Berita

Beranda Berita Hasil Pekerjaan Inpres Jalan Daerah Bali Menunjang Pariwisata dan Perhelatan Internasional
Beranda Berita Hasil Pekerjaan Inpres Jalan Daerah Bali Menunjang Pariwisata dan Perhelatan Internasional

Hasil Pekerjaan Inpres Jalan Daerah Bali Menunjang Pariwisata dan Perhelatan Internasional

  •  18 Mei 2024
  • Berita/Umum
  • 88 viewed
Hasil Pekerjaan Inpres Jalan Daerah Bali Menunjang Pariwisata dan Perhelatan Internasional
Foto: Hasil Pekerjaan Inpres Jalan Daerah Bali Menunjang Pariwisata dan Perhelatan Internasional

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga telah melakukan penanganan perbaikan dan meningkatan jalan daerah di Provinsi Bali pada Tahun Anggaran 2023 melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Ruas yang telah ditangani sebanyak delapan ruas dengan total penanganan 33,45 kilometer ini menelan biaya sebanyak Rp. 106,48 miliar.

 

Kedelapan jalan yang ditangani melalui program IJD ini terdapat dijalan Provinsi dan Kabupaten antara lain Jalan Wanagiri – Munduk – Mayong, Jalan Sp. Buruan (Sp. Pasar Senganan) - Sp. Apuan (Sp. Menuju Bedugul), Senganan - Jatiluwih - Wongaya Gede,  Jalan Penelokan – Ulundanu, Jalan Bts. Kota Amlapura – Seraya, Jalan Seraya – Culik, Jalan Sp. Apuan (Sp. Menuju Bedugul) – Pacung, Jalan Lembean – Langgahan, dan Jalan Peludu – Abuan.

 

Salah satu di Kabupaten Bangli, Paket IJD Ruas Lembean – Langgahan dan Peludu – Abuan, berhasil ditingkatkan kualitas jalan lintas Kabupaten Bangli dan Gianyar yang mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kintamani.

 

Ruas IJD Lembean – Langgahan dan Peludu – Abuan sepanjang 8,61 kilometer terletak di area pegunungan dan dikenal sebagai penghasil ternak dan hasil kebun seperti jeruk. Hamparan kebun jeruk yang luas mendominasi pemandangan ketika berkendara di area ini. Namun karena kondisi jalan yang dulu rusak berat menyebabkan aktifitas sosial dan ekonomi tidak nyaman.

 

Yoni Sathia, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Bali, Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional III Provinsi Bali dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali menjelaskan bahwa sebelum diperbaiki, kondisi jalan pada dua segmen ini rusak berat. “Menurut standar IRI (International Roughness Index) jalan nasional yang kita punya, ini sudah masuk kategori rusak berat. Artinya lubang-lubang sudah merata di sepanjang jalan,” terangnya.

 

I Putu Sanjaya, seorang warga Desa Langgahan pun mengamini hal tersebut. Dirinya sudah tidak ingat kapan terakhir dilakukan pekerjaan pengaspalan di ruas Lembean-Langgahan ini. “Jalan kan sedikit demi sedikit rusak bahkan dibebarapa titik sudah amblas karena dibawahnya ada aliran air, kebetulan itu terjadi di desa saya,” kenangnya saat ditemui di lokasi.

 

“Masyarakat sudah menanti-nanti perbaikan jalan seperti ini. Sekarang jalan sudah bagus dan mulus, angkutan jeruk dan kegiatan sehari-hari warga disini jadi lebih mudah,” ungkap Sanjaya.

 

Selain penanganan ruas di Kabupaten Bangli, Pelaksanaan IJD juga dilakukan BBPJN Jatim – Bali pada ruas jalan Batas. Kota Amlapura - Seraya – Culik. PPK 2.1 Provinsi Bali  Rina Sari mengatakan pekerjaan IJD di ruas Bts. Kota Amlapura – Seraya – Culik adalah yaitu pelebaran jalan sepanjang 6,85 kilometer.

 

Sedangkan untuk paket pekerjaan IJD di PPK 1.1 Provinsi Bali, paket peningkatan jalan Wanagiri - Munduk - Mayong sepanjang 5 kilometer dengan pekerjaan meliputi perkerasan jalan, pelebaran, pekerjaan bahu jalan, dinding penahan tanah serta pengembalian kondisi.

 

Bali yang kerap dijadikan tuan rumah berbagai perhelatan internasional, tentunya menjadi perhatian pemerintah dari segi infrastruktur untuk menunjang kegiatan tersebut. Salah satunya adalah World Water Forum ke-10 yang sedang berlangsung dari 18 - 24 Mei 2024 dan dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara. Selain sebagai forum untuk berdiskusi, perhelatan internasional yang diadakan di Bali juga sebagai ajang untuk promosi pariwisata. (fqn)