Palu, Balai Sulteng — Ruas jalan nasional Buol-Lakuan-Laulalang-Lingadan sepanjang 118,95 km di Pantai Barat Provinsi Sulteng, yang menghubungkan antara Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli merupakan jalur utama transportasi darat yang sangat menunjang perekonomian kedua kabupaten tersebut.
Secara umum lebar jalan nasional di ruas jalan tersebut belum standar, yaitu masih 4,5 meter dengan topografi jalan yang berada di antara lereng dan laut. Kondisi lereng atas yang kurang stabil mengakibatkan seringnya material menutupi jalan sehingga diperlukan penanganan tambahan dalam preservasi jalan dan jembatan untuk memastikan aksesbilitas tetap terjaga.
Pada Tahun Anggaran (TA) 2022, Paket Preservasi Buol-Lakuan-Laulalang-Lingadan telah tertngani melalui APBN Murni yang dikerjakan oleh PT Gunakarya Nusantara (KSO) dan PT Nusantara Raya Konstruksi
Pada awal pelaksanaan kontrak di masa mobilisasi pada Maret 2022, terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Tolitoli yang mengakibatkan terputusnya arus transportasi. Penyedia Jasa dibantu oleh peralatan Disaster Relief Unit (DRU) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah (BPJN Sulteng) melakukan aksi tanggap darurat dengan membersingkan material longsoran dan pemasangan jembatan bailey.
Dibayangi beberapa terjadi putus kontrak pada ruas tersebut pada tahun-tahun sebelumnya dan ditambah keterlambatan memulai pekerjaan yang diakibatkan bencana alam, mka dilakukan terobosan dalam upaya percepatan penyelesaian pekerjaan. Kekurangan produksi material batu pecah menjadi kendala utama pada pelaksanaan pekerjaan sehingga material batu pecah untuk digunakan pada pekerjaan aspal, lapis pondasi agragat klas A, dan beton didatangkan dari Palu menggunakan kapal tongkang.
Kawasan hutan lindung Tanjung Matop, Desa Pinjan, Kabupaten Tolitoli, yang dilintasi oleh jalan nasional sepanjang 16 km tersebut sebelumnya kondisinya rusak berat, tetapi dapat diselesaikan dengan tepat waktu pada akhir tahun 2022 dan hanya tersisa 2,7 km, yang sedang dalam tahap pelaksanaan pada paket preservasi pada TA 2023 sebesar Rp 30.082.967.000 yang akan dikerjakan oleh PT Bina Kaili.