NSPK - Standar Nasional Indonesia Bidang Jalan   |   Rekap NSPK

Kategori Judul Dokumen Tahun Viewed
Standar Nasional Indonesia Bidang Jalan
SNI 2442:2020 Spesifikasi Kereb Beton Untuk Jalan Sebagai Revisl Dari Standar Nasional Indonesia 2442:2008 Spesifikasi Kereb Beton Untuk Jalan

Spesifikasi ini menetapkan tipe, bentuk, dimensi, dan struktur kereb beton untuk jalan. Spesifikasi yang bersangkutan dengan tipe, dimensi, dan bentuk yang diatur dalam standar ini hanya berlaku untuk kereb beton pracetak.

2021-09-01 15:07:54
2020 0
Standar Nasional Indonesia Bidang Jalan
SNI 8867:2019 Spesifikasi asbuton campuran panas hampar dingin

Standar ini menetapkan ketentuan campuran asbuton campuran panas hampar dingin atau Cold Paving Hot Mix Asbuton yang selanjutnya disebut CPHMA. Ketentuan campuran CPHMA yang dirancang dalam spesifikasi dimaksudkan untuk menjamin bahwa asumsi rancangan yang berkenaan dengan kadar aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan keawetan sesuai dengan lalu-lintas rencana untuk perkerasan jalan.

2021-09-01 11:41:44
2019 0
Standar Nasional Indonesia Bidang Jalan
SNI 8866:2019 Spesifikasi asbuton olahan kadar bitumen tinggi untuk perkerasan jalan

Spesifikasi ini menetapkan ketentuan asbuton olahan kadar bitumen tinggi yang berfungsi sebagai bahan tambah (aditif) aspal minyak pen 60/70 pada campuran beraspal panas untuk perkerasan jalan. Spesifikasi ini dapat digunakan sebagai acuan dalam menilai kesesuaian sifat (mutu) asbuton olahan kadar bitumen tinggi.

2021-09-01 11:40:56
2019 0
Standar Nasional Indonesia Bidang Jalan
SNI 8865:2019 Spesifikasi asbuton pracampur untuk perkerasan jalan

Spesifikasi ini menetapkan ketentuan asbuton pra-campur yang berfungsi sebagai bahan pengikat jenis aspal yang dimodifikasi asbuton pada campuran beraspal panas untuk perkerasan jalan. Campuran beraspal panas yang menggunakan asbuton pra- campur sesuai spesifikasi ini akan memiliki ketahanan deformasi permanen (alur) yang lebih tinggi dibanding campuran beraspal panas yang menggunakan aspal minyak penetrasi 60 sebagai bahan pengikat. Hal ini dikarenakan asbuton pra- campur terdiri dari aspal minyak penetrasi 60 dan bahan tambah asbuton yang mengandung bitumen (aspal) yang keras. Sebagai konsekwensinya, di dalam asbuton pra-campur juga terdapat mineral asbuton sehingga memiliki nilai kelarutan yang lebih rendah dari aspal minyak.

2021-09-01 11:40:05
2019 0
Standar Nasional Indonesia Bidang Jalan
SNI 8864:2019 Spesifikasi asbuton butir B 50/30 untuk perkerasan Jalan

Spesifikasi ini menetapkan ketentuan asbuton butir B 50/30 yang dapat digunakan sebagai bahan substitusi aspal minyak pada campuran beraspal, lapis penetrasi makadam, dan butur seal untuk perkerasan jalan. Asbuton butir B 50/30 saat ini umumnya berasal dari bahan baku asbuton deposit di Lawele yang mengandung bitumen (aspal) yang lunak. Namun tidak menutup kemungkinan di kemudian hari asbuton butir B 50/30 berasal dari bahan baku asbuton deposit di lokasi lainnya yang saat ini belum dilakukan eksplorasi (penambangan). Sebagai bahan substitusi aspal minyak, asbuton butir B 50/30 dapat menggantikan fungsi aspal minyak karena mengandung bitumen (aspal) yang kekerasannya setara dengan aspal minyak penetrasi 60 yang umum digunakan sebagai bahan pengikat pada perkerasan jalan beraspal di Indonesia.

2021-09-01 11:39:06
2019 0
Standar Nasional Indonesia Bidang Jalan
SNI 8863:2019 Spesifikasi asbuton butir B 5/20 untuk perkerasan jalan

Spesifikasi ini menetapkan ketentuan asbuton butir B 5/20 yang dapat digunakan sebagai bahan tambah pada campuran beraspal untuk perkerasan jalan. Asbuton butir B 5/20 saat ini umumnya berasal dari bahan baku asbuton deposit di Kabungka yang mengandung aspal yang keras, namun tidak menutup kemungkinan di kemudian hari berasal dari bahan baku asbuton deposit di lokasi lainnya yang saat ini belum dilakukan eksplorasi (penambangan). Sebagai bahan tambah, asbuton butir B 5/20 jika ditambahkan pada campuran beraspal, terutama campuran beraspal panas dapat meningkatkan ketahanan deformasi permanen (alur) campuran.

2021-09-01 11:37:00
2019 0
Standar Nasional Indonesia Bidang Jalan
SNI 8607:2018 Spesifikasi laburan aspal (buras)

Standar ini menetapkan persyaratan bahan dan proporsi penggunaan bahan untuk pekerjaan laburan aspal (buras). Tipe aspal yang dapat digunakan adalah aspal keras, aspal cair atau aspal emulsi.

2021-09-01 11:35:50
2018 0
Standar Nasional Indonesia Bidang Jalan
SNI 8379:2017 Spesifikasi material pilihan (selected material) menggunakan slag untuk konstruksi jalan

Standar ini menetapkan tentang ketentuan persyaratan umum dan teknis bahan material pilihan menggunakan Blast Furnace Slag, Basic Oxygen Furnace Slag, Electric Arc Furnace Slag, Induction Furnace Slag atau campuran dari beberapa jenis slag tersebut. Spesifikasi ini hanya diperuntukkan bagi pembangunan jalan-jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota, dan tidak untuk pembangunan jalan-jalan pedesaan.

2021-03-05 14:37:09
2017 52
Standar Nasional Indonesia Bidang Jalan
SNI 8378:2017 Spesifikasi lapis fondasi dan lapis fondasi bawah menggunakan slag

Spesifikasi ini menetapkan tentang ketentuan persyaratan umum dan persyaratan teknis lapisan fondasi dan lapis fondasi bawah menggunakan Blast Furnace Slag, Basic Oxygen Furnace Slag, Electric Arc Furnace Slag, Induction Furnace Slag atau campuran dari beberapa jenis slag tersebut. Spesifikasi ini hanya diperuntukan bagi pembangunan jalanjalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota, dan tidak untuk pembangunan jalan-jalan pedesaan.

2021-03-05 14:35:36
2017 25
Standar Nasional Indonesia Bidang Jalan
SNI 8426:2017 Spesifikasi aspal setara kelas kinerja

Standar ini menetapkan ketentuan aspal setara kelas kinerja (Performance Grade, PG). Spesifikasi ini mencakup semua ketentuan yang terdapat pada AASHTO M 320-10, kecuali ketentuan untuk melakukan pengujian dengan alat BBR dan DTT dihilangkan karena tidak sesuai dengan kondisi di Indonesia. Persyaratan penetrasi dan titik lembek tidak disyaratkan namun harus dilaporkan untuk keperluan pengendalian mutu di lapangan. Sedangkan pengujian kelarutan dan stabilitas penyimpanan disyaratkan, masing-masing untuk mengindikasikan kemurnian dan kehomogenan aspal.

2021-03-05 14:34:11
2017 54