Tahukah Kamu, Kenapa Jembatan Harus Diuji Coba? Simak Selengkapnya Disini
Rabu, 08/01/2025 14:10:00 WIB | Berita/Umum | 242

Bandar Lampung – Proses uji coba jembatan menjadi tahap krusial sebelum jembatan dibuka untuk umum. Langkah ini memastikan bahwa struktur mampu menahan beban sesuai spesifikasi dan aman digunakan. Selain itu, pengujian ini membantu mengidentifikasi potensi masalah, mulai dari kekuatan material hingga respons terhadap berbagai tekanan, seperti getaran atau beban kendaraan berat. Dengan demikian, uji coba bukan sekadar formalitas, melainkan upaya strategis untuk menjaga keselamatan pengguna serta memperpanjang usia infrastruktur.
Pelaksanaan uji laik fungsi telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 10 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan. Uji Laik Fungsi ini menjadi salah satu persyaratan teknis yang wajib dipenuhi untuk jembatan dan terowongan jalan dengan kriteria khusus.
Pengujian Beban Statis dan Dinamis
Untuk memastikan kelayakan jembatan, pengujian dilakukan dengan mengukur beban statis dan dinamis. Pada pengujian beban statis, sejumlah aspek yang diukur meliputi:
- Lendutan dan residu
- Regangan elemen struktur
- Pergeseran bearing
- Pergerakan pile cap
- Gaya kabel
Sementara itu, pengujian beban dinamis melibatkan pengukuran frekuensi (sebelum dan sesudah uji statis), rasio redaman, serta Dynamic Amplification Factor (DAF). Semua pengujian dilakukan dengan metode presisi tinggi untuk memastikan hasil yang akurat.
Standar Operasional dan Teknologi Pengujian
Standar Operasional Prosedur (SOP) mencakup waktu pelaksanaan sekitar 17 hari kerja. Proses ini meliputi persiapan alat-alat, pengujian beban secara bertahap menggunakan truk di atas jembatan, hingga analisis hasil pengujian.
Alat yang digunakan dalam pengujian ini mengadopsi teknologi canggih dengan tingkat akurasi yang tinggi. Beberapa alat utama yang digunakan adalah:
- Linear Variable Differential Transformer (LVDT) atau Laser Robotic Total Station untuk mengukur lendutan jembatan.
- Accelerometer untuk mengukur vibrasi dengan sistem wireless yang terhubung ke komputer.
- Vibrating Wire Strain Gauge untuk membaca peregangan baja pada struktur jembatan.
Hasil Uji Laik Fungsi
Jika hasil uji laik fungsi menunjukkan adanya masalah, seperti lendutan yang melebihi batas izin atau keretakan pada struktur, pengujian akan dihentikan dan jembatan dinyatakan tidak lolos. Dalam kondisi ini, langkah perbaikan harus dilakukan sebelum jembatan dapat dinyatakan layak untuk digunakan.
Pengujian Jembatan Way Sabuk
Pengujian beban jembatan Way Sabuk yang terletak di Desa Bumi Nabung, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara, berhasil dilaksanakan dengan baik pada hari Selasa, 10 Desember 2024. Pengujian ini dilakukan menggunakan metode statis dan dinamis untuk memastikan jembatan mampu menahan beban berat sebelum resmi digunakan.
Dalam proses pengujian, sebanyak enam truk tronton dengan masing-masing membawa beban seberat 28 ton melintasi jembatan tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengukur ketahanan struktur jembatan terhadap beban berat yang nantinya akan sering melintasi jalan tersebut.
Pengujian beban ini merupakan langkah penting untuk memastikan jembatan Way Sabuk siap digunakan secara aman oleh masyarakat.
Jembatan Way Sabuk merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan konektivitas dan mempercepat mobilitas masyarakat di Lampung Utara. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan arus transportasi barang dan orang menjadi lebih lancar, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.
Masyarakat menyambut baik pengujian dan pembangunan jembatan ini. Mereka berharap jembatan Way Sabuk dapat memberikan manfaat besar dalam mendukung aktivitas sehari-hari, terutama dalam sektor transportasi dan distribusi.