Tahukah Kamu Asal-Usul Aspal? Simak Selengkapnya Disini
Kamis, 20/02/2025 15:30:00 WIB | Berita/Umum | 164

Berdasarkan postingan Instagram Direktorat Jenderal Bina Marga, aspal memiliki peran penting dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan. Aspal adalah cairan lengket berwarna hitam yang berasal dari hasil pemurnian minyak bumi. Pada suhu ruang, aspal berbentuk padat dan keras, tetapi akan mencair dan menjadi lengket setelah dipanaskan. Material ini memiliki peran penting dalam konstruksi jalan karena kemampuannya untuk merekatkan bahan pondasi seperti pasir dan kerikil.
Sejarah Aspal
Aspal telah digunakan sejak zaman kuno. Bangsa Sumeria dan Babilonia menggunakan aspal sebagai bahan perekat dalam konstruksi bangunan dan jalan sekitar 3000 SM. Pada zaman Romawi, aspal digunakan untuk melapisi saluran air dan jalan raya, seperti yang terlihat dalam pembangunan jalan-jalan besar Romawi yang masih bertahan hingga saat ini. Pada abad ke-19, dengan berkembangnya industri minyak bumi, aspal mulai diproduksi secara massal dan digunakan dalam proyek infrastruktur modern, termasuk pembangunan jalan raya yang kita kenal saat ini.
Proses Pemurnian Aspal
Minyak bumi mentah yang disedot dari perut bumi harus melalui proses pemurnian terlebih dahulu. Dalam proses ini, minyak bumi dipanaskan, dan sisa hasil pemurnian yang paling rendah kemudian diolah menjadi aspal. Produk ini kemudian digunakan dalam berbagai aplikasi, terutama dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan.
Penggunaan Aspal dalam Konstruksi Jalan
Aspal digunakan untuk memperkuat jalan dengan cara merekatkan pondasi pasir dan kerikil. Prosesnya melibatkan beberapa tahap berikut:
- Lapisan tipis aspal dituangkan di atas pondasi kerikil dan pasir.
- Lapisan pasir kedua ditaburkan di atas lapisan pertama untuk memperkuat daya rekat.
- Penambahan lapisan aspal kedua dilakukan untuk meningkatkan kekuatan permukaan jalan.
- Proses ini diulang beberapa kali hingga jalan benar-benar kuat dan tahan lama.
Selain itu, aspal memiliki sifat unik yang membuatnya mampu memperbaiki dirinya sendiri. Saat terkena terik matahari, aspal akan sedikit mencair dan mengisi kembali retakan-retakan kecil yang muncul di permukaan jalan. Hal ini membuat jalan lebih tahan lama dan mengurangi kebutuhan perawatan intensif.
Fakta Menarik tentang Aspal di Indonesia
- Indonesia memiliki cadangan aspal alam yang cukup besar, salah satunya terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aspal Buton telah lama dimanfaatkan sebagai bahan alternatif aspal minyak.
- Jalan-jalan di Indonesia sebagian besar menggunakan aspal minyak impor karena produksi aspal lokal masih terbatas.
- Aspal yang digunakan untuk jalan tol di Indonesia memiliki standar ketahanan yang lebih tinggi agar mampu menahan beban kendaraan berat.
- Beberapa proyek infrastruktur di Indonesia mulai mengadopsi teknologi aspal ramah lingkungan yang mengurangi emisi karbon dalam proses produksinya.
- Penelitian sedang dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan aspal alam Indonesia agar dapat bersaing dengan aspal impor.
Dengan teknologi dan metode aplikasi yang tepat, aspal dapat memberikan manfaat maksimal dalam menciptakan jalan yang kuat dan tahan lama.