Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah - DI Yogyakarta

Progres Pembangunan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak Capai 32,67%


Rabu, 19/02/2025 00:00:00 WIB |   Berita/Umum |   694

Semarang,– Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional telah mencapai 32,67%. Seksi 1 yang membentang sepanjang ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2027.

 

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – DI Yogyakarta (Jateng-DIY) sekaligus Plt. Kepala Satuan Kerja Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, Janto, menjelaskan bahwa proyek yang totalnya mencapai 10,64 Km ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu Paket Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak 1A yang mencakup pekerjaan jalan layang, Paket Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak 1B yang mencakup pembangunan tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol, rest area, serta gerbang tol, dan Paket Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak 1C yang berfokus pada pembangunan Kolam Retensi Terboyo seluas ±189 hektar dan Kolam Retensi Sriwulan seluas ±28 hektar, serta fasilitas rumah pompa sebagai pengendali banjir.

 

Mengenai dampak efisiensi anggaran terhadap proyek ini, Janto menegaskan bahwa pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 didanai melalui dua sumber, yaitu 15% dari rupiah murni pendamping (APBN) dan 85% dari pinjaman luar negeri (loan) Tiongkok. “Untuk pendanaan dari loan tidak ada kendala, namun pendanaan dari rupiah murni masih menunggu pembukaan blokir anggaran,” ujar Janto. Ia juga memastikan bahwa BBPJN Jateng-DIY terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga untuk memantau proses anggaran 2025 ini. “Kami berharap anggaran bisa segera turun sehingga keseluruhan pembangunan tetap sesuai target dan tidak mengalami keterlambatan signifikan,” tambahnya.

 

Terkait adanya pemangkasan anggaran, Janto menyampaikan bahwa pembahasan mengenai alokasi dan pemangkasan anggaran merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Kami di Satker dan BBPJN Jateng-DIY berperan sebagai pelaksana proyek di lapangan. Kami tetap fokus menjalankan tugas sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan dan terus berkoordinasi dengan pusat agar pembangunan ini berjalan sesuai target,” jelasnya.

 

Tol Semarang-Demak Seksi 1 ditargetkan operasional pada tahun 2027. Pembangunan ini terus diupayakan percepatannya dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi sesuai standar yang berlaku. Janto juga menegaskan bahwa tol ini dirancang sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan banjir rob di wilayah pesisir Semarang dan Demak. “Salah satu tujuan utama proyek ini adalah mengurangi dampak banjir rob yang sering melanda wilayah ini. Tol ini bukan hanya jalur transportasi, tetapi juga berfungsi sebagai tanggul laut yang mampu mencegah air laut masuk ke daratan,” jelasnya. Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan kolam retensi dan rumah pompa yang berfungsi mengatur aliran air serta mengurangi genangan saat terjadi pasang atau hujan ekstrem.

 

Sebagai penutup, Janto mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap proyek ini. “Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar proyek ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu sehingga dapat segera memberikan manfaat besar bagi konektivitas serta perlindungan dari banjir rob di wilayah Semarang dan Demak,” pungkasnya.