Home Logo

Program Inpres Jalan Daerah 2025 Dorong Peningkatan Ruas Sekincau–Waspada di Lampung Barat


Rabu, 17/12/2025 13:30:00 WIB |   Berita/Umum |   148

Lampung Barat — Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung melaksanakan pekerjaan preservasi jalan pada Ruas Jalan Sekincau–Waspada yang berada di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Pekerjaan ini merupakan bagian dari Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025 dan ditangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Provinsi Lampung. Adapun panjang penanganan jalan yang akan dikerjakan mencapai 2,9 kilometer.

Ruas Jalan Sekincau–Waspada memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat setempat. Sebagian besar masyarakat di sekitar ruas jalan tersebut bermata pencaharian di sektor pertanian dan perkebunan. Selain itu, di sepanjang koridor jalan ini juga terdapat sejumlah fasilitas pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar, menengah, hingga sekolah menengah atas.

Dengan karakteristik wilayah tersebut, peningkatan kualitas infrastruktur jalan diharapkan dapat menunjang kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta akses menuju fasilitas pendidikan. Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, struktur jalan pada ruas ini menggunakan kombinasi perkerasan lentur (flexible pavement/aspal) dan perkerasan kaku (rigid pavement/beton). Perkerasan kaku direncanakan dengan mutu beton DS 3,8 MPa sepanjang 112 meter. Penerapan jenis perkerasan tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan wilayah setempat guna memastikan kinerja jalan yang optimal, baik dari sisi daya tahan maupun kenyamanan pengguna jalan.

Melalui kegiatan preservasi jalan ini, BPJN Lampung berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas jaringan jalan nasional di Provinsi Lampung agar tetap andal, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


Back to Top