Home Logo

Jembatan Darurat Teupin Mane Difungsikan, Akses Bireuen–Bener Meriah Kembali Terhubung


Minggu, 14/12/2025 00:00:00 WIB |   Berita/BPJN Aceh |   281


Bireuen — Akses utama penghubung Kabupaten Bireuen dengan Bener Meriah dan Takengon melalui Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kembali dapat dilalui kendaraan pada Sabtu (14/12/2025) sore. Pembukaan akses ini dilakukan setelah rampungnya pembangunan jembatan bailey sebagai penanganan darurat pascabanjir.
 

Jembatan darurat mulai difungsikan sekitar pukul 16.35 WIB, dengan ketentuan kendaraan roda empat hingga truk bermuatan maksimal 20–25 ton dapat melintas secara bergantian. Sebelumnya, jembatan eksisting putus akibat banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025, sehingga memutus konektivitas antarwilayah.
 

Pekerjaan pembangunan jembatan bailey dilaksanakan secara intensif siang dan malam guna mempercepat pemulihan akses. Dalam prosesnya, tim teknis membangun pondasi jembatan darurat dengan menggunakan 10 unit kontainer sebagai abutmen penahan.
 

Penanganan darurat ini merupakan hasil sinergi antara BPJN Aceh melaui PPK 3.6 Provinsi Aceh, Satker PJN Wilayah III, serta personel TNI AD dari Satuan Zeni Tempur (Zipur) 16 Indrapuri. Setelah pekerjaan perkerasan jalan pendekat dan pemasangan lantai jembatan selesai, arus lalu lintas mulai dibuka secara terbatas dan terkontrol.
 

Pembukaan jembatan disambut antusias oleh masyarakat, khususnya warga dari wilayah Bener Meriah dan Takengon yang selama ini mengalami keterbatasan akses. Kembalinya konektivitas ini sangat membantu mobilitas warga serta distribusi logistik.
 

Meski demikian, kondisi ruas Bireuen–Takengon belum sepenuhnya pulih. Kendaraan roda empat saat ini baru dapat melintas hingga Km 60 dari Teupin Mane, sementara beberapa segmen jalan dan jembatan lainnya masih dalam penanganan. Akses lanjutan di sejumlah titik masih mengharuskan masyarakat berjalan kaki.
 

Kepala Satuan Kerja Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Aceh menyampaikan bahwa prioritas lalu lintas pada jembatan bailey saat ini diberikan kepada kendaraan pengangkut BBM dan bahan kebutuhan pokok guna menjaga stabilitas pasokan ke wilayah terdampak.
 

Sementara itu, Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, yang meninjau langsung lokasi, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penanganan infrastruktur terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa kehadiran jembatan darurat ini sangat penting untuk mendukung pemulihan aktivitas ekonomi dan distribusi logistik masyarakat.
 

BPJN Aceh terus berkomitmen melakukan penanganan bertahap terhadap infrastruktur jalan dan jembatan nasional yang terdampak bencana, serta memastikan konektivitas wilayah kembali pulih secara aman dan berkelanjutan.