Artikel

Beranda Artikel Jalan Tol Panoramik, Jalan Tol Pandaan – Malang
Beranda Artikel Jalan Tol Panoramik, Jalan Tol Pandaan – Malang

Jalan Tol Panoramik, Jalan Tol Pandaan – Malang

  •  08 Agus 2022
  • Artikel/Artikel
  • 1058 viewed
Jalan Tol Panoramik, Jalan Tol Pandaan – Malang
Foto: Jalan Tol Panoramik, Jalan Tol Pandaan – Malang
Oleh : Zulaikha Budi Astuti

Sekilas Jalan Tol Pandaan – Malang

Jalan Tol Pandaan – Malang memiliki panjang 38,5 Km, terbagi dalam lima seksi yang mempermudah akses menuju Kota Malang. Lima seksi tersebut yaitu Pandaan – Lawang, Lawang – Singosari, Singosari – Pakis, Pakis – Malang.

Titik awal jalan tol adalah di Pandaan, yang terhubung dengan Jalan Tol Gempol – Pandaan. Jalan  tol ini menjadi penghubung  Kota  Surabaya yang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur dengan Kota Malang sebagai kawasan wisata unggulan di Provinsi Jawa Timur.

Sebagai daerah tujuan wisata di Jawa Timur, akses menuju Kota Malang dari Kota Surabaya sudah menjadi sebuah kebutuhan. Lonjakan volume lalu lintas yang tidak hanya terjadi pada masa liburan namun juga pada akhir pekan, menjadi salah satu pertimbangan utama dibangunnya ruas jalan tol ini.

 

Mengenal Jalan Tol Panoramik

Di sepanjang perjalanan menuju Kota Malang, pengguna jalan tol akan disuguhi dengan pemandangan alam pegunungan yang luar biasa cantik.

Sensasi berjalan di atas awan pada saat cuaca mendung maupun sensasi mengejar gunung akan cukup banyak dirasakan di beberapa titik lokasi pada Jalan Tol Pandaan-Malang.

Gagahnya Gunung Arjuno yang menjulang dapat dinikmati juga oleh para pengguna jalan pada saat cuaca cerah.

Pengguna   jalan   disuguhkan   suasana   lansekap seperti melewati lorong di antara dua dinding pada lokasi konstruksi galian. Pada konstruksi galian, dilengkapi dengan shotcrete sebagai perkuatan lereng   untuk   melindungi   jalan   dari   runtuhan material tanah. Akibat adanya struktur galian, maka terdapat saluran irigasi yang terpotong sehingga harus disambungkan dengan dan jembatan talang air. Melewati lokasi ini dengan pemandangan gunung yang gagah akan memberikan pengalaman tersendiri bagi pengguna jalan.

Keindahan pegunungan ini terpotret tepat pada lokasi Gerbang Tol Lawang. Pada lokasi Gerbang Tol Lawang dan Gerbang Tol Singasari, pegunungan yang menjulang tinggi nampak indah dikombinasikan dengan struktur megah gerbang tol sebagai penanda masuk jalan tol.

Jika beberapa waktu yang lalu Gerbang Tol Salatiga sempat viral dengan pemandangan gunungnya, dengan telah beroperasinya Jalan Tol Pandaan – Malang, maka pemandangan yang mirip dan serupa juga dapat dinikmati di sini. Pemandangan eksotis yang dapat dinikmati adalah pada lokasi yang besinggungan dengan rel kereta api. Saat kereta api sedang melewati kawasan tersebut kesinambungan infrastruktur angkutan darat dapat terlihat di lokasi ini.

Lansekap Pada Jalan Akses Dan Simpang Sebidang

Potensi keindahan alam yang dapat dinikmati sepanjang Jalan Tol Pandaan-Malang, berada di bawah pengelolaan PT Jasamarga Pandaan Malang (PT JPM) selaku Badan Usaha Jalan Tol Pandaan – Malang. PT JPM memiliki upaya untuk lebih mempercantik jalan tol ini dengan membuat lansekap yang ditanami pepohonan dan bunga berwarna-warni sepanjang jalan akses dan simpang sebidang dengan jalan non tol.

