Home Logo

ID EN

Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Utara


 28 Juli 2020 |   Berita/Umum |   380

Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Utara
Foto: Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Utara

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap melanjutkan pembangunan jalan perbatasan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 992,35 Km. Pembangunan infrastruktur jalan tersebut bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah atau membuka akses daerah terisolir, juga sebagai pemerataan hasil-hasil pembangunan di luar Pulau Jawa, terutama di daerah perbatasan.   

“Jaringan jalan perbatasan ini merupakan infrastruktur yang bernilai strategis bagi NKRI dengan fungsi sebagai pertahanan dan keamanan negara dan mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu. 

Secara keseluruhan, jalan perbatasan di Kaltara sepanjang 992,35 Km terdiri dari jalan paralel perbatasan sepanjang 614,55 Km dan akses perbatasan 377,80 Km. Hingga pertengahan 2020, dari total panjang tersisa 84,05 Km belum terbuka. Pada Tahun Anggaran (TA) 2020, Kementerian PUPR menganggarkan sebesar Rp 264 miliar untuk pembangunan 5 paket di ruas jalan paralel perbatasan dan 5 paket di ruas akses perbatasan di wilayah Kaltara. 

Untuk pembangunan jalan perbatasan yang telah konstruksi adalah Jalan Long Semamu Long Bawan 3 sepanjang 1,20 Km dengan progres 0,85%, Jalan Long Semamu Long Bawan 4 sepanjang 1,80 Km progres fisik 5,45% dan biaya Rp 20,90 miliar, Jalan Long Boh Metulang  Long Nawang sepanjang 3,50 Km progresnya 100,00%, dan Jalan Long Boh  Metulang  Long Nawang 2 sepanjang 2,50 Km dengan progres 100,00%, Jalan Long Kemuat Langap 1 (Penurunan Grade) sepanjang 1,90 km dengan progress 15,15%, Jalan Long Nawang sepanjang 400 m baru bertanda tangan kontrak. Sementara untuk 4 paket sisanya masih dalam tahap persiapan lelang yakni Jalan Malinau Semamu 1 sepanjang 1,40 Km, Jalan Long Semamu Long Bawan sepanjang 2,00 Km, Jalan Long Semamu Long Bawan 2 sepanjang 2,10 Km, dan Jalan Long Boh Metulang (Buka Hutan) sepanjang 800 meter. Target tersebut diatas adalah target setelah dilakukan refocussing anggaran dampak dari COVID-19.

Anggaran TA 2020 Kementerian PUPR digunakan untuk melanjutkan pembangunan akses perbatasan seperti  Ruas Jalan Malinau - Long Semamu – Long Bawan - Long Midang (Indonesia) – Lawas (Sarawak, Malaysia) sepanjang 8,50 Km dari total panjang 203,30 Km, Ruas Jalan Mensalong – Tau Lumbis - Keningau (Sabah, Malaysia) sepanjang 155,70 Km, dan Ruas Jalan Malinau - Langap - Long Kemuat - Long Nawang (Indonesia) - Sibu (Serawak, Malaysia) sepanjang 2,30 Km dari total panjang 471,25 Km. 

Pekerjaan pengaspalan diprioritaskan pada area yang sudah ada permukiman atau padat penduduk serta  terdapat fasilitas umum seperti Puskesmas, pasar, sekolah, dan kantor pemerintahan. Sementara penggunaan lapisan agregat digunakan pada area yang masih butuh peningkatan lalu lintas harian-nya (LHR).

Kehadiran jalan perbatasan dan akses perbatasan tersebut diharapkan akan membuka keterisolasian wilayah yang sangat membantu masyarakat di kawasan perbatasan. Dimana barang kebutuhan pokok akan dapat diperoleh dengan lebih mudah dan murah, sehingga akan mengurangi kesenjangan antarwilayah. Dengan meningkatnya konektivitas masyarakat akan terbentuk jalur-jalur logistik baru yang mendukung tumbuhnya embrio pusat-pusat pertumbuhan. (*)