Home Logo

ID EN

Ditjen Bina Marga Tangani Ruas Kebon Kopi yang Sering Longsor


 10 November 2017 |   Berita/Umum |   321

Ditjen Bina Marga Tangani Ruas Kebon Kopi yang Sering Longsor
Foto: Ditjen Bina Marga Tangani Ruas Kebon Kopi yang Sering Longsor

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga mulai menangani lereng pada jalan Kebon Kopi pada ruas Palu-Parigi di Sulawesi Tengah. Penanganan ditandai dengan penandatanganan dua paket pekerjaan dengan total nilai Rp197,96 miliar hari ini, Jumat (10/11) di Kantor Ditjen Bina Marga Jakarta. Tanda tangan kontrak disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Pembangunan Jalan Achmad Gani Ghazali Akman dan Direktur Jembatan Iwan Zarkasi.

Paket pekerjaan pertama senilai Rp123,29 miliar untuk rekonstruksi dan penanganan lereng pada ruas Nupabomba-Kebon Kopi-Toboli I. Kontraktor pemenangnya adalah kerjasama operasi antara PT Widya Sapta Contractor-PT Citra Kurnia Waway-PT Saranamukti Puterasejati untuk penanganan sepanjang 6 Km.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu Akhmad Cahyadi menuturkan untuk paket kedua senilai Rp74,67 miliar diperuntukan untuk pekerjaan serupa pada ruas Tawaeli-Nupabomba-Kebon Kopi-Toboli sepanjang 3,3 Km. Pelaksananya adalah PT Tunggal Mandiri Jaya. Kedua paket pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan tahun jamak 2017-2018.

“Seringnya longsor pada ruas jalan Kebon Kopi, memang membuat ini sudah menjadi isu nasional sejak lama. Dalam image masyarakat Sulawesi Tengah, melewati Kebon Kopi adalah melewati sesuatu yang mengerikan, karena mereka harus antisipasi bawa makanan, bawa dongkrak untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu longsor sehingga mereka tidak bisa kembali atau melanjutkan perjalanan,” sebut Cahyadi.

Karena menjadi isu nasional, penanganan ruas Kebon Kopi bahkan masuk dalam daftar proyek strategis nasional yang disebutkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 3 Tahun 2016 kemudian direvisi dalam Perpres No. 58 Tahun 2017. Kepala BPJN XIV mengakui penanganan ruas tersebut memakan proses yang panjang mulai dari perencanaan desain hingga pemilihan teknologi yang dinilai tepat. Penanganan dilakukan pada lereng-lereng yang berpotensi longsor melalui pemotongan lereng agar lebih landai.

“Kita libatkan Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, serta para pakar geologi dan geotenik dari kampus-kampus seperti UGM, ITB, Undip,” sambungnya.

Cahyadi menambahkan pada bulan depan pihaknya juga merencanakan sudah melelang dua paket penanganan lereng ruas Kebon Kopi lainnya khususnya untuk paket tahun jamak tahun anggaran 2018-2019. Sehingga pada tahun depan ada empat paket pekerjaan yang dikerjakan secara parallel untuk ruas jalan penghubung Palu-Parigi tersebut. (Kompu BM)