Home Logo

Kemen PU Resmikan Groundbreaking Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum: Akses Nasional Banda Aceh–Medan Diperkuat


Rabu, 21/01/2026 00:00:00 WIB |   Berita/BPJN Aceh |   22


Bireuen – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara resmi memulai pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum permanen di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Rabu (21/1/2026). Peresmian groundbreaking dilakukan langsung oleh Menteri PU RI Dody Hanggodo sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang di Aceh.

Jembatan yang dibangun merupakan jembatan rangka baja permanen dengan panjang sekitar 150 meter, terletak pada ruas jalan nasional Banda Aceh–Medan, salah satu jalur logistik dan mobilitas terpenting di Provinsi Aceh. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi V, serta didampingi oleh jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan para pemangku kepentingan terkait.

Sebelum meninjau lokasi pekerjaan, Menteri PU menerima paparan mengenai kondisi dan progres pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di seluruh wilayah Aceh, termasuk penanganan longsor dan jembatan terdampak bencana. Paparan disampaikan oleh masing-masing satuan kerja dan satgas, disertai pembahasan langkah-langkah percepatan penyelesaian pekerjaan.

Menteri PU juga melaksanakan pertemuan virtual dengan para pelaksana lapangan di berbagai kabupaten/kota di Aceh untuk mendengar langsung kendala teknis serta kebutuhan di lapangan. Dalam pertemuan tersebut, perhatian khusus diberikan pada penanganan jembatan rusak dan penyediaan air minum bersih, terutama menjelang bulan Ramadan.

Usai rangkaian pertemuan, Menteri PU bersama rombongan meninjau langsung proses pemancangan tiang pondasi jembatan. Alat berat terlihat beroperasi di lokasi sebagai tanda dimulainya tahapan konstruksi utama jembatan permanen.

Dalam keterangannya kepada media, Menteri PU menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum menjadi prioritas karena berada pada jalur nasional strategis. Meskipun saat ini telah terpasang jembatan sementara (bailey), keterbatasan pengendalian beban kendaraan menjadi alasan utama percepatan pembangunan jembatan permanen.

“Di Aceh terdapat beberapa jembatan yang sedang dalam tahap pembangunan. Untuk satu jembatan permanen, ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih delapan bulan,” ujar Menteri PU.

Pembangunan jembatan baru ini dilaksanakan di sisi hilir jembatan eksisting untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas. Tahapan pekerjaan meliputi pemancangan pondasi, pembangunan pile cap, abutment, dan pilar, pemasangan bangunan atas, pengecoran lantai jembatan, pengaspalan, serta pemasangan perlengkapan pendukung lainnya.

Sebagai informasi, Jembatan Krueng Tingkeum sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang, yang menyebabkan terputusnya arus lalu lintas nasional. Pemerintah melalui Kementerian PU bersama TNI segera melakukan penanganan darurat dengan memasang jembatan bailey agar konektivitas Banda Aceh–Medan tetap terjaga.

Melalui pembangunan jembatan permanen ini, Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada wilayah yang terisolasi, sekaligus memperkuat jaringan jalan dan jembatan nasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di Aceh.