Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah - DI Yogyakarta

Kementerian PU Aktif Dalam Penanganan Banjir Bandang di Pemalang dan Purbalingga


Rabu, 28/01/2026 00:00:00 WIB |   Berita/Umum |   94

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Jateng- DIY turut terlibat dalam penanganan bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (23/1/2026) malam. 

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah Pemalang bagian barat dan Lereng Timur Gunung Slamet sejak pukul 13.00 WIB hingga Sabtu (24/1) dini hari. Curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap seperti Sungai Comal dan Sungai Blambangan sehingga menyebabkan kerusakan di beberapa desa di Kabupaten Pemalang dan Purbalingga.

Kementerian PU terus berkomitmen untuk hadir dalam penanganan bencana di berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu terutama agar konektivitas dapat tertangani segera agar aktivitas warga dapat kembali normal. 

Kementerian PU melalui BBPJN Jateng DIY mengirimkan personel dan alat berat untuk mendukung langkah-langkah penanganan darurat di lapangan. 

“Kami bersama Kadis PU Pemalang melakukan pengecekan di lokasi.  Dari Kementerian PU melalui BBPJN Jateng-DIY turut membantu mengusahakan hari ini bisa mendatangkan 1 excavator, 1 wheel loader dan 2 dump truck, serta kami siapkan jembatan Bailey yang akan kita plot di dua atau tiga lokasi agar akses tanggap darurat bisa berjalan terlebih dahulu, dan kami akan mendetailkan kembali langkah-langkah selanjutnya” ujar Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jawa Tengah, Syidik Hidayat di saat meninjau Desa Penakir, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang bersama dengan Kepala Dinas PU Kabupaten Pemalang dan Kepala BBPJN Jateng-DIY, Selasa (27/1).

Dari pendataan yang dilakukan oleh Dinas PU Kabupaten Pemalang, terdapat 25 jembatan yang terdampak, dengan kondisi 13 Jembatan terputus total, termasuk 3 Jembatan milik DPU Kabupaten Pemalang yang merupakan akses utama dan mobilitas serta akses ekonomi masyarakat.
Jembatan yang terdampak di Kabupaten Pemalang antara lain Jembatan Walim dan Jembatan Beser di Desa Gunungsari, Jembatan Sungai Reas di Desa Jurangmangu, 11 Jembatan terputus di Desa Penakir, 1 Jembatan rusak di Desa Ceklatakan, 3 Jembatan rusak d Desa Batursari, 1 Jembatan rusak di Desa Karangsari, 9 Jembatan rusak di Desa Nyalambeng, dan 1 Jembatan rusak di Desa Pulosari.

Di Kabupaten Purbalingga sendiri telah ditetapkan status Tanggap Bencana untuk beberapa desa yang terdampak yaitu 3 Dusun di Kecamatan Karangreja (Dusun Blambangan Desa Kutabawa, Dusun Gunung Malang dan Dusun Kaliurip Desa Serang), serta 1 Dusun di Kecamatan Mrebet (Dusun Sangkanayu).

“Kami berkoordinasi dengan Pemda DPUPR Kabupaten Purbalingga, kami segera memobilisasi alat berat 2 buldozer, 2 dumptruck dan besok kita kirimkan PC 200 untuk mengatasi banjir dan longsor di area Purbalingga ini. Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemda untuk mobilisasi alat yang dibutuhkan di lokasi” ujar Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Tengah, Syahputra Amaldani Ginting, di lokasi Purbalingga.

Hingga berita ini diturunkan Kementerian PU melalui BBPJN Jateng-DIY terus berupaya menambah bantuan alat berat untuk menangani pemulihan akses di kedua Kabupaten tersebut.


Di Purbalingga, 
Biro Komunikasi Publik 
Kementerian PU 
Facebook: kemenpu 
Instagram: kementerianpu 
X: kemenpu 
TikTok: kemenpu 
Youtube: kemen_pu 
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat