Berita

Beranda Berita Jembatan Kretek 2 Perlancar Konektivitas Lintas Selatan dan Permudah Akses Wisata
Beranda Berita Jembatan Kretek 2 Perlancar Konektivitas Lintas Selatan dan Permudah Akses Wisata

Jembatan Kretek 2 Perlancar Konektivitas Lintas Selatan dan Permudah Akses Wisata

  •  30 Nov 2021
  • Berita/Umum
  • 132 viewed
Jembatan Kretek 2 Perlancar Konektivitas Lintas Selatan dan Permudah Akses Wisata
Foto: Jembatan Kretek 2 Perlancar Konektivitas Lintas Selatan dan Permudah Akses Wisata

Direktorat Jenderal Bina Marga tengah menyelesaikan konstruksi Jembatan Kretek 2 yang berlokasi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jembatan dengan total panjang 2.015 meter ini membentang di atas Sungai Opak dan menghubungkan antara Desa Tirtohargo dengan Desa Parangtritis. Jembatan ini merupakan bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Jawa yang terkenal akan kawasan pariwisata pantai yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Provinsi DI Yogyakarta, Julian Sitomorang mengatakan, saat ini progres konstruksi Jembatan Kretek 2 sudah mencapai 63,27% dan sesuai kontrak, jembatan ini ditargetkan rampung pada Januari 2023. 

“Untuk progres pekerjaan, struktur bawah telah selesai semua, pondasi dan pier-nya. Untuk saat ini kita mengerjakan erection girder. Sementara pekerjaan aspal dan deck slab juga paralel kita kerjakan,” jelasnya.

Julian menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Kretek 2 memiliki tantangan tersendiri karena lokasi jembatan berada di wilayah yang rawan gempa dan likuifaksi atau pergerakan tanah. Namun demikian, pihaknya sudah menggunakan teknologi khusus agar umur jembatan dapat bertahan sesuai rencananya, yakni 100 tahun. 

“Di lokasi Jembatan Kretek 2, terdapat Sesar Opak. Sesar ini merupakan sesar aktif sehingga potensi terjadi gempa bumi dan pergerakan tanah. Oleh karenanya, kami menggunakan teknologi LRB (Lead Rubber Bearing) untuk meredam gempa, lalu juga menggunakan MSE Wall untuk daerah timbunan. Selain itu, mengantisipasi terjadi likuifaksi, kami menggunakan soil replacement sedalam 3 meter untuk menggantikan tanah yang terlikuifaksi, dan penancapan tiang pancang dilakukan sampai ke lapisan tanah yang tidak terlikuifaksi,” terang Julian.

Sebagai informasi, pembangunan Jembatan Kretek 2 menelan dana Rp. 364 miliar yang berasal dari loan Islamic Development Bank (IsDB). Jembatan ini akan memiliki 4 lajur dan 2 jalur. Menurut PPK 1.4 Provinsi DI Yogyakarta, di atas jembatan akan terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki, namun tidak berupa trotor melainkan pedestrian yang dipisahkan dengan barrier.

Jembatan Kretek 2 menggunakan struktur atas PCI girder dengan bentang utama 40 m dengan pondasi bored pile untuk jembatan utamanya. Sementara untuk jembatan pendekat menggunakan slab on pile dengan pondasi tiang pancang yang berdiameter 80 cm. Jembatan ini nantinya juga akan dipercantik dengan hiasan oleh ornamen khas DI Yogyakarta dan dilengkapi dengan artlighting.  

“Untuk ornamen, digunakan beberapa ornamen yang tentunya merupakan ciri khas Yogyakarta. Antara lain Luku yang bentuknya seperti bajak, lalu di railing ada ornamen burung, dan PJU (Penerangan Jalan Umum)-nya menggunakan konsep padi. Kami berkoordinasi dengan seniman di Yogyakarta dan melakukan asistensi kepada Pemprov DIY. Selain ornamen, juga akan dipasang artlighting sepanjang jembatan utama sehingga permainan cahaya pada malam hari akan membuat jembatan ini akan terlihat lebih indah,” pungkasnya. (gir)