Penataan simpang dengan penambahan lajur lalu lintas dapat terlihat ketika pengguna jalan memasuki jalan tol ini. Selain itu, dilakukan pula penataan pulau-pulau lalu lintas. Pulau-pulau lalu lintas ini dihias sedemikian rupa dengan tanaman berwarna-warni, untuk menambah keindahan jalan tol.

Pulau-pulau lalu lintas yang memiliki luas lahan yang cukup lebar, penataan lansekap dengan formasi bunga dan pohon yang berwarna-warni dilakukan sebagai salah satu bentuk usaha beautifikasi infrastruktur.

Situs Sekaran

Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur merupakan lokasi peninggalan sejarah Jawa Kuno atau zaman Majapahit maupun kerajaan sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan situs purbakala pada saat dilakukan penggalian tanah pada Seksi 5 Jalan Tol Pandaan – Malang.

Berdasarkan hasil penggalian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Cagar Budaya pada tanggal 12 – 21 Maret 2019, situs purbakala ini diberi nama Situs Sekaran. Pemberian nama ini merujuk pada lokasi ditemukannya situs, yaitu di Dusun Sekaran, Desa Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis. Bangunan dan benda yang ditemukan di Situs Sekaran didominasi oleh batu bata berukuran besar, dengan ukuran batu bata ini lebih besar dari ukuran batu bata di Kawasan Cagar Budaya Trowulan. Para Arkeolog mengambil kesimpulan bahwa situs ini berasal dari masa pra Majapahit atau sebelum abad XIV.

Kesimpulan para arkeolog diperkuat dengan temuan berupa fragmen porselen dan mata uang China yang didominasi berasal dari masa Dinasti Song, yang berkuasa pada zaman pra Majapahit.

Proses penelitian dilanjutkan dengan pemetaan lokasi situs. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan pemetaan, dapat disimpulkan bahwa luas situs adalan 380,7m2.

Dari peta di atas, dengan grid yang berukuran 4 m x 4 meter, orientasi grid berdasarkan arah Utara – Selatan Kompas, maka dapat diketahui situs ini menghadap ke Gunung Semeru dan membelakangi Gunung Kawi. Hasil interpretasi rekonstruksi, di situs Sekaran, ditemukan tiga sisa pondasi struktur bata yang berdasarkan denahnya memiliki orientasi Barat Laut – Tenggara.

Dengan penemuan situs ini dan hasil interpretasi para arkeolog, maka trase jalan tol diputuskan untuk menghindari situs dan harus digeser ke arah sungai. Dampak dari pergeseran ini adalah diperlukannya konstruksi perkuatan lereng sungai untuk menjaga badan jalan tidak tergerus oleh arus sungai.

Untuk menjaga situs ini, telah dibangun pagar dan pelindung lereng serta atap penutup sehingga situs ini tetap terjaga kelestariannya dan para pecinta arkeologi tetap dapat melakukan penelitian di lokasi ini dengan nyaman.

Situs ini dapat diakses melalui jalan non tol di sekitar lokasi. Dengan demikian dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar desa.

 

Penutup

Jalan tol atau jalan bebas hambatan berbayar yang didesain berdasarkan kecepatan rencana memiliki konsekuensi   besarnya   volume   pekerjaan   galian dan timbunan. Terlebih, jika jalan tol dibangun di daerah perbukitan. Daerah perbukitan yang selalu menyuguhkan keindahan tersendiri, menjadi lebih indah dipadukan dengan rekayasa teknik yang dilakukan oleh para insinyur dalam pelaksanaan desain dan pembangunan jalan tol. Jalan Tol Pandaan  –  Malang  menjadi  salah  satu  jalan  tol yang menyuguhkan pemandangan panoramik terindah. Panoramik yang disuguhkan di antaranya panorama pegunungan, bersebelahan dan bersinggungan dengan jalur kereta api, lansekap yang indah di pintu-pintu masuk jalan tol termasuk konservasi  situs  purbakala  yang  ditemukan  pada saat pelaksanaan konstruksi jalan tol ini. Kekhasan dan kepanoramikan jalan tol ini, akan memberikan sensasi berkendara yang berbeda bagi pengguna jalan. Namun demikian, para pengguna jalan harus tetap mengutamakan kehati-hatian, kenyamanan dan keselamatan di jalan pada saat berkendara.

Sumber : BINEKA, Vol. 3 Edisi April 2022.