Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah - DI Yogyakarta

Jalur Selatan Yogyakarta Makin Terhubung: Progres Jembatan Pandansimo Capai 91,2%!


Jum'at, 21/02/2025 00:00:00 WIB |   Berita/Umum |   330

Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) terus dikembangkan untuk meningkatkan konektivitas di kawasan selatan Pulau Jawa, salah satunya melalui Pembangunan Jembatan Pandansimo yang terletak di Kabupaten Bantul Provinsi D.I. Yogyakarta. Jembatan yang masih dalam tahap konstruksi dengan progress 91,2% per 20 Februari 2025 ini membentang sepanjang 675 meter di atas Sungai Progo untuk menghubungkan ruas Congot-Ngremang (Kabupaten Kulonprogo) dan Pandansimo-Samas (Kabupaten Bantul).

 

Pembangunan Jembatan Pandansimo yang telah dimulai sejak 17 November 2023 ini mengalami perpanjangan masa pelaksanaan dan penambahan panjang penanganan. Awalnya, proyek ini ditargetkan selesai pada Desember 2024, namun mengalami perpanjangan hingga akhir Maret 2025. Total panjang penanganan yang di kontrak awal hanya 1.900 meter bertambah menjadi 2.300 meter. Penambahan ini untuk mengakomodasi kebutuhan lajur transisi untuk meningkatkan keselamatan jalan. “Jembatan Pandansimo ini memiliki 4 (empat) lajur yang akan tersambung ke jalan eksisting yang masih 2 (dua) lajur, jadi membutuhkan tambahan lajur transisi agar lebih aman”, ujar PPK 1.4 Provinsi D.I.Yogyakarta, Setiawan Wibowo (Bowo).

 

Saat ini pekerjaan yang sedang berlangsung di Jembatan Pandansimo difokuskan pada penyelesaian struktur bentang tengah, lajur transisi, pemasangan barrier/planter box dan Penerangan Jalan Umum (PJU).

 

Total biaya yang dibutuhkan untuk membangun Jembatan Pandansimo ini sebesar Rp.863,72 Milyar yang bersumber dari APBN TA 2023-2025. Terkait alokasi anggaran yang dibutuhkan di tahun 2025 dan kondisi efisiensi yang sedang dijalankan oleh pemerintah, Bowo menyampaikan masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Pusat. “Kami berharap usulan kami dipenuhi tahun ini. Jika tidak terpenuhi mungkin harus relaksasi anggaran untuk pembayaran retensi di tahun depan sehingga akan kami usulkan untuk perpanjangan waktu”, ungkapnya. 

 

Menurut Bowo pembangunan ini memiliki urgensi tinggi dalam memperkuat konektivitas di kawasan selatan Yogyakarta dan meningkatkan efisiensi transportasi. "Dengan adanya Jembatan Pandansimo ini nantinya ruas jalan Congot-Ngremang akan langsung terhubung dengan Pandansimo-Samas. Sebelumnya harus memutar ke jalur alternatif sejauh 15 Km dengan waktu tempuh 30 menit. Selain itu, efisiensi transportasi juga akan meningkat signifikan," jelasnya. 

 

Berdasarkan Dokumen Studi Kelayakan Pembangunan Jembatan Pendansimo tahun 2017, dampak positif yang diharapkan yaitu berkurangnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK) sebesar 13,11% atau setara Rp1,4 triliun dan meningkatnya nilai ekonomi wilayah yang ditandai dengan produksi komoditas naik 18,6% (setara Rp7,7M/tahun) serta mendorong pengembangan sektor pertanian, logistik, dan wisata di Selatan Provinsi D.I.Yogyakarta.