Meningkatkan Konektivitas di Kepulauan Mentawai: Penanganan Jalan dan Jembatan Toapejat - Rokot - Sioban
Rabu, 23/10/2024 00:00:00 WIB | Berita/Umum | 450

Kepulauan Mentawai — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Satuan Kerja PJN Wilayah 1, di bawah kendali PPK 1.6, telah menyelesaikan proyek strategis Penanganan Jalan dan Jembatan Toapejat - Rokot - Sioban (Simpang Logpon).
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang termasuk dalam kategori Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sesuai amanat Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017.
Berbagai pekerjaan utama telah dilaksanakan dalam proyek ini, termasuk:
- Lapis Fondasi Agregat Kelas A
- Lastoon Lapis Aus (AC-WC)
- Beton fc’15 Mpa
- Beton Struktur fc’20 Mpa
Hingga kini, total panjang jalan yang telah ditangani mencapai 21,73 kilometer.
Dengan rampungnya penanganan jalan dan jembatan ini, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan pada:
-
Aksesibilitas dan Mobilitas Wilayah
Infrastruktur yang handal akan memudahkan transportasi antardaerah di Pulau Sipora, mengurangi isolasi, dan mempercepat distribusi barang dan jasa. -
Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Jaringan jalan yang terpadu dan berkelanjutan mendukung aktivitas ekonomi lokal, menciptakan peluang usaha, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. -
Pengembangan Pariwisata
Pulau Sipora, sebagai bagian dari Kepulauan Mentawai, dikenal memiliki potensi wisata kelas dunia, termasuk pantai dan ombak yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun internasional. Infrastruktur yang baik akan menjadi pendukung utama pengembangan pariwisata ini.
Program Penanganan Jalan dan Jembatan Toapejat - Rokot - Sioban ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur di daerah 3T. Dengan infrastruktur yang semakin baik, Kepulauan Mentawai tidak hanya akan menjadi lebih terhubung, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi dan pariwisata Provinsi Sumatera Barat.