Home Logo
BSJLJ Gelar Kamis Optimis: Sharing Draft Pedoman Penanaman Tanaman pada Jalan

Bandung, 12 Maret 2026 – Balai Sistem Jaringan dan Lingkungan Jalan (BSJLJ) Direktorat Jenderal Bina Marga kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Kamis Optimis dengan tema “Pedoman Penanaman Tanaman pada Jalan (Draft)”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Gedung Mudjitaba dan diikuti oleh seluruh pegawai BSJLJ.

Kegiatan menghadirkan Syafiyah Veronika, S.T., selaku Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Pertama sekaligus bagian dari tim penyusun pedoman tersebut. Dalam paparannya, disampaikan bahwa pedoman penanaman tanaman pada jalan yang dibahas saat ini masih dalam bentuk draft yang sedang dalam proses penyempurnaan.

Pedoman ini merupakan hasil reviu dan penyesuaian terhadap regulasi terbaru, di antaranya Peraturan Menteri PUPR Nomor 5 Tahun 2023 serta Surat Edaran Direktorat Jenderal Bina Marga Nomor 20 Tahun 2021. Penyusunan pedoman ini bertujuan untuk mengintegrasikan aspek keselamatan geometrik jalan dengan aspek lingkungan secara lebih komprehensif.

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa penanaman tanaman pada jalan harus direncanakan secara tepat agar tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan, tetapi justru dapat meningkatkan fungsi, estetika, serta keberlanjutan lingkungan jalan.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam materi antara lain pengaturan ruang jalan yang meliputi ruang manfaat jalan (Rumaja), ruang milik jalan (Rumija), dan ruang bebas jalan (Rubeja), di mana penempatan tanaman harus disesuaikan dengan fungsi masing-masing ruang. Selain itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama, seperti pemenuhan tinggi bebas vertikal serta menjaga jarak pandang pengguna jalan.

Pada lokasi tertentu seperti tikungan, lereng, dan persimpangan, penanaman tanaman memiliki ketentuan khusus. Tanaman tinggi tidak diperkenankan pada area tikungan karena dapat menghalangi pandangan, sementara pada lereng, tanaman berfungsi untuk mencegah erosi. Di area persimpangan, diperlukan ruang bebas pandang untuk menjamin keselamatan lalu lintas.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, serta diakhiri dengan post-test guna melihat peningkatan pemahaman setelah paparan materi. Selain itu, turut disosialisasikan inovasi internal berupa aplikasi booking ruangan berbasis SPBE yang memudahkan pegawai dalam melakukan reservasi ruang rapat secara transparan dan efisien.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait implementasi pedoman di lapangan. Hal ini menunjukkan antusiasme pegawai dalam memahami sekaligus memberikan masukan terhadap draft pedoman yang sedang disusun.

Selain sebagai media pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi sarana penyamaan pemahaman (common understanding) bagi seluruh pegawai BSJLJ, baik dari unsur teknis maupun nonteknis. Dengan adanya kesamaan persepsi terhadap substansi pedoman, diharapkan implementasi kebijakan di lapangan maupun dukungan manajerial dapat berjalan lebih selaras, efektif, dan terintegrasi.

Melalui kegiatan Kamis Optimis ini, diharapkan seluruh pegawai BSJLJ dapat meningkatkan pemahaman serta berkontribusi dalam penyempurnaan pedoman, sehingga ke depan dapat menjadi acuan teknis yang lebih komprehensif dalam mendukung pembangunan jalan yang aman, fungsional, estetis, dan berkelanjutan.

Dengan semangat “Sekali Optimis, Selamanya Eksis!”, BSJLJ terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung penyusunan kebijakan teknis yang adaptif dan berkelanjutan (RDYP)

 

Harmonic, Adaptive, Dedicated, Excellent

Pencarian