wijaya Karya. (KompuBM/Gir